Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Ekskavasi IV Situs Sumberbeji Jombang Abad 11-12, Petirtaan dengan Ciri Khas Berbeda

badge-check


					M. Ichwan ketua Tim Ekskavasi situs petirtaan abad 11-12 Sumberbeji, desa Kesamben, Ngoro, kabupaten Jombang, Jawa Timur. Tangkap layar video instagram@jombanginformasi Perbesar

M. Ichwan ketua Tim Ekskavasi situs petirtaan abad 11-12 Sumberbeji, desa Kesamben, Ngoro, kabupaten Jombang, Jawa Timur. Tangkap layar video instagram@jombanginformasi

M. Ichwan ketua Tim Ekskavasi situs petirtaan abad 11-12 Sumberbeji, desa Kesamben, Ngoro, kabupaten Jombang, Jawa Timur. Tangkap layar video instagram@jombanginformasi

KREDONEWS.COM, JOMBANG- Ekskavasi Situs Sumberbeji di desa Kesamben, kecamatan Ngoro, Jombang, Jawa Timur yang merupakan petirtaan kuno, telah mencapai tahap keempat dan mengungkapkan sekitar 90% bentuk situs tersebut.

Temuan baru termasuk saluran air masuk dan keluar, dengan dimensi kolam 20 x 17 meter dan kedalaman 2 meter.

Situs ini diperkirakan berasal dari era kerajaan Kediri (Kahuripan) hingga Majapahit, berfungsi sebagai tempat pemandian raja.
Selain itu, teridentifikasi dua sumber air artesis, satu di sisi barat dan satu di tenggara, yang berfungsi sebagai pemasok utama air. Namun, pagar keliling situs belum ditemukan, menandakan bahwa situs ini kemungkinan tidak berdiri sendiri.

Petirtaan tempat mandi raja ini disebut Situs Sumberbeji, di desa Kesamben, Ngoro, Jombang. Tangkap layar video instagram@jombanginformasi

Meskipun banyak struktur ditemukan, pagar keliling yang diduga ada belum ditemukan. Situs ini telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional.

Situs Sumberbeji di Jombang diyakini merupakan peninggalan dari era Kerajaan Airlangga Kahuripan, yang berfungsi sebagai petirtaan atau kolam pemandian.
Ekskavasi di titik 14 meter di Situs Sumberbeji dihentikan, karena khawatir tanah di atasnya akan ambruk dan menutupi lubang air masuk.
Tim arkeolog menemukan saluran air masuk dan keluar, namun penggalian tidak dapat dilanjutkan lebih jauh karena lokasi tersebut berada di luar lahan milik masyarakat.

Para pekerja sedang aktif menggali kelengkapan situs Sumber Beji.

Mereka juga mencatat bahwa saluran buang telah teridentifikasi sepanjang 14 meter, dan jika ada pembebasan lahan di masa depan, ekskavasi dapat dilanjutkan untuk menelusuri lebih jauh.
Dibangun pada abad ke-11 atau ke-12, situs ini mencerminkan praktik ritual dan budaya pada masa itu. Struktur yang ditemukan, seperti jaladwara dan saluran air, menunjukkan bahwa tempat ini digunakan oleh pejabat tinggi kerajaan.
Meskipun banyak elemen berasal dari masa Majapahit, situs ini tetap mempertahankan kaitannya dengan tradisi Kahuripan dan diperkirakan mengalami pemugaran selama periode tersebut.**
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kadisnaker Jombang Isawan: Tempatkan 6.718 Naker Lewat Talenta dan Jemput Kerja 2026

23 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Damkar Butuh 10 Jam untuk Padamkan Kebakaran Besar Pengolah Ban Bekas Trowulan

23 Oktober 2026 - 07:14 WIB

Mahasiswa Unjuk Rasa di Kantor DPRD Jombang, Doni Angun: Kami Siap Tampung Seluruh Aspirasi

22 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Protes Anggota Parlemen Malaysia kepada Presiden Prabowo: Kobongan Hutan Enggal Dipetni, Ojo Digawe Guyonan

22 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Bupati Warsubi dan Jajaran Pemkab Jombang Nyekar ke Makam R. Ario Setyonegoro, Pendiri Jombang

22 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Selain Membangun, Prajurit TMMD 130 Plandaan Juga Tingkatkan Strategi Komsos

22 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Damkar Jibaku Padamkan Pasar Cukir Jombang 54 Kios Hangus

22 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Motor Dicuri Saat Korban Tertidur di Musala, Polisi Perak Tangkap Pelaku Berkat CCTV

21 Oktober 2026 - 19:30 WIB

460 Orang Berhasil Diselamatkan, KM Batumandi Terbakar di Selat Sunda

21 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Trending di News