Penulis: Arief H. Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JOMBANG– Warga Jalan Raya Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo secara cepat dan sigap berhasil mencegah kebakaran truk pengangkut bunga anggrek lebih, pada Kamis (29‑10‑2026).
Kejadian ini mendapat apresiasi dari pihak BPBD Kabupaten Jombang upaya sukarela bergotong‑royong secara dini membantu penanganan darurat, sebelum tim pemadam tiba di lokasi.
Berdasarkan keterangan sopir truk bernama Supriyono (41 tahun), warga Kecamatan Gudo, saat itu ia sedang mengangkut sekitar 1.200 tangkai bunga anggrek menuju pasar di Kota Jombang.
“Saya baru melintas sekitar 500 meter dari perempatan Plumbon, tiba‑tiba tercium bau terbakar dari bagian mesin depan truk,” katanya.
“Saya segera menepikan kendaraan ke pinggir jalan untuk memeriksa, dan ternyata api sudah muncul dari ruang mesin,” jelas Supriyono.
Melihat api mulai membesar, warga yang lewat segera memberitahu pengurus mushola setempat.
Pengurus kemudian mengumumkan kejadian kebakaran melalui pengeras suara mushola untuk mengajak warga berkumpul.
Tak lama kemudian puluhan warga datang membawa ember berisi air dan alat pemadam api ringan yang dimiliki rumah masing‑masing.
Mereka bekerja sama menyemprotkan air ke bagian mesin dan bodi truk untuk mencegah api menjalar ke muatan anggrek di bak belakang.
Apresiasi dari BPBD
Petugas BPBD Jombang yang tiba di lokasi beberapa menit kemudian menyatakan bahwa penyebab utama kebakaran diduga korsleting kabel kelistrikan bagian mesin truk.
“Berdasarkan pemeriksaan awal, api bermula dari kabel kelistrikan yang panas dan terbakar, bukan dari muatan bunga anggrek,” ujar Koordinator Operasi BPBD Jombang, Peppy.
Meskipun begitu, sekitar 120 tangkai anggrek rusak hangus akibat terkena panas api dan air siraman pemadaman. Tidak ada korban luka dalam peristiwa ini.
BPBD Jombang mengingatkan para pengemudi kendaraan niaga untuk selalu memeriksa kondisi mesin dan kelistrikan sebelum berangkat, terutama saat cuaca kemarau yang membuat suhu mesin lebih cepat panas.
.Pihaknya juga mengapresiasi kesiapan warga, namun tetap menghimbau agar warga berhati‑hati saat melakukan pemadaman mandiri dan segera menghubungi nomor darurat bencana jika api sudah terlihat besar. **

















