Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Indonesia – China Kerjasama Bangun 1000 Dapur MBG, Disaksikan PM Li dan Presiden Prabowo

badge-check


					Presiden Prabowo berfoto bersama Ketua Kadin China dan Kadin Indonesia, usai penandatanganan kerja sama untuk membangun 1.000 dapur MBG khususnya di Indoneisa Bagian Timur, Jakarta, 23 Mei 2025. Instagram@kadin.indonesia.official Perbesar

Presiden Prabowo berfoto bersama Ketua Kadin China dan Kadin Indonesia, usai penandatanganan kerja sama untuk membangun 1.000 dapur MBG khususnya di Indoneisa Bagian Timur, Jakarta, 23 Mei 2025. [email protected]

Penulis: Tanasyafira L. Tirani   |     Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan PM China Li Qiang menyaksikan langsung penandatanganan kerja sama antara Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie dalam acara Indonesia–China Business Reception 2025.

Kerja sama untuk membangun 1.000 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sabtu, 24 Mei 2025 di Jakarta.

Kerja sama ini bertujuan membantu pemerintah dalam menjangkau 80 juta penerima MBG secara gotong royong, terutama di wilayah-wilayah investasi China seperti Halmahera Timur, Sulawesi, dan Kalimantan. Prototipe dapur MBG ditargetkan siap sebelum 17 Agustus 2025.

Penandatanganan MoU kerja sama strategis ini dilakukan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie bersama China Chamber of Commerce in Indonesia (CCCI), disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan PM China Li Qiang dalam acara Indonesia-China Business Reception 2025.

Menurut Boy Thohir, Ketua KIKT, dukungan pengusaha China terhadap program MBG menjadi bukti komitmen jangka panjang untuk membangun generasi Indonesia yang lebih sehat dan kuat.

Kadin Indonesia bersama Kadin China akan membangun 1.000 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pemerataan pemenuhan gizi bagi sekitar 80 juta penerima manfaat, termasuk anak-anak dan ibu hamil, yang menjadi target program MBG.

Pembangunan dapur MBG ini akan dilakukan secara bertahap, dengan Kadin China berpartisipasi dalam menentukan jumlah dapur yang akan mereka bantu bangun. Pemerintah sendiri menargetkan pembangunan sekitar 30.000 dapur, sementara Kadin Indonesia menargetkan 1.000 dapur sebagai bentuk dukungan tambahan.

Selain pembangunan dapur, kerja sama ini juga mencakup dukungan dalam penyediaan protein dan karbohidrat, modernisasi agrikultur, serta teknologi seperti genomic sequencing untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas gizi.

Kadin Indonesia juga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG Gotong Royong yang bertugas menyusun panduan operasional, pelatihan, dan sertifikasi pengelola dapur SPPG di berbagai daerah.

Target awal pembangunan prototipe dapur MBG ‘Gotong Royong’ ini adalah sebelum 17 Agustus 2025, dengan lokasi dapur yang akan dibangun juga akan disesuaikan dengan wilayah investasi Kadin China di Indonesia.

Secara keseluruhan, kolaborasi ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang yang positif bagi generasi Indonesia ke depan melalui pemerataan akses makanan bergizi secara gotong-royong antara Kadin Indonesia dan Kadin China.

Model Kerja Sama
Model kerja sama antara Kadin Indonesia dengan Kadin China untuk pembangunan 1.000 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang mengikat kedua pihak secara strategis.

Dalam kerja sama ini, Kadin China akan membantu Kadin Indonesia dalam pembangunan dapur MBG secara bertahap, dengan target awal Kadin Indonesia membangun 1.000 dapur di luar yang sudah didirikan pemerintah, sementara Kadin China akan menentukan jumlah dapur yang ingin mereka bantu bangun setelah prototipe dapur ‘Gotong Royong’ selesai sebelum 17 Agustus 2025.

Selain pembangunan dapur, kerja sama ini juga meliputi dukungan dalam penyediaan bahan makanan seperti protein dan karbohidrat, modernisasi agrikultur, serta teknologi canggih seperti genomic sequencing untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas gizi makanan yang disajikan.

Lokasi pembangunan dapur SPPG yang akan didukung Kadin China diperkirakan akan disesuaikan dengan daerah-daerah tempat investasi Kadin China di Indonesia, sehingga ada sinergi antara investasi dan program sosial ini.

Untuk memastikan pelaksanaan yang profesional dan terstandarisasi, Kadin Indonesia juga telah membentuk Satgas MBG Gotong Royong yang bertugas melakukan pelatihan, sertifikasi pengelola dapur, dan menyusun buku panduan operasional bagi pengelola dapur di berbagai daerah. Satgas ini mendukung pengelolaan dapur agar program MBG berjalan efektif dan berdampak luas bagi sekitar 80 juta penerima manfaat, terutama anak-anak dan ibu hamil.

Secara keseluruhan, model kerja sama ini mengedepankan kolaborasi gotong royong antara Kadin Indonesia dan Kadin China dalam membangun dan mengelola dapur MBG, dengan dukungan teknologi, bahan baku, pelatihan, dan investasi yang terintegrasi demi keberlanjutan program dan dampak jangka panjang bagi generasi Indonesia ke depan.

Keuntungan China
Keuntungan China dalam kerja sama dengan Kadin Indonesia untuk pembangunan 1.000 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) antara lain:

China dapat memperkuat posisinya sebagai mitra dagang dan investor strategis terbesar Indonesia, memperluas pengaruh ekonomi dan investasi di Indonesia yang merupakan pasar besar dengan sekitar 80 juta penerima manfaat program MBG.

Melalui kerja sama ini, China dapat mempromosikan teknologi dan modernisasi agrikultur, termasuk industrialisasi, penyediaan protein dan karbohidrat, serta teknologi canggih seperti genomic sequencing, yang sekaligus membuka peluang bisnis dan investasi di sektor pertanian, manufaktur, dan bioteknologi di Indonesia.

Kerja sama ini juga menjadi bagian dari kolaborasi strategis jangka panjang yang mendukung pembangunan berkelanjutan kedua negara, memperkuat hubungan diplomatik dan ekonomi yang sudah terjalin selama 75 tahun, serta membuka akses ke berbagai sektor prioritas seperti infrastruktur, energi terbarukan, digitalisasi, dan teknologi tinggi.

Dengan ikut serta dalam program sosial yang berdampak luas, China juga mendapatkan citra positif sebagai mitra yang peduli terhadap pembangunan sosial dan kesehatan masyarakat Indonesia, yang dapat memperkuat goodwill dan hubungan bilateral.

Secara keseluruhan, kerja sama ini memberikan China keuntungan strategis dalam memperluas jaringan bisnis dan investasi, memperkuat hubungan bilateral, serta berkontribusi pada pembangunan sosial dan ekonomi di Indonesia. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

MBG Dihentikan Sementa saat Libur Sekolah

17 Juni 2026 - 20:06 WIB

PT Pegadaian XII Surabaya Resmikan Jembatan Gantung di Temas Batu dan 100 Mushaf dan Paket Siswa

17 Juni 2026 - 19:42 WIB

Menelisik Akar Teroris (20): Para Penjahat dan Gerilyawan

17 Juni 2026 - 18:59 WIB

2027 Polri Minta Tambah Anggaran Rp61 Triliun Menjadi Rp184 Triliun

17 Juni 2026 - 17:17 WIB

Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji Hadiri Doa Bersama Sambut Tahun Baru Hijriah 1448

17 Juni 2026 - 13:46 WIB

Komisi D DPRD Jombang Hearing Rencana PHK 1.000 Orang PT SGS, Karyawan Minta Buka Data

17 Juni 2026 - 12:35 WIB

Harga Rp 1,340 Triliun, Pesawat Pembom Legendaris Boeing B‑52 Stratofortress Jatuh

17 Juni 2026 - 00:01 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap

16 Juni 2026 - 20:50 WIB

Korban PHK Masih Dapat Gaji Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya

16 Juni 2026 - 20:36 WIB

Trending di Nasional