Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

BMKG Pantau Tiga Bibit Siklon Tropis, Waspada Cuaca Ekstrem di Indonesia

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau kemunculan tiga bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia. Fenomena tersebut berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani mengatakan, oemantauan dilakukan secara intensif oleh Tropical Cyclone Warning Center Jakarta. Hingga pukul 07.00 WIB, Rabu, 4 Maret 2026, teridentifikasi tiga sistem aktif di sekitar wilayah Indonesia.

“Bibit Siklon Tropis 90S berada di Samudra Hindia selatan Banten dan Jawa Barat. Sementara 93S di barat laut Australia dan 92P di Teluk Carpentaria selatan Papua Selatan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.

Ia mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak tidak langsung dari sistem tersebut. Dampak yang mungkin terjadi antara lain genangan, angin kencang, dan gangguan aktivitas masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat hanya merujuk pada kanal resmi BMKG. Hal itu penting untuk menghindari informasi keliru atau hoaks terkait kondisi cuaca,” katanya.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani menjelaskan, Bibit Siklon Tropis 90S berpeluang berkembang menjadi siklon. Peluang tersebut diperkirakan terjadi dalam rentang 24 hingga 48 jam ke depan.

“Bibit siklon 93S dan 92P memiliki peluang lebih rendah untuk berkembang. Namun ketiganya tetap memengaruhi kondisi cuaca dan perairan Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, kemunculan sistem tersebut meningkatkan gradien tekanan udara yang memperkuat kecepatan angin permukaan. Kondisi itu juga memicu pemusatan massa udara di sejumlah wilayah Indonesia.

“Kondisi ini diperkuat suhu muka laut hangat di perairan selatan dan timur Indonesia. Selain itu terbentuk pertemuan angin sepanjang Bali hingga Nusa Tenggara Timur,” katanya.

BMKG memprakirakan hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah berikut:

Banten
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur

Potensi angin kencang juga diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah antara lain:

Banten
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
DI Yogyakarta
Bali
Lampung
Maluku
Sulawesi Selatan
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Pesisir selatan Papua Selatan

Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani mengatakan, peningkatan angin juga memengaruhi kondisi perairan. Masyarakat diminta mewaspadai gelombang sedang hingga tinggi di beberapa wilayah laut Indonesia.

Gelombang kategori sedang hingga tinggi diperkirakan terjadi di wilayah berikut:

Laut Flores
Laut Banda
Selat Sunda
Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai

Sementara gelombang tinggi berpotensi terjadi di wilayah berikut:

Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung
Samudra Hindia selatan Banten hingga Bali
Laut Sawu
Perairan selatan Nusa Tenggara Barat
Perairan selatan Nusa Tenggara Timur
Laut Arafura

“BMKG akan terus memantau perkembangan sistem tersebut secara intensif. Informasi terbaru akan disampaikan secara berkala kepada masyarakat,” ujarnya.

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Nelayan dan pengguna transportasi laut diminta memperhatikan informasi prakiraan gelombang sebelum berlayar.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Korban PHK Masih Dapat Gaji Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya

16 Juni 2026 - 20:36 WIB

KA Pandalungan 2 Relasi Gambir-Jember Mulai 18 Juni, Diskon 30 Persen

15 Juni 2026 - 20:32 WIB

Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Pekan Ketiga Juni 2026, Ini Daftar Lengkapnya

15 Juni 2026 - 20:18 WIB

Kemnaker Buka Pelatihan Kaigo dan Magang di Jepang

14 Juni 2026 - 20:28 WIB

Harga Anjlok, Peternak Ayam Rugi Ratusan Juta

14 Juni 2026 - 19:45 WIB

REI: Kenaikan BI Rate Jadi Pukulan Telak bagi Properti Nonsubsidi

12 Juni 2026 - 19:19 WIB

ESDM Pastikan Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tidak Akan Naik

11 Juni 2026 - 19:59 WIB

Harga Pangan Hari Ini, Beras dan Minyak Kompak Naik

11 Juni 2026 - 19:47 WIB

Peternak Telur Sambut Positif Penguatan HAP Rp 26.500 per Kg

10 Juni 2026 - 15:09 WIB

Trending di Nasional