Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, RIYADH— Kelompok Houthi (Ansar Allah) Yaman resmi mengklaim bertanggung jawab atas serangan menggunakan rudal balistik dan pesawat tanpa awak (drone) terhadap Bandara Internasional Abha, wilayah Asir, Arab Saudi, Senin malam, 13 Juli 2026.
Serangan ini disebut sebagai balasan atas serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi yang sebelumnya menghantam Bandara Internasional Sana’a, ibu kota Yaman.
Fakta di Lapangan
Benar terjadi serangan: Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengonfirmasi ada upaya serangan terhadap infrastruktur sipil di wilayah selatan negara itu.
Sistem pertahanan udara Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan sebagian sasaran di udara, namun beberapa pecahan rudal dan drone jatuh di area landasan serta fasilitas pendukung bandara.
Belum ada laporan resmi korban tewas; dilaporkan 7 orang mengalami luka ringan akibat pecahan material dan kepanikan, semuanya telah mendapatkan perawatan medis.
Kerusakan fasilitas sebagian pagar pembatas, fasilitas penerangan landasan, dan bangunan penunjang mengalami kerusakan sedang; tidak ada kerusakan parah pada bangunan terminal utama.
Semua penerbangan dihentikan sementara sejak pukul 20.45 waktu setempat untuk evakuasi dan pemeriksaan keamanan.
Layanan baru dibuka kembali secara bertahap mulai pukul 06.00 hari Selasa (14/7), namun tetap berjalan dengan pengawasan ketat.
Jubir Houthi
Juru Bicara Militer Houthi, Yahya Saree membenarkan telah melakukan serangan rual dan drone ke wilayah sekatan Saudi.
“Serangan ini sebagai respons terhadap serangan teroris koalisi Saudi ke Bandara Sana’a. Kami memperingatkan seluruh maskapai penerbangan internasional untuk menghindari wilayah udara Arab Saudi sampai blokade udara dan darat terhadap Yaman dicabut sepenuhnya,” ujarnya.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Arab Saudi, “Kami menolak tegas serangan terhadap fasilitas sipil. Ini pelanggaran hukum kemanusiaan internasional. Kami berhak mengambil langkah balasan yang diperlukan untuk melindungi rakyat dan wilayah kami.”
Konteks
– Serangan ini menandai berakhirnya masa relatif tenang sejak gencatan senjata yang disepakati tahun 2022, dan membuka potensi eskalasi kembali ke tingkat intensitas tinggi.
– Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) mengeluarkan peringatan keamanan tingkat tinggi bagi rute penerbangan di wilayah selatan Laut Merah dan udara Arab Saudi bagian selatan.
– PBB dan negara penengah seperti Oman serta Uni Emirat Arab segera menyerukan kedua belah pihak untuk menahan diri dan kembali ke jalur perundingan damai.**

















