Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

KDM Bikin Sayembara Berhadiah Rp750 Juta bagi yang Bisa Tunjukkan Keberadaan Aman Yani

badge-check


					Gubernur Dedi Mulyadi dan adik Aman Yani. KDM pun mengeluarka sayembara berhadiah Rp 750 juta bagi siapa saja yang bisa menunjukkan keberadaan Aman Yani. Foto: instagram@dedimulyadi71 Perbesar

Gubernur Dedi Mulyadi dan adik Aman Yani. KDM pun mengeluarka sayembara berhadiah Rp 750 juta bagi siapa saja yang bisa menunjukkan keberadaan Aman Yani. Foto: instagram@dedimulyadi71

Penulis: Mayang K. Mahardhika | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, BANDUNG – Langkah berani dan tak biasa diambil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam mengungkap kasus yang kian pelik dan menyita perhatian publik.

Kang Dedi—sapaan akrabnya—secara resmi mengumumkan sayembara berhadiah uang tunai sebesar Rp750.000.000 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah) bagi siapa saja warga masyarakat yang bisa memberikan informasi akurat, petunjuk, hingga berhasil menemukan keberadaan seseorang bernama Aman Yani.

Laki-laki tersebut diketahui berstatus pensiunan pegawai Bank BJB, yang keberadaannya menghilang dan tak diketahui rimbanya sejak tahun 2016 silam.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Gubernur Dedi Mulyadi dalam keterangannya kepada awak media, Rabu, 20 Mei 2026.

Langkah ini diambil karena Aman Yani kini menjadi sosok kunci dan pusat dari rangkaian peristiwa hukum besar, sekaligus menjadi orang yang disebut-sebut sebagai otak utama di balik kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu, serta dugaan penyalahgunaan dana pensiun yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

“Saya buka sayembara. Siapa saja yang bisa menemukan, memberi petunjuk, atau tahu di mana keberadaan Aman Yani dan nanti terbukti benar, saya berikan hadiah Rp750 juta tunai dari uang pribadi saya. Saya pastikan aman, terima kasih, dan langsung dibayarkan saat itu juga,” tegas Dedi Mulyadi dengan nada serius.

Mengapa Dicari?

Aman Yani diketahui mantan pejabat dan pensiunan Bank BJB cabang Indramayu.

Namanya kembali meledak dan jadi sorotan setelah dua terdakwa kasus pembunuhan warga Paoman, Indramayu—yakni Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan—secara gamblang menyebut nama Aman Yani sebagai dalang atau pelaku utama yang memerintahkan tindakan kejahatan tersebut.

Selain itu, terungkap fakta mengejutkan: meski sudah dinyatakan hilang sejak sepuluh tahun lalu, dana pensiun atas nama Aman Yani ternyata masih cair dan aktif hingga sekarang.

Setiap bulan masuk sekitar Rp3,2 juta rupiah, dan sempat ditarik dana awal sebesar 20 persen atau sekitar Rp114 juta rupiah, yang kemudian dipindahkan ke rekening lain.

Diduga kuat uang itu diambil pihak lain dengan cara memalsukan identitas dan dokumen, padahal pemiliknya tak pernah terlihat lagi sejak 2016.

“Ada uang pensiunnya yang terus diambil orang lain, ada dugaan pemalsuan KTP dan dokumen, dan dia disebut-sebut dalam kasus pembunuhan. Kalau dia tidak ditemukan, kebenaran tidak akan terungkap, hukum tidak bisa berjalan adil. Makanya saya buka sayembara ini, biar masyarakat bantu kita cari,” tambah Dedi.

Jejak Tertinggal

Berdasarkan data yang dihimpit Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Aman Yani berusia sekitar 70 tahunan, berpenampilan sederhana, dan dikenal pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Pemasaran dan Bisnis Kredit di Bank BJB.

Saat masih bekerja, namanya juga sempat tersangkut masalah kredit macet senilai puluhan miliar rupiah yang dikelolanya, namun belum tuntas diperiksa hingga ia berhenti bekerja dan menghilang.

Pihak kepolisian sendiri mengaku kesulitan melacak jejaknya, karena tak ada catatan perpindahan penduduk, tak ada laporan kematian, dan tak ada transaksi apapun yang tercatat atas namanya—kecuali pencairan dana pensiun itu sendiri.

Diduga ia bersembunyi di daerah terpencil, luar pulau, atau bahkan hidup dengan identitas baru.

Dengan hadiah fantastis Rp750 juta yang ditawarkan Gubernur Dedi Mulyadi, kini mata seluruh masyarakat Jawa Barat bahkan Indonesia tertuju untuk mencari sosok ini.

Pemerintah memastikan informasi pelapor akan dirahasiakan dan keamanan penemu akan dijamin sepenuhnya.

Gubernur berharap langkah ini membuahkan hasil, sehingga keberadaan Aman Yani bisa diketahui, dihadirkan ke meja hijau, dan seluruh kasus yang menimpa keluarga korban serta kerugian keuangan negara bisa diungkap sampai ke akar-akarnya.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kosmak Ungkap Dugaan Gurita Bisnis Besar yang Libatkan Nama Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 - 11:46 WIB

Kajian Kadin-TVRI: Piala Dunia Punya Efek Ekonomi Langsung Rp5 Triliun bagi RI

17 Juli 2026 - 10:17 WIB

300 Anggota Resah: Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong, Punya Beban Rp124 Miliar

17 Juli 2026 - 05:20 WIB

Menhub Targetkan Proyek KRL Surabaya-Sidoarjo Rampung 2029

16 Juli 2026 - 20:03 WIB

Jaksa Tuntut Hukuman 12 Tahun Penjara, Kasus Pelecehan Siswa di SMP Jombang

16 Juli 2026 - 14:01 WIB

CRV Ditumpangi 9 Orang Sekeluarga, Tabrak Truk Parkir di Tol Pandaan 5 Orang Tewas

16 Juli 2026 - 13:17 WIB

3.000 ASN Disdik Brebes Bobol Presensi Daring, Sembilan Guru Dijebloskan ke Tahanan

16 Juli 2026 - 09:52 WIB

Satu Korban Luka, Akibat Kebakaran Rumah dan Toko di Johowinong Mojoagung

16 Juli 2026 - 08:39 WIB

Kemenkop Pasang Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Beli 1.800 Unit Kipas Angin, Ferry Yuliantoro Mengaku tak Tahu!

16 Juli 2026 - 08:06 WIB

Trending di News