Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Dua Raksasa Industri Jerman Bosch dan Thyssenkrupp Akan PHK 21.000 Pekerja

badge-check


					Dua raksasa Industri di Jerman, Bosch dan Thyssenkrupp akan melakukan efisiensi besar-besaran dengan melakukan PHK terhadap 21.000 karyawan. instagram@fortune.idn Perbesar

Dua raksasa Industri di Jerman, Bosch dan Thyssenkrupp akan melakukan efisiensi besar-besaran dengan melakukan PHK terhadap 21.000 karyawan. [email protected]

KREDONEWS.COM, JERMAN– Bosch, raksasa industri Jerman yang bergantung pada sektor otomotif yang tengah lesu, menghadapi tekanan besar dengan rencana baru pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga 10.000 karyawan.

Laman Fortune melansir, Jumat, 13 Desember 2024, Frank Sell, anggota dewan pengawas Bosch sekaligus wakil ketua dewan kerja grup di divisi Layanan Mobilitas, mengungkapkan kepada Reuters bahwa kebijakan tersebut telah menciptakan suasana kerja yang kurang nyaman.

Menurut Sell, keputusan ini diperkirakan akan berdampak pada 8.000 hingga 10.000 posisi, sehingga semakin memperkeruh situasi di dalam perusahaan.

Pada November lalu, Bosch memperingatkan bahwa perubahan besar-besaran pada pasar otomotif telah memaksanya mengambil langkah penghematan biaya yang sulit.

Penurunan permintaan mobil, lambatnya adopsi kendaraan listrik, serta persaingan yang semakin sengit dari produsen Cina telah memberikan tekanan signifikan terhadap permintaan produk Bosch, termasuk rem dan busi.

Kondisi ini turut mencerminkan kesulitan ekonomi yang melanda Jerman, yang sejumlah perusahaan besar lainnya, seperti Thyssenkrupp, juga mengumumkan rencana PHK.

Thyssenkrupp bahkan berencana memangkas 11.000 pekerja pada divisi baja, setara dengan 40 persen karyawannya, akibat meningkatnya kompetisi dari Cina.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Praktek Goreng Saham, OJK Jatuhkan Sanksi Denda Rp2,5 Triliun kepada DSSA, BREN dan CUAN

17 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Elon Musk Pamer Mobil yang Bisa Terbang

16 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penutupan Jombang Fest, Bupati Warsubi Bagikan Penghargaan Juara dan Santunan untuk Yatim Piatu

16 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Bupati Warsubi dan Danrem 082 Tinjau Operasi 8 Gerai KDKMP di Mojoagung dan Mojowarno

16 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Tibatiba Angin Berbalik Arah, Empat Relawan Tewas Terbakar Saat Padamkan Kebakaran Hutan Bromo

16 Oktober 2026 - 14:15 WIB

OTT ke 23 KPK Ringkus Bupati Klaten, Wajar Ismoyo: Warga Masyarakat Saya Mohon Maaf

16 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Terlibat Kasus OTT ATR/BTN Bogor, Hercules Serahkan Rp800 Juta kepada KPK

16 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Lantik Empat Wamen Baru, Kabinet Prabowo 112 Orang tapi Kabinet Dwikora Bung Karno Sebanyak132 Orang

15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Trending di News