Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Berebut Makan Gratis di Acara Pernikahan Anak Dedy Mulyadi, Tiga Orang Meninggal Dunia

badge-check


					Terjadi insiden tiga orang meninggal, pada saat  berebut makan gratis  pada acara pesta pernikahan  putra Dedi Mulyadi, bernama Maulan Akbar Mulyadi dengan wakil bupati Garut, jawa Barat, Putri Karlina, Jumat 18 Juli 2025, di pendopo Pemkab Gartut, Jawa Barat. Foto: kolase/net Perbesar

Terjadi insiden tiga orang meninggal, pada saat berebut makan gratis pada acara pesta pernikahan putra Dedi Mulyadi, bernama Maulan Akbar Mulyadi dengan wakil bupati Garut, jawa Barat, Putri Karlina, Jumat 18 Juli 2025, di pendopo Pemkab Gartut, Jawa Barat. Foto: kolase/net

Penulis: Mayang K. Mahardhika  |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, GARUT- Insiden tragis yang menewaskan tiga orang terjadi pada saat  pesta pernikahan putra sulung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Maula Akbar Mulyadi Putra, yang menikah dengan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina.

Peristiwa ini terjadi di Pendopo Kabupaten Garut pada Jumat, 18 Juli 2025, siang saat acara makan gratis yang merupakan bagian dari resepsi pernikahan tersebut.

Kejadian bermula ketika pintu masuk pendopo dibuka dan massa yang hadir memadati lokasi acara berusaha masuk secara bersamaan sehingga menyebabkan kerumunan dan desakan yang sangat padat.

Situasi ini menjadi tidak terkendali dengan saling dorong dan terjadi insiden terinjak-injak terutama di pintu barat Alun-alun Garut. Banyak orang, termasuk anak-anak, terjatuh dan pingsan akibat berdesakan tersebut.

Korban jiwa yang meninggal terdiri dari tiga orang yaitu:

* Vania Aprilia, anak berusia 8 tahun warga Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota,

* Dewi Jubaedah, wanita berusia 61 tahun,

* Bripka Cecep Saeful Bahri (39), anggota Polres Garut yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas dan sedang membantu mengatur situasi saat kerumunan terjadi.

Bripka Cecep sebelumnya menangani beberapa orang yang pingsan akibat desakan massa, kemudian setelah situasi dianggap kondusif, ia duduk untuk beristirahat dan tiba-tiba pingsan lalu meninggal dunia di lokasi.

Kericuhan ini diduga akibat antusiasme warga yang ingin menghadiri pesta rakyat sekaligus menikmati makanan gratis sehingga menyebabkan kepadatan yang berbahaya dan berujung tragedi.

Polisi dan Satpol PP yang berjaga berusaha mengendalikan dan mengevakuasi korban namun insiden tak terhindarkan.

Selain korban meninggal, terdapat sekitar 14 orang mengalami luka-luka akibat kericuhan dan desakan tersebut dan mendapat perawatan medis.

Sebagai bentuk empati dan penghormatan, Gubernur Dedi Mulyadi menjanjikan santunan kematian sebesar Rp150 juta per keluarga korban meninggal dunia.

Secara resmi, Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap kronologi dan penyebab pasti insiden ini.

Tragedi tiga orang meninggal terjadi akibat kerumunan berdesakan dan tidak terkendali saat masyarakat hendak memasuki lokasi pesta pernikahan anak Gubernur Jawa Barat,  Dedi Mulyadi yang menyediakan makan gratis, dengan korban termasuk seorang anak kecil dan anggota polisi yang bertugas pengamanan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga Rp 1,340 Triliun, Pesawat Pembom Legendaris Boeing B‑52 Stratofortress Jatuh

17 Juni 2026 - 00:01 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap

16 Juni 2026 - 20:50 WIB

Korban PHK Masih Dapat Gaji Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya

16 Juni 2026 - 20:36 WIB

Bukan Cuma Surat, Pencuri Datangi Korban Berdamai di Depan Polisi Polsek Pungging Mojokerto

16 Juni 2026 - 17:59 WIB

Kejadian menari, tersangka pelaku pencurian Pungging Mojokerto, mereka berdamai. Suwandi, memaafkan pelaku, dan ikhlas memaafkan plekai sekaligus mencabut laporan

Gempa Magnetudo 6.7 Guncang Sulawesi Tengah, Lokasi Darat 23 Km dari Palu

16 Juni 2026 - 16:21 WIB

Gempa berkekuatan magnetudo, guncang wilayah Sulawesi Tengah, tidak menimbulkan tsunami. Beberapa laporan rumah roboh, korban berjatuhan. Foto: ist

KA Pandalungan 2 Relasi Gambir-Jember Mulai 18 Juni, Diskon 30 Persen

15 Juni 2026 - 20:32 WIB

Menelisik Akar Terorisme (19): Betapa Kejam dan Kelam Perang Daud

15 Juni 2026 - 20:19 WIB

Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Pekan Ketiga Juni 2026, Ini Daftar Lengkapnya

15 Juni 2026 - 20:18 WIB

Nekad Maling Motor, Dua Remaja Diringkus Polisi

15 Juni 2026 - 12:52 WIB

Trending di News