Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Internasional

Gunung Everest Makin Tinggi, Ternyata Ini Penyebabnya

badge-check


					Gunung Everest bertambah tinggi satu meter Perbesar

Gunung Everest bertambah tinggi satu meter

Penulis: Satwiko Rumekso | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM-Dalam sebuah perhitungan, Gunung Everest lebih tinggi dari sebelumnya. Tinggi baru itu diketahui setelah Nepal dan China melakukan ekspedisi bersama ke puncak gunung. Dari hasil ekspedisi, kedua negara sepakat tinggi Gunung Everest bertambah 1 meter atau berkisar 8.848,86 meter.

“Everest merupakan simbol abadi … persahabatan China dengan Nepal,” ujar Menteri Luar Negeri Nepal Pradeep Kumar Gyawali, setelah mengumumkan kesepakatan ketinggian baru Gunung Everest, seperti dikutip dari Reuters.

Sebelumnya, Nepal menggunakan informasi dari hasil Survey India pada 1954 dengan ketinggian 8.848 meter. Sementara itu versi China, Gunung Everest setinggi 8.844,3 meter atau 3,7 meter lebih rendah dari data India.

Kemudian, Nepal mengirimkan tim surveyor pada Mei tahun 2019 untuk mengukur Gunung Everest. China juga mengirimkan tim pada musim semi tahun 2020.

Para pendaki mengatakan salah satu alasan Everest bertambah tinggi kemungkinan terkait gempa Nepal tahun 2005. Saat itu gempa berkekuatan M 7,8 menewaskan 9.000 orang.

Meski bertambah tinggi, tak menutup orang untuk mendaki Everest. Termasuk Garret Madison dari Madison Mountaineering, yang mengaku bersemangat untuk mendaki Everest dengan ketinggian barunya.

“Tentunya beberapa rekor baru pendakian Gunung Everest tertinggi akan terjadi pada 2021,” ujar Madison yang berasal dari Amerika Serikat (AS).

Pengukuran Everest memang kerap berbeda dari sejumlah pihak. Misalnya para pendaki dari Barat menggunakan tinggi 8.850 meter.

Angka itu didapatkan dari survey National Geographic Society dan Museum of Science Boston tahun 1999. Hasilnya berasal dari teknologi berbasis satelit.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Partai Kecoak Merayap ke Politik India

22 Mei 2026 - 18:17 WIB

Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop

10 Mei 2026 - 19:12 WIB

Naskah Alkitab Perjanjian Baru 42 Halaman yang Hilang Ditemukan

3 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Kabar Baik 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz

19 April 2026 - 19:52 WIB

Ke Sabah, Merawat Kesehatan Sekaligus Berwisata

19 April 2026 - 16:43 WIB

Kutu Pembunuh Menyerang Korea Selatan, 422 Orang Meninggal

15 April 2026 - 19:06 WIB

Trending di Internasional