Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

200 Siswa dan Guru SMKN 1 Boyolangu Tulungagung Keracunan MBG

badge-check


					Keracunan makanan MBG kini menimpa sekitar 200 siswa dan guru SMKN Boyolangu, Tulungagung, Rabu 16 September 2926. Foto: ist Perbesar

Keracunan makanan MBG kini menimpa sekitar 200 siswa dan guru SMKN Boyolangu, Tulungagung, Rabu 16 September 2926. Foto: ist

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, TULUNGAGUNG — Lebih dari 200 siswa dan guru di SMKN 1 Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengalami gejala sakit perut, mual, dan diare usai menyantap makan siang program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu, 16 September 2026.

Insiden ini menjadi gelombang kedua kasus dugaan keracunan terkait program tersebut di daerah yang sama dalam kurun waktu kurang dari dua bulan.

Menu yang disajikan hari itu terdiri dari nasi daun jeruk, ayam goreng lalapan, sambal, dan buah anggur.

Tak lama setelah makanan disantap, ratusan warga sekolah mulai mengeluhkan keluhan yang serupa.

Mereka dibawa secara bertahap ke Puskesmas Boyolangu dan RSUD Imanuel Tulungagung untuk mendapatkan penanganan medis.

“Alhamdulillah kondisinya berangsur membaik. Sebagian besar sudah boleh pulang ke rumah masing-masing,” ungkap salah satu petugas medis.

Satgas MBG Kabupaten Tulungagung bersama Dinas Kesehatan segera turun ke lokasi.

Sampel sisa makanan telah diambil untuk dikirim ke laboratorium guna memastikan penyebab pasti.

Pendataan jumlah korban masih terus dilakukan hingga Kamis, 17 September 2026.

 

Rejotangan

Insiden ini mengingatkan pada kasus serupa yang terjadi pada Juli 2026 di Kecamatan Rejotangan, Tulungagung. Saat itu, lebih dari 100 siswa dari berbagai sekolah menjadi korban dugaan keracunan dari penyedia SPPG Pakisrejo.

Hasil uji laboratorium kemudian menemukan kontaminasi bakteri pada sampel makanan.

Temuan mengejutkan: dapur penyedia tersebut ternyata belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), namun tetap diizinkan menyuplai makanan ke sekolah-sekolah.

Masyarakat Tulungagung kini semakin khawatir. Jika kasus yang sama berulang di tempat yang berbeda, pertanyaannya bukan lagi sekadar “apa yang salah hari ini”, melainkan “apakah sistem pengawasan terhadap seluruh penyedia makanan di Tulungagung benar-benar berjalan sebagaimana mestinya”.

Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari BGN Pusat maupun pemerintah daerah terkait langkah evaluasi menyeluruh atas insiden berulang ini.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

9 Siswa SDN 3 Kampungdalem Kediri Dibawa ke Puskesnas dan RS Gambiran

17 September 2026 - 17:07 WIB

77 Siswa dan Guru di Trenggalek Keracunan MBG, Dapur SPPG Disuspend 30 Hari

17 September 2026 - 16:40 WIB

KPK Geledah Kantor Pusat Dirjen ATR/BPN, Ini Daftar 8 Tersangka OTT Bogor

17 September 2026 - 15:36 WIB

Wali Murid Tolak Sumbangan SMAN 1 Jombang, Wibisono: Hapuskan Seluruh Pungutan di Sekolah!

16 September 2026 - 15:05 WIB

Polres Jombang Perkuat Literasi dan Etika Penggunaan AI bagi Pelajar SMA Negeri Jogoroto

16 September 2026 - 13:48 WIB

Respon Keresahan Warga, Polisi Jombang Sita Ratusan Botol Miras 

16 September 2026 - 13:28 WIB

Ratusan Mahasiswa UINSA Aksi Demo Tolak Muzaki Jabat Rektor Periode II

16 September 2026 - 13:24 WIB

Saat Diringkus KPK, Gus Arif: Bukan Milik Saya, Uang Ini Milik Menteri Yusron Wahid

16 September 2026 - 09:18 WIB

4 Tersangka OTT BPN Bogor adalah Orang Kepercayaan Menteri Nusron Wahid

16 September 2026 - 06:55 WIB

Trending di News