Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Hari Tanpa Bayangan Terjadi Pekan Ini, Simak Juga Mitosnya

badge-check


					Menegakkan telur saat Hari Tanpa Bayangan Perbesar

Menegakkan telur saat Hari Tanpa Bayangan

Penulis: Satwiko Rumekso | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Hari tanpa bayangan atau kulminasi adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi tertinggi di langit. Uniknya, fenomena hari tanpa bayangan ini bisa diamati di berbagai wilayah Indonesia pada pekan ini 7-15 Oktober 2025.

Mengutip laman BMKG, momen ketika deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai ‘Kulminasi Utama’. Saat Matahari tepat berada di atas kepala pengamat, bayangan benda tegak akan tampak ‘menghilang’.

Hal Ini karenakan bayangan bertumpuk dengan benda itu sendiri. Maka itu, kulminasi utama akhirnya dikenal sebagai hari tanpa bayangan.

Fenomena ini terjadi karena bidang ekuator Bumi/bidang rotasi Bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika. Demikian mengutip Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator. Kulminasi utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat Matahari berada di khatulistiwa.

Pada 2025, Matahari tepat berada di atas Kota Pontianak pada 20 Maret 2025 pukul 11.50 WIB. Dan 23 September 2025 pukul 11.35 WIB.

Sementara pada 21 Juni 2025 pukul 09.40 WIB Matahari berada di titik balik Utara. Dan pada 21 Desember 2025 pukul 22.02 WIB Matahari berada di titik balik Selatan.

Mitos

Banyak mitos-mitos di balik hari tanpa bayangan ini, yang sebenarnya tidaklah tepat.

1. Suhu permukaan bumi naik
Pada saat fenomena hari tanpa bayangan terjadi, tidak serta memengaruhi kenaikan suhu di permukaan Bumi saat tengah hari bagi wilayah mengalami hari tanpa bayangan.

Hal ini dikarenakan kenaikan suhu tidak hanya dipengaruhi oleh sudut penyinaran, melainkan juga dipengaruhi oleh tutupan awan, kadar kelembaban dan jumlah bibit awan hujan. Semakin kecil tutupan awan, kadar kelembaban dan bibit awan hujan di wilayah tersebut, maka suhu permukaan Bumi akan maksimum saat tengah hari. Selain itu, jarak Bumi-Matahari juga sedikit berperan dalam kenaikan dan penurunan suhu rata-rata permukaan Bumi meskipun hanya 2,4°C.

2. Menegakkan telur saat ekuinoks dan hari tanpa bayangan
Selain salah kaprah meningkatnya suhu saat hari tanpa bayangan, ada juga salah kaprah mengenai menegakkan telur baik saat ekuinoks maupun hari tanpa bayangan Matahari.

Secara fisis, gaya pasang surut/kuncian yang diakibatkan oleh Matahari memang bernilai maksimum saat sinar Matahari tegak lurus permukaan Bumi yang mengalami hari tanpa bayangan Matahari. Sementara itu, bagian di dalam cangkang telur seperti kuning telur dan putir telur tersusun dari larutan suspensi yang merupakan campuran antara air dan protein.

Akan tetapi, gaya pasang surut hanya memengaruhi secara signifikan terhadap zat cair yang bermassa cukup besar seperti samudera di permukaan Bumi (massa samudera Bumi sekitar 1,35 kuintiliun (1018) ton). Hal ini dikarenakan besarnya gaya pasang surut dari Matahari terhadap Bumi yang dialami benda bermassa 1 kg hanya sekitar seperduapuluh juta gaya gravitasi yang dialami benda yang bermassa sama.

Sedangkan massa satu butir telur (termasuk cangkang) sekitar seperenambelas kg (62,5 gram). Jika massa cangkang telur sekitar 10% dari keseluruhan massa telur, maka massa telur tanpa cangkang sekitar 56,2 gram. Sehingga, gaya pasang surut yang dialami telur tidak dialami secara signifikan.

Menegakkan telur sebenarnya dapat dilakukan kapan saja tanpa harus menunggu ekuinoks (bagi pengamat di ekuator) maupun hari tanpa bayangan Matahari, selama permukaan yang digunakan untuk menegakkan terus terdapat sedikit cekungan kecil sehingga dapat menopang ujung telur yang bulat.

Daftar Wilayah yang Bisa Mengamati Hari Tanpa Bayangan Oktober 2025

Bandar Lampung: 7 Oktober 2025 pukul 11.46.49 WIB

Kepulauan Seribu: 7 Oktober 2025 pukul 11.41.24 WIB

Serang: 8 Oktober 2025 pukul 11.42.56 WIB

Jakarta Utara: 8 Oktober 2025 pukul 11.39.54 WIB

Jakarta Pusat: 9 Oktober 2025 pukul 11.39.58 WIB

Jakarta Barat: 9 Oktober 2025 pukul 11.40.20 WIB

Jakarta Selatan: 9 Oktober 2025 pukul 11.40.05 WIB

Jakarta Timur: 9 Oktober 2025 pukul 11.39.45 WIB

Sofifi: 9 Oktober 2025 pukul 12.22.53 WIT

Bandung: 11 Oktober 2025 pukul 11.36.20 WIB

Semarang: 11 Oktober 2025 pukul 11.24.58 WIB

Surabaya: 12 Oktober 2025 pukul 11.15.39 WIB

Yogyakarta: 13 Oktober 2025 pukul 11.24.47 WIB

Denpasar: 15 Oktober 2025 pukul 12.04.57 WITA

Mataram: 15 Oktober 2025 pukul 12.01.24 WITA

Merauke: 15 Oktober 2025 pukul 11.51.16 WIT.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tiga Anggota DPRD di Jatim Ditangkap Polrestabes Surabaya karena Narkoba

30 September 2026 - 19:20 WIB

YLKI Dorong Label Peringatan Gula, Garam, Lemak , Usai Putusan MK

30 September 2026 - 18:59 WIB

Penerbangan Singapura Tersebar ke 17 Kota RI, Ekonomi Daerah Luar Jawa Panen Devisa

30 September 2026 - 18:38 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Rp109.000 per Kg, Telur Ayam di Rp29.500 per Kg

29 September 2026 - 21:08 WIB

Urai Macet Ketapang-Gilimanuk, Jatim Revitalisasi Dermaga Bulusan Rp6 Miliar

29 September 2026 - 20:14 WIB

Paradoks Durian RI: Menang Berat Buah, Keok Nilai Rupiah

28 September 2026 - 19:08 WIB

Gerbang Ekspor Terbuka, Durian Indonesia Siap Menjadi Kekuatan Baru di Pasar China

28 September 2026 - 18:56 WIB

Subsidi LPG 3 Kg Tahun 2027 Dipangkas Jadi Rp 103,05 Triliun, Volume Penyaluran Turun

28 September 2026 - 18:44 WIB

Kejar Target FLPP, Pemerintah Siapkan Akad Massal 71.000 Rumah Subsidi

27 September 2026 - 19:29 WIB

Trending di Nasional