Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, TRENGGALEK — Sebanyak 77 siswa dan guru dari SMP Global dan MA Global di Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, mengalami gejala sakit perut dan diare usai menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa terjadi pada Senin, 14 September 2026, dengan keluhan mulai dilaporkan pada Selasa, 15 September 2026.
Rinciannya, 43 orang berasal dari SMP Global dan 34 orang lainnya dari MA Global.
Semua mengalami keluhan serupa: sakit perut, mual, dan diare tak lama setelah menyantap makan siang. Mereka dibawa ke Puskesmas Karangan untuk mendapatkan penanganan medis.
“Alhamdulillah kondisinya membaik. Tidak ada yang harus dirawat inap, semua sudah boleh pulang,” ujar seorang petugas puskesmas.
Makanan hari itu disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangan yang dikelola Yayasan Mulia Hiroku Gakkou.
Menu yang disajikan terdiri dari nasi putih, ayam bumbu rendang tanpa santan, acar mentimun dan wortel, tempe goreng, serta potongan buah melon.
Sebagai langkah cepat, Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek telah mengambil sampel sisa makanan untuk dikirim ke laboratorium di Surabaya guna memastikan penyebab pasti.
Sementara itu, Satgas MBG Kabupaten Trenggalek telah memutuskan untuk menghentikan sementara operasional dapur penyedia tersebut selama 30 hari terhitung mulai 16 September 2026.
Keputusan ini diambil sebagai langkah pencegahan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan keputusan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat.
“Kita belum bisa memastikan penyebabnya sebelum hasil lab keluar. Namun demi keamanan dan ketenangan warga sekolah, sementara ini dapur tersebut kita hentikan kegiatannya,” ungkap koordinator Satgas MBG Trenggalek.
Insiden ini menambah daftar panjang dugaan keracunan terkait program MBG di berbagai daerah. Masyarakat berharap penelusuran transparan dan tindakan tegas segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.**

















