Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Internasional

Gempa Myanmar: Korban Tewas Tembus 1.000 Orang, Kemungkinan Masih Bertambah

badge-check


					Pagoda Maha Myat Muni di Mandalay ambruk akibat gempa yang mengguncang Myanmar dan negara-negara di sekitarnya, pada Jumat (28/03). Perbesar

Pagoda Maha Myat Muni di Mandalay ambruk akibat gempa yang mengguncang Myanmar dan negara-negara di sekitarnya, pada Jumat (28/03).

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM. JAKARTA-Jumlah korban tewas akibat gempa Myanmar tembus 1.000 orang hingga Sabtu (29/3/2025). Jumlah ini masih berpotensi bertambah karena petugas masih dalam upaya pencarian.

Kerusakan akibat gempa terjadi di kota terbesar kedua Myanmar, Mandalay.

Gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter di Myanmar, yang terbesar dalam satu abad, juga melukai lebih dari 2.300 orang sementara 30 orang hilang, menurut Dewan Administrasi Negara.

Pihak berwenang mengatakan sekitar 2.300 bangunan termasuk rumah dan kuil runtuh di Mandalay.

Tim dari China, India, dan Rusia telah tiba dengan penyelamat profesional, personel medis, dan peralatan dan sedang menuju ke Mandalay dan ibu kota administratif Naypyidaw, kata mereka.

Bandara internasional di kedua kota ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut. Negara-negara termasuk AS telah berjanji untuk mengirim tim penyelamat dan bantuan darurat menyusul permintaan bantuan internasional yang jarang dilakukan junta.

“Itu mimpi buruk, saya masih takut,” kata Kyaw Moe Aung, yang menyaksikan runtuhnya sebuah kondominium di kota Aungmyaythazan, Mandalay, tempat tinggalnya.

“Ratusan bangunan runtuh di sana-sini” dan “ada beberapa gempa susulan hingga larut malam,” katanya.

Sebagian besar jaringan telepon terputus akibat pemadaman listrik selama seharian di kota-kota besar, dan penduduk di ibu kota komersial Yangon dibatasi maksimal empat jam listrik sehari, menurut Electricity Supply Corporation.

Lebih dari 600 biara dan hampir 300 pagoda di Mandalay hancur, begitu pula 60 sekolah dan tiga jembatan di wilayah tersebut. Gempa tersebut juga merusak beberapa bagian Jalan Tol Yangon-Mandalay dan beberapa bendungan di Myanmar Hulu.

Di negara tetangga Thailand, tim penyelamat masih mencari puluhan orang yang hilang dari gedung tinggi yang runtuh di Bangkok. Penyelidikan sedang dilakukan terhadap gedung 30 lantai yang sedang dibangun tersebut, dan para pejabat akan melaporkan temuan mereka dalam waktu seminggu, kata Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra.

Pihak berwenang di Bangkok mengatakan enam orang tewas, 26 orang terluka, dan sekitar 47 orang hilang di tiga lokasi pembangunan di Bangkok, merevisi jumlah korban tewas sebelumnya yang lebih tinggi.

Pemerintah telah menyatakan gempa bumi tersebut sebagai bencana tingkat 3, dikategorikan sebagai bencana besar, dan mengoordinasikan operasi penyelamatan dan bantuan sesuai dengan itu, menurut Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana. Ada 77 gempa susulan hingga pukul 6 pagi di Bangkok, menurut Departemen Meteorologi Thailand, meskipun tidak ada yang terasa kuat di Thailand.

Pemerintah kota Bangkok juga telah memerintahkan audit keselamatan gedung-gedung publik dan pemerintah, kata Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt. Tiga rumah sakit di Bangkok diperiksa pada Jumat malam dan salah satunya, Rumah Sakit Ratwithi, diperintahkan untuk tidak menggunakan gedung tersebut karena kerusakan akibat gempa bumi, menurut pihak berwenang.***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dr Lee Woo Guan: Robot dan Kecanggihan Teknologi Hanya Membantu, Peran Dokter Tetap Nomor Satu

28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Partai Kecoak Merayap ke Politik India

22 Mei 2026 - 18:17 WIB

Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop

10 Mei 2026 - 19:12 WIB

Naskah Alkitab Perjanjian Baru 42 Halaman yang Hilang Ditemukan

3 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Kabar Baik 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz

19 April 2026 - 19:52 WIB

Ke Sabah, Merawat Kesehatan Sekaligus Berwisata

19 April 2026 - 16:43 WIB

Trending di Headline