Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Terus Semburkan Lava, Gunung Merapi Berstatus Siaga III

badge-check


					Aktivitas gunung Merapi, hingga saat ini masih berbahaya dengan Status Suaga III. Terus menemburkan lava, hingga Minggu 26 April 2026. Foto: ist Perbesar

Aktivitas gunung Merapi, hingga saat ini masih berbahaya dengan Status Suaga III. Terus menemburkan lava, hingga Minggu 26 April 2026. Foto: ist

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SLEMAN— Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah itu terus mengeluarkan guguran lava pijar, disertai gempa vulkanik dan pertumbuhan kubah lava, sementara status Siaga Level III masih diberlakukan.

Menurut laporan pengamatan BPPTKG, aktivitas guguran dan luncuran lava masih dominan, dengan sebaran material mengarah ke sektor selatan-barat daya dan tenggara.

Dalam pemantauan terbaru, kubah lava juga masih menunjukkan pertumbuhan, sehingga potensi guguran dan awan panas guguran tetap perlu diwaspadai.

Kronologi peristiwa

1. 6 April 2026
BPPTKG mencatat aktivitas Merapi masih tinggi, dengan 149 kali gempa guguran dan 103 gempa hybrid/fase banyak dalam satu hari pengamatan. Status gunung tetap Level III atau Siaga.

2. 10–16 April 2026
Dalam periode pengamatan sepekan, BPPTKG melaporkan 7 kali awan panas guguran. Aktivitas vulkanik tetap intens dan ancaman erupsi efusif masih berlanjut.

3. 21 April 2026
BPPTKG mencatat 13 kali guguran lava mengarah ke barat daya meliputi Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Boyong, dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter. Dalam enam jam terakhir hari itu juga tercatat 18 kali guguran lava menuju Kali Krasak.

4.  22 April 2026
Tercatat 9 kali semburan lava pijar mengarah ke Sungai Sat dan Sungai Putih dengan jarak luncur sekitar 1,8 km.

5.  23 April 2026
Aktivitas meningkat lagi dengan 16 kali semburan lava pijar ke arah Sungai Sat dan Sungai Putih, serta gempa guguran dan gempa hybrid yang masih tinggi.

6.  25 April 2026
Pada pagi hari, dilaporkan 16 kali semburan lava pijar ke arah Sungai Krasak dengan jarak luncur maksimum 2 km, disertai 33 kali gempa guguran dan 12 kali gempa hybrid. [1]

7.  25 April 2026,
Dalam laporan lain, Merapi juga tercatat menyemburkan lava pijar 4 kali dengan jarak luncur hingga 2 km ke arah Sungai Sat dan Sungai Putih, disertai 44 kali gempa guguran, 18 kali gempa hybrid, dan 1 kali gempa vulkanik dangkal.

Pertumbuhan kubah lava

Hasil survei drone pada 27 Maret 2026 menunjukkan Kubah Barat Daya masih bertambah, dengan penambahan volume sekitar 34.600 meter kubik hingga mencapai 4.055.300 meter kubik.

Sementara itu, Kubah Tengah dilaporkan stabil di angka 2.368.800 meter kubik.

Pertumbuhan kubah lava ini menjadi salah satu indikator utama bahwa aktivitas Merapi belum mereda.

Dalam situasi seperti ini, guguran material dari kubah bisa terus terjadi sewaktu-waktu, terutama jika dipicu kondisi cuaca, kemiringan tubuh kubah, dan aktivitas kegempaan. [1][10]

Status dan potensi bahaya

Status Siaga Level III masih berlaku untuk Merapi sejak 5 November 2020. BPPTKG menetapkan zona bahaya di sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong hingga 5 km serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km, sedangkan di sektor tenggara meliputi Sungai Woro hingga 3 km.

Masyarakat diminta tidak beraktivitas di area bahaya dan tetap mewaspadai lahar hujan, terutama saat turun hujan di kawasan puncak atau daerah aliran sungai berhulu Merapi. Aktivitas wisata, pendakian, maupun kegiatan di bantaran sungai yang masuk zona rawan tetap berisiko tinggi.

Inti peristiwa

– Aktivitas Merapi masih tinggi sepanjang pekan ini.
– Guguran lava pijar dan gempa vulkanik masih dominan.
– Kubah lava barat daya masih tumbuh dan menjadi sumber utama guguran.
– Status gunung tetap Siaga Level III dengan radius bahaya yang belum berubah.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Viral Unggahan Yurizal, Meninggal setelah 8 Jam di IGD tak Mendapat Kamar Rawat di RSD IA Moeis

6 Agustus 2026 - 19:29 WIB

Tiga Kiriman Narkoba dari Malaysia Libatkan Pilot dan Kopilot, Nilai Rp 127 Miliar

6 Agustus 2026 - 11:32 WIB

Menelisik Akar Terorisme (45): Orang Mapan Eropa-Amerika Isap Darah Budak

5 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Rp124 Miliar Macet di KPRI Jombang, Bupati Warsubi Copot Hartono sebagai Kepada Bapperinda

5 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Ringkus Kopilot Malaysia Bawa Narkoba, Datul Husein Kagum Sekaligus Heran kepada BC dan BNN

5 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Wifi Rufio Teknologi Menembus Dinding, Realmrbert: Lonceng Matinya Privasi!

5 Agustus 2026 - 07:07 WIB

Sempat Kabur, Maling Motor Tak Berkutik Diringkus Polisi

4 Agustus 2026 - 14:06 WIB

RI Tangkap 10 Pilot Malaysia 2021-2026, Dimanfaatkan Kartel Jadi Kurir Narkoba

4 Agustus 2026 - 09:04 WIB

Lolos dari Negara Asal, Kopilot Malaysia Tertangkap Bawa 12,7 Kg Narkoba di Bandara Soetta

4 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Trending di News