Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Di Pegadaian Masyarakat Bisa Menukar Sampah Jadi Emas, Caranya Mudah

badge-check


					Di Pegadaian Masyarakat Bisa Menukar Sampah Jadi Emas, Caranya Mudah Perbesar

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Program The Gade Clean and Gold menjadi bentuk komitmen PT Pegadaian dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Hal tersebut diungkapkan Direktur Jaringan, Operasi dan Penjualan PT Pegadaian Eka Pebriansyah dalam acara Climate Talk bertema Menambang Emas dari Timbulan Sampah Plastik.

Eka menjelaskan, tujuan utama program The Gade Clean and Gold adalah mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik, dengan cara yang inovatif dan bernilai ekonomis, yaitu menukar sampah terpilah menjadi tabungan emas.

“Lewat program ini, kami ingin menunjukkan bahwa keberlanjutan dan kesejahteraan bisa berjalan berdampingan,” kata dia dikutip Selasa (3/6/2025).

Program yang telah berjalan sejak 2018 ini terbilang sukses membantu kelestarian lingkungan sekaligus mengajak masyarakat untuk berinvestasi emas.

Buktinya, hingga 2025, Pegadaian telah berhasil mengumpulkan lebih dari 3.030.013 kg sampah plastik dari berbagai titik lokasi bank sampah. Ini adalah hasil dari kolaborasi dengan 56.204 nasabah dan 425 bank sampah di seluruh Indonesia.

“Angka ini terus meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dan perluasan jangkauan program kami. Total sampah yang terkonversi ke Tabungan Emas senilai 15kg (include buyback),” lanjut dia di Liputan6.com

Lantas bagaimana mekanisme penukaran sampah menjadi tabungan emas?

Eka mengatakan, masyarakat cukup membawa sampah plastik yang sudah terpilah ke titik pengumpulan bank sampah binaan Pegadaian. Sampah tersebut ditimbang, kemudian nilai ekonominya dikonversi menjadi saldo tabungan emas.

Nilai konversi ini mengikuti harga jual sampah plastik dan harga emas yang berlaku. Nasabah bisa langsung membuka rekening Tabungan Emas di tempat jika belum memilikinya, dan dari situ mereka mulai menabung dari sampah.

Menurut Eka, program ini terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat, tidak terbatas pada nasabah Pegadaian. Syaratnya pun sangat mudah, cukup membawa sampah plastik yang bersih dan terpilah, serta bersedia membuka rekening Tabungan Emas jika belum punya. Justru, ini adalah cara kami untuk memperluas inklusi keuangan dan memperkenalkan investasi emas kepada masyarakat secara lebih luas.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kemenkeu Incar Pajak dari Rumah Kontrakan dan Properti Sewa pada 2027

6 Agustus 2026 - 18:39 WIB

Tak Ada Demo Besar Buruh di Agustus-September

6 Agustus 2026 - 18:21 WIB

Karhutla Bromo Meluas 80 Hektare, Helikopter dan Drone Diterjunkan

5 Agustus 2026 - 21:53 WIB

Jumlah Penduduk Miskin RI Berkurang 430 Ribu, Masih Sisa 22,93 Juta Orang

5 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Jargas Bantu Rumah Tangga Hemat hingga Rp900.000 per Tahun

5 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Pengusaha Angkutan Modifikasi Mesin Respons Implementasi B50

4 Agustus 2026 - 16:40 WIB

Kementan dan Industri Pakan Tunda Kenaikan Harga untuk Lindungi Peternak

4 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Balik Nama SHM Maksimal Cuma 10 Hari di 15 Daerah, Ini Daftarnya

4 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Pajak Marketplace Diprotes, Ditjen Pajak Janji Evaluasi

3 Agustus 2026 - 18:48 WIB

Trending di Nasional