Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Detik-detik Dibukanya Ijazah Asli Jokowi, Penyulut Pecah Kongsi Eggy dengan Roy Suryo

badge-check


					Detik-detik Dibukanya Ijazah Asli Jokowi, Penyulut Pecah Kongsi Eggy dengan Roy Suryo Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS COM, SURABAYA– Narasi soal dugaan “pecah kongsi” antara Eggi Sudjana dan Roy Suryo kembali mencuat dalam polemik tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Perbedaan sikap keduanya kini terlihat jelas.

Pihak Eggi Sudjana memilih mengakui keabsahan ijazah setelah melihat langsung bukti fisik, sementara kubu Roy Suryo tetap mempertahankan penyangkalan.

Kuasa hukum Eggi Sudjana, Elida Netti, mengungkap pengalaman emosionalnya saat menghadiri gelar perkara khusus di Polda Metro Jaya.

Dalam forum tersebut, penyidik membuka segel dan memperlihatkan dokumen asli Presiden kepada para pihak. Elida mengaku sangat terharu menyaksikan langsung dokumen yang selama ini diperdebatkan.

“Waktu map digunting, saya deg-degan. Ya Allah, akhirnya yang kita perdebatkan sekian tahun, sekarang ada sosoknya di depan mata. Saya melihat, saya merinding dan terharu,” ungkap Elida, dikutip dari YouTube Cumi-cumi, Jumat (19/12/2025).

Elida kemudian menceritakan detail proses pembukaan map barang bukti. Meski tidak diperbolehkan menyentuh langsung, ia dan rekan pengacaranya berusaha mengamati dari jarak dekat untuk memastikan keaslian ijazah tersebut. Dari pengamatannya, terdapat sejumlah ciri otentik yang menurutnya membantah tudingan pemalsuan.

“Saya tusuk (tahan) dengan ujung jari saya. Saya pegang, ada emboss (huruf timbul), ada watermark, dan ada lintasan stempel,” jelasnya.

Selain itu, kondisi fisik kertas yang tampak menua turut memperkuat keyakinannya. Elida menyebut bagian bawah dokumen sudah terlihat robek, menandakan usia kertas yang sudah lama.

“Di bagian bawahnya itu sudah robek-robek, mungkin karena sudah lama sekali. Kertas tua. Jadi bagi saya, itu adalah aslinya, bukan sekadar fotokopi,” tegasnya.

Menanggapi isu perpecahan dengan Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Dokter Tifa, Elida memberikan klarifikasi. Ia menegaskan tidak ada konflik personal, melainkan perbedaan posisi hukum.

Menurutnya, para terlapor berada dalam dua klaster hukum yang berbeda, dan Eggi Sudjana menempuh strategi hukum sendiri sebagai advokat maupun prinsipal.

“Bukan pecah belah atau saling meninggalkan. Bang Eggi punya alasan hukum dan konstruksi hukum sendiri. Kami mengajukan gelar perkara khusus ini untuk meminta tinjau ulang penetapan tersangka Bang Eggi,” terang Elida.

Elida juga menyoroti kondisi kesehatan Eggi Sudjana yang tengah memburuk akibat penyakit serius. Ia menyebut kliennya belum pernah menjalani pemeriksaan resmi sebagai tersangka, namun status hukumnya sudah dinaikkan.

“Bang Eggi belum pernah diperiksa sebagai tersangka, baru undangan klarifikasi. Itulah dasar kami memohon gelar perkara, agar status tersangkanya ditinjau ulang,” tambahnya.

Atas keterbukaan kepolisian dan kehadiran Ombudsman, Elida menyampaikan apresiasi. Ia menilai keputusan penyidik membuka barang bukti merupakan langkah berani untuk meredam kegaduhan publik.

“Apa salahnya dilihatkan? Sekarang sudah terbuka. Polisi mengambil langkah berani untuk membuka barang bukti demi transparansi. Alhamdulillah, kami bersyukur bisa melihat aslinya,” katanya.

Meski menyadari masih ada pihak yang belum sepenuhnya yakin, Elida mengajak masyarakat mengakhiri polemik ijazah ini. Ia berharap perhatian publik bisa dialihkan ke persoalan bangsa yang lebih mendesak.

“Polemik ini sudah berkepanjangan dan menguras energi. Kalau saya pribadi sudah puas melihatnya. Mari kita akur, jangan terlalu fokus pada ijazah, masih banyak masalah bangsa lain yang butuh perhatian, korupsi, dan bencana alam yang butuh perhatian kita,” pungkasnya.

Sebagai penutup, Elida mengajukan permohonan kemanusiaan agar pencekalan terhadap Eggi Sudjana dicabut, sehingga kliennya dapat melanjutkan pengobatan medis di luar negeri.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Penutupan Jombang Fest, Bupati Warsubi Bagikan Penghargaan Juara dan Santunan untuk Yatim Piatu

16 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Bupati Warsubi dan Danrem 082 Tinjau Operasi 8 Gerai KDKMP di Mojoagung dan Mojowarno

16 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Tibatiba Angin Berbalik Arah, Empat Relawan Tewas Terbakar Saat Padamkan Kebakaran Hutan Bromo

16 Oktober 2026 - 14:15 WIB

OTT ke 23 KPK Ringkus Bupati Klaten, Wajar Ismoyo: Warga Masyarakat Saya Mohon Maaf

16 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Terlibat Kasus OTT ATR/BTN Bogor, Hercules Serahkan Rp800 Juta kepada KPK

16 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Lantik Empat Wamen Baru, Kabinet Prabowo 112 Orang tapi Kabinet Dwikora Bung Karno Sebanyak132 Orang

15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Menelisik Akar Terorisme (69): Kekaisaran yang Tidak Terlihat

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Nekad Gadaikan Motor Teman, Pria Dukuhklopo Diringkus Polisi

15 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Trending di News