Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Dedi Mulyadi Minta Presiden Prabowo Cabut UU Pernyitaan Kendaraan Penunggak Pajak

badge-check


					Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, saat ini telah menghapuskan seluruh pajak tertunggak mobil dan motor di Jawa Barat, tercatat ada 6 juta penunggak di wilayahnya. Ia juga menyerukan kepada Presiden agar mencabut UU penyitaan kendaraan penunggak pajak. Instagram@dedimulyadi71 Perbesar

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, saat ini telah menghapuskan seluruh pajak tertunggak mobil dan motor di Jawa Barat, tercatat ada 6 juta penunggak di wilayahnya. Ia juga menyerukan kepada Presiden agar mencabut UU penyitaan kendaraan penunggak pajak. Instagram@dedimulyadi71

Penulis: Mayang Kresnaya Mahardhika  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDNEWS.COM, BANDUNG- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memohon dan menyerukan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mencabut undang-undang yang mengatur penyitaan kendaraan bagi penunggak pajak.

Permintaan ini muncul sebagai bagian dari kebijakan Dedi Mulyadi yang berfokus pada penghapusan kebijakan yang dianggap memberatkan masyarakat, terutama dalam hal pajak kendaraan.

Pernyataan permintaan Dedi Mulyadi untuk mencabut Undang-Undang penyitaan kendaraan bagi penunggak pajak disampaikan pada tanggal 19 Maret 2025.

Dalam pernyataannya, Dedi mengumumkan kebijakan untuk menghapus seluruh tunggakan pajak kendaraan bermotor bagi masyarakat yang belum membayar hingga tahun 2024.

Ia juga meminta agar masyarakat memperpanjang masa berlaku pajak kendaraannya setelah Hari Raya Idul Fitri, mulai dari 20 Maret hingga 6 Juni 2025

Dedi Mulyadi, yang baru saja dilantik sebagai Gubernur pada 20 Februari 2025, menekankan pentingnya pendekatan yang lebih manusiawi dalam pengelolaan pajak dan administrasi kendaraan.

Ia berargumen bahwa penyitaan kendaraan tidak hanya merugikan individu tetapi juga dapat berdampak negatif pada ekonomi lokal.

Melalui langkah ini, Dedi berharap dapat mendorong masyarakat untuk lebih patuh terhadap kewajiban pajak mereka tanpa merasa tertekan oleh ancaman penyitaan. Ini sejalan dengan visi kepemimpinannya yang ingin menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi yang lebih inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Dedi Mulyadi meminta pencabutan Undang-Undang penyitaan kendaraan bagi penunggak pajak dengan alasan utama untuk meringankan beban masyarakat yang mengalami kesulitan finansial.

Ia menjelaskan bahwa banyak warga yang menunggak pajak kendaraan karena tidak mampu membayar tunggakan sebelumnya, yang sering kali mengakibatkan utang semakin menumpuk. Dengan menghapus denda dan tunggakan, Dedi berharap masyarakat dapat lebih mudah memenuhi kewajiban pajaknya di masa depan.

Dedi juga mencatat bahwa hampir 6 juta wajib pajak di Jawa Barat memiliki tunggakan, dan dengan kebijakan ini, ia berupaya untuk meningkatkan kepatuhan pajak serta menghasilkan pendapatan daerah yang signifikan.

Ia mengusulkan bahwa lebih baik mendapatkan pembayaran kecil yang terjangkau daripada menunggu pembayaran besar yang sulit dipenuhi oleh masyarakat. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan memudahkan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajaknya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jatim Siapkan Progam Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Mulai 1-31 Agustus 2026

31 Juli 2026 - 18:39 WIB

Kamu Tanya 10-50 Pertanyaan, AI Butuh Minum Segelas Air 500 Ml

31 Juli 2026 - 18:20 WIB

Kata ESDM Soal Penyesuaian Harga Dex Series hingga Pertamax Besok

31 Juli 2026 - 17:24 WIB

PLN Tambah Stasiun Pengisian Daya Mobil Listrik di Tol Solo-Ngawi

31 Juli 2026 - 17:11 WIB

Rp124 Miliar Macet di KPRI Sejahtera, Bupati Jombang Warsubi Minta Apraisal dari Tim Independen

31 Juli 2026 - 14:54 WIB

Bupati Probolinggo dan Suami Anggota DPR RI Dituntut 6 Tahun Penjara, Wajib Kembalilan Uang Rp147 M

31 Juli 2026 - 11:41 WIB

Menelisik Akar Terorisme (43): Para Budak Pun Merantai Dirinya Sendiri

31 Juli 2026 - 09:56 WIB

Daftar Lengkap Harga Emas Tiga Jenama Pegadaian pada Kamis

30 Juli 2026 - 19:07 WIB

Reskrim Polres Jombang Mulai Selidiki KPRI Sejahtera, Kasus Dana Rp124 Miliar Tidak Cair

30 Juli 2026 - 19:00 WIB

Trending di News