Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Antarina: Beberkan Tujuan Sekolah, Bukan Hanya Cari Nilai

badge-check


					Antarina: Beberkan Tujuan Sekolah, Bukan Hanya Cari Nilai Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, SURABAYA– Antarina S. F. Amir, Founder & CEO HighScope Indonesia sekaligus penulis Life Skills For All Learner, menegaskan lewat unggahan Instagram pada 15 Januari 2025 bahwa tujuan sekolah tidak berhenti pada pencapaian nilai. Ia membuka dengan pertanyaan reflektif: “kenapa sih orang harus sekolah, mau dapat nilai.”

Menurutnya, pendidikan adalah proses membangun kapasitas pengambilan keputusan. “Orang harus sekolah itu karena belajar mengambil keputusan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bagaimana otak berkembang dari survival brain ke emotional brain hingga thinking brain, di mana neokorteks terbentuk melalui latihan membuat keputusan.

Contoh konkret ia ambil dari jenjang perguruan tinggi: mahasiswa S1 mempelajari konsep seperti supply and demand yang menjadi kerangka berpikir dalam menentukan harga atau menilai keuntungan.

Pemahaman tentang cost and benefit maupun segmentasi pasar, lanjutnya, membuat keputusan lebih terstruktur dibanding sekadar mengikuti naluri. Tanpa konsep, keputusan bisnis sering hanya berangkat dari alasan sederhana “kelihatannya rame” tanpa analisis.

Antarina menekankan pentingnya fondasi sejak pendidikan dasar. Dari preschool hingga SMA, anak perlu dilatih membuat pilihan yang tepat, mampu menjelaskan tujuan proyek atau pekerjaan, serta menyadari manfaatnya bagi masyarakat.

Ia menutup dengan penegasan praktis: “Kriteria itu kita ajarkan ke anak-anak bahwa itu harus menjadi satu dasar di dalam pengambilan kerjaan.”

Pandangan ini menantang paradigma nilai semata dan mendorong kurikulum agar menempatkan pengambilan keputusan serta pemahaman konsep sebagai kompetensi inti, bukan sekadar pelengkap..***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wali Murid Tolak Sumbangan SMAN 1 Jombang, Wibisono: Hapuskan Seluruh Pungutan di Sekolah!

16 September 2026 - 15:05 WIB

Polres Jombang Perkuat Literasi dan Etika Penggunaan AI bagi Pelajar SMA Negeri Jogoroto

16 September 2026 - 13:48 WIB

Respon Keresahan Warga, Polisi Jombang Sita Ratusan Botol Miras 

16 September 2026 - 13:28 WIB

Ratusan Mahasiswa UINSA Aksi Demo Tolak Muzaki Jabat Rektor Periode II

16 September 2026 - 13:24 WIB

Saat Diringkus KPK, Gus Arif: Bukan Milik Saya, Uang Ini Milik Menteri Yusron Wahid

16 September 2026 - 09:18 WIB

4 Tersangka OTT BPN Bogor adalah Orang Kepercayaan Menteri Nusron Wahid

16 September 2026 - 06:55 WIB

Update KM Virgo 8: 107 Selamat, 6 Meninggal, 130 Dalam Pencarian

16 September 2026 - 05:11 WIB

Warga Bali Ledo Usung Jenazah Jowa Tana, Demo ke Polres Sumba Barat Polisi Keluarkan Tembakan

15 September 2026 - 22:05 WIB

Konpres KPK OTT di ATR/BTN Bogor: Tetapkan 3 Tersangka, Sita Uang Tunai Rp106,3 Miliar

15 September 2026 - 20:39 WIB

Trending di News