Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Dr Lee Woo Guan: Robot dan Kecanggihan Teknologi Hanya Membantu, Peran Dokter Tetap Nomor Satu

badge-check


					Tampak , dr. Kenny Yeap Kim Pey, Regional Chief Executive Officer (CEO) KPJ Healthcare Wilayah Malaysia Timur, CEO Bhinneka Life Benny Indra, dr. Lee Woo Guan, dr. Wong Chung Chek beserta jajaran direksi KPJ Kuching dan Bhinneka Life. (Foto: KREDONEWS.COM/ Hadi S Purwanto) Perbesar

Tampak , dr. Kenny Yeap Kim Pey, Regional Chief Executive Officer (CEO) KPJ Healthcare Wilayah Malaysia Timur, CEO Bhinneka Life Benny Indra, dr. Lee Woo Guan, dr. Wong Chung Chek beserta jajaran direksi KPJ Kuching dan Bhinneka Life. (Foto: KREDONEWS.COM/ Hadi S Purwanto)

Penulis: Tansyafira Libas Tirani | Editor: Hadi S Purwanto

KREDONEWS.COM, JAKARTA – Ahli bedah ortopedi dari Kelompok Pengobat Johor (KPJ) Kuching Specialist Hospital, Malaysia dr. Lee Woo Guan menyatakan, keberadaan robot dan kecanggihan teknologi sifatnya hanya membantu kerja dokter dan tidak bisa menggantikan peran dan keahlian dokter.

“Robot dan AI hanya membantu kerja dokter, tapi tidak bisa mengganti keahlian dokter,” kata dr. Lee Woo Guan dalam acara Health Talk Specialist Orthopedic, Sabtu (27/06/2026) malam.

Acara bertajuk “Mobilitas Aktif di Usia Emas” itu merupakan kerja bareng antara KPJ Kuching Specialist Hospital Malaysia dan Bhinneka Life Indonesia dengan menghadirkan dokter ahli ortopedi dari Malaysia, yakni dr. Lee Woo Guan dan dr. Wong Chung Chek.

Hadir pada acara itu, dr. Kenny Yeap Kim Pey, Regional Chief Executive Officer (CEO) KPJ Healthcare Wilayah Malaysia Timur, Nor Azlina Jemain, CEO Kuching Specialist Hospital, Benny Indra CEO Bhinneka Life dan sejumlah petinggi KPJ Kuching dan Bhinneka Life.

Sekitar 100 undangan dengan seksama menyimak paparan dr. Lee Woo Guan dan dr. Wong Chung Chek sampai akhir.

Dr. Lee menjelaskan, robot atau peralatan berteknologi canggih bisa saja dibeli dengan mudah, tetapi semua peralatan itu tidak bisa menggantikan peran dokter. Semua alat itu tetap butuh dokter ahli yang bisa mengoperasikan, karena peran dokter tetap sentral dan tidak bisa digantikan oleh alat apapun.

“Banyak robot dibeli, tetapi ketika dioperasikan malah sering terjadi mis, terjadi komplikasi, karena dokter tidak bisa mengoperasikan dengan baik,” papar dr. Lee.

Ahli Ortopedi dr. Lee Woo Guan (Foto: KREDONEWS.COM/ Hadi S Purwanto)

Lebih jauh dr. Lee memaparkan, robot atau alat berteknologi canggih hanya bersifat membantu, mengukur lebih presisi, tetapi tidak bisa menggantikan sepenuhnya kerja dan keahlian dokter.

Menurutnya, mis dan komplikasi itu sering terjadi karena ketidakmampuan dokter dalam mengoperasikan robot dan peralatan berteknologi canggih. Dr. Lee juga mengaku sering melakukan ‘restorasi’ dari hasil operasi yang kurang berhasil.

 

Robotik Sangat Mendukung

Sementara dr. Wong Chung Chek, konsultan Ahli Bedah Ortopedi dan Tulang Belakang, menyatakan teknologi navigasi robotik sangat mendukung keselamatan, efisiensi, dan akurasi tinggi saat prosedur tulang belakang.

“Teknologi seperti Brainlab Kick Navigation System yang digunakan memberikan penduan secara langsung dan visualisasi 3D yang sangat akurat dari anatomi tulang pasien,” papar dr. Wong Chung Chek.

Ditambahkan dr. Wong, robotik membantu ahli bedang menavigasi struktur tulang belakang yang rumit dan menempatkan implant (seperti skrup) dengan sangat presisi, sehingga meminimalkan Risiko pada jaringan saraf,” ujarnya.

Ahli Ortopedi spesialis tulang belakang, dr. Wong Chung Chek (Foto: KREDONEWS.COM/ Hadi S Purwanto)

Menurutnya, teknologi ini memberi tingkat akurasi yang sangat tinggi dan menghasilkan prosedur yang lebih aman, komplikasi lebih minim, dan pemulihan pasien yang lebih baik.

Dr. Wong menyontohkan, bagaimana kasus scoliosis bisa ditangani lebih baik dengan bantuan robotik.

Dr. Kenny Yeap Kim Pey, Regional Chief Executive Officer (CEO) KPJ Healthcare Wilayah Malaysia Timur mengatakan bahwa acara seperti ini sangat penting dan hendaknya bisa berkesinambungan.

“Kami ingin kerjasama seperti ini bisa terus dijalin untuk masa-masa yang akan datang,” kata dr. Kenny.

Benny Indra, CEO Bhinneka Life menyatakan betapa pentingnya arti Kesehatan. Acara yang digelar KPJ Kuching dan Bhinneka Life ini dinilai sangat bermanfaat.

“Acara ini benar-benar sangat bermanfaat, sehingga kita tahu bagaimana pentingnya arti Kesehatan,” tutur Benny Indra.

Khristina Kencana, perwakilan resmi KPJ Healthcare di Indonesia mengatakan, acara sangat bermanfaat dan menjadi referensi bagi calon pasien atau masyarakat luas.

Dikatakan Khristina, pasien dari Indonesia bisa melakukan konsultasi online sebelum berangkat melakukan treatment. Pasien bisa menghubungi saluran WhatsApp +62 812 8962 2999.

“Semua layanan kami bebas biaya alias gratis. Kami akan mendampingi pasien mulai sebelum berangkat, saat berada di rumah sakit sampai Kembali ke tanah air,” papar Khristina.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

5 Jurusan Kuliah dengan Jumlah Pengangguran Terbanyak di Indonesia

12 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Harga Pertalite Dijamin Tidak Naik sampai Desember 2026

12 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Kapal Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, 1 Penumpang Meninggal

12 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Fatwa MUI: Pria Haram Berpakaian Wanita dan Sebaliknya saat Rayakan 17 Agustus

11 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Alasan SPAI Tolak Status Ojol jadi UMKM, Sudah Ada UU

11 Agustus 2026 - 19:39 WIB

Diskon Khusus Bus Trans Jatim di HUT RI ke-81

11 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Festival Gambus Misri Muncul di Sumobito setelah 40 Tahun Menghilang

11 Agustus 2026 - 16:17 WIB

Bupati Warsubi Lantik Pusoko Jadi Kades Antar Waktu Sumberteguh Kudu

11 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Dugaan Permintaan Aborsi Seret Runner-up Raka Raki Jatim 2026, Begini Respons Pemkot Surabaya

10 Agustus 2026 - 20:54 WIB

Trending di Nasional