Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Anggaran Pembangunan SR Tidak Transparan, Dwi Setiawan: Nilai Belum Final tetapi Pekerjaan Jalan Terus

badge-check


					Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Jombang sedang dikebut, progresnnya lebih cepat dari perencanaan. Foto: kredonews.com/ elok apriyanto Perbesar

Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi di Jombang sedang dikebut, progresnnya lebih cepat dari perencanaan. Foto: kredonews.com/ elok apriyanto

Penulis: Elok Apriyanto   |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG– Ramai sorotan mengenai ketidak transparan anggaran pelaksanaan pembangunan sekolah rakyat di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendapat respon dari pihak pelaksana pekerjaan proyek strategis negara (PSN) tersebut.

Site Manager PT Waskita Karya, Dwi Setiawan, menegaskan bahwa nilai pekerjaan di masing-masing lokasi Sentra Rehabilitasi (SR) termasuk pembangunan Sekolah Rakyat Tepadu hingga saat ini belum bersifat final.

Nilai yang benar-benar mengikat dalam pelaksanaan proyek tersebut adalah nilai kontrak, bukan nilai sementara per lokasi.

Hal itu disampaikan Dwi Setiawan menanggapi dinamika progres pekerjaan konstruksi di lapangan yang masih terus berjalan.

“Untuk nilai di masing-masing lokasi SR memang belum menjadi nilai perolehan yang final. Bilamana nanti pekerjaan telah 100 persen dan dilakukan alih status ke Kementerian Sosial, kami akan sampaikan secara rinci nilainya,” ujar Dwi Setiawan, Sabtu (31/1/2026).

Ia menjelaskan, selama proses konstruksi berlangsung, pelaksanaan pekerjaan di lapangan bersifat dinamis, sehingga sangat dimungkinkan terjadi perbedaan antara nilai awal per lokasi dengan nilai saat progres mencapai 100 persen.

“Pelaksanaan konstruksi di lapangan sangat dinamis. Sangat mungkin nilai awal di masing-masing lokasi berbeda dengan nilai progres saat 100 persen,” jelasnya.

Karena itu, Dwi menegaskan bahwa nilai kontrak menjadi satu-satunya acuan hukum dan administratif yang mengikat seluruh pekerjaan proyek SR tersebut.

“Jadi yang mengikat adalah nilai kontrak, bukan nilai di masing-masing lokasi SR. Konsolidasinya ya kontraknya,” tegasnya.

Menurut Dwi, penegasan mengenai konsolidasi nilai kontrak ini juga telah disampaikan secara resmi kepada Tim Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) Kejaksaan Agung maupun Tim PPS Kejaksaan Tinggi Jawa Timur saat kegiatan ekspose.

“Hal ini juga sudah kami sampaikan ke Tim PPS Kejagung dan Tim PPS Kejati Jatim saat ekspose,” pungkasnya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

APINDO Jombang Siap Bangun Rumah Janda Sulasih Warga Sambong Duran dalam Tempo Satu Bulan

31 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Menelisik Akar Terorisme (75): Martin Luther King Korban Keganasan Klan

31 Oktober 2026 - 06:20 WIB

Truk Angkut Bunga Angrek Terbakar, BPBD Jombang Puji Bantuan Warga Plumbon Gambang

31 Oktober 2026 - 05:40 WIB

PIHPS Catat Harga Cabai di Jatim Turun Tajam, Rawit Merah Kini Rp45 Ribu per Kg

30 Oktober 2026 - 19:22 WIB

BMKG Ungkap Musim Hujan di Jawa Timur akan Berlangsung Selama Empat Bulan Saja

30 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Gubernur Khofifah Buka 4.807 Lowongan Kerja di Job Fair Inklusif 2026

29 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Pemerintah Siapkan Hadiah Rp1 Triliun bagi Pemprov dan Pemkab/ Pemkot Pendukung MBG Terbaik

29 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Polres Jombang Ringkus 17 Pelaku Kriminal

29 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Wasev Sterad Mabes TNI Turun ke Klitih Plandaan Meninjau dan Evaluasi TMMD 130

29 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Trending di News