Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Ngronggo Kediri Digemparkan Kejadian Penculikan Anak dan Penganiayaan Cucu Hingga Tewas

badge-check


					Tampak seorang pria muda mengenakan sarung sambil  membawa anak perempuan yang meronta-rinta, di kwasan Ngronggo, kota Kediri, terjadi 15 April 2026. Foto: instagarm@infokediriraya Perbesar

Tampak seorang pria muda mengenakan sarung sambil membawa anak perempuan yang meronta-rinta, di kwasan Ngronggo, kota Kediri, terjadi 15 April 2026. Foto: instagarm@infokediriraya

Penulis: Sri Muryanto  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, KEDIRI– Heboh di kawasan Ngronggo, kota Kediri, diduga kasus peristiwa penculikan anak yang terjadi  Rabu, 15 April 2026, sekitar pukul 17.50 WIB terekam CCTV warga setempat.

Dalam video tersebut, pelaku tampak mengenakan pakaian rapi dengan sarung, berlari sambil membawa korban sebelum akhirnya anak tersebut terlepas. Bocah perempuan itu menagis dan beteriak-terika kancang, sehingga terduga pelaku mejatuhkannya dan m,eninggalkan korbannya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kediri Kota, AKP Achmad Elyasarif Martadinata, membenarkan ada kejadian tersebut, pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara pasti kronologi dan motif di balik peristiwa itu.

Ia membenarkan kejadian tersebut serta menyatakan bahwa polisi masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap kronologi lengkap dan motif pelaku.
Pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan, meski hal ini masih dalam verifikasi melalui pemeriksaan lebih lanjut, dan polisi telah memeriksa pria tersebut secara intensif.

Perlu dicatat bahwa pada hari yang sama di lokasi serupa (Ngronggo, Kediri), ada kasus terpisah berupa kematian balita akibat dugaan kekerasan oleh neneknya, yang juga ditangani Polres Kediri Kota melalui jumpa pers pada 17 April 2026—namun ini bukan kejadian yang sama dengan video pelaporanan.

Perhatikan pembedaan dengan kasus lain di hari dan lokasi sama (Ngronggo, Kediri): balita terbunuh akibat dugaan KDRT oleh nenek, korban berinisial NI, MA, atau MAM (usia 3,5-4 tahun). Itu kejadian terpisah dari video pria berpakaian rapi dengan sarung.

Kabar tersebut mungkin tercampur dengan kasus terpisah di Ngronggo, Kediri, yaitu balita (inisial NI/MA/MAM) yang tewas akibat dugaan KDRT oleh nenek, di mana nama orang tua juga dirahasiakan. Polres Kediri Kota menangani kedua kejadian secara terpisah tanpa merilis identitas keluarga korban kematianan.

Berikut tiga kejadian kejahatan terhadap anak di wilayah Kediri yang terkait konteks diskusi sebelumnya, berdasarkan laporan polisi dan media terbaru.

Pada hari yang sama (15 April 2026) di Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri, balita berinisial NIZ (usia sekitar 4 tahun) ditemukan membunuh penuh luka lebam seperti memar di kepala, dada, dan perut setelah diduga dikalahkan neneknya (inisial S) dengan kayu karena tidak patuh saat disuruh tidur siang. Nenek ditetapkan tersangka KDRT oleh Polres Kediri Kota.

Pada hari yang sama, 15 April 2026, di Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri, sebuah tragedi mengerikan menimpa balita berinisal NIZ yang berusia sekitar 4 tahun.

Anak malang itu ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tubuh penuh luka lebam seperti memar di kepala, dada, dan perut. Kejadian ini menjadi sorotan karena diduga dilakukan oleh nenek kandungnya sendiri.

Menurut penyelidikan awal Polres Kediri Kota, motif kekerasan tersebut berawal dari ketidakpatuhan korban saat disuruh tidur siang. Nenek berinisial S melaporkan menggunakan kayu untuk memukul cucunya secara brutal hingga membunuh. Kasus ini langsung ditangani secara serius oleh aparat kepolisian setempat.

Nenek berinisial S akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus terselubung dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berujung kematian. Kejadian ini menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan anak dari kekerasan keluarga, sekaligus menegaskan komitmen polisi dalam mengusut tuntas kasus serupa. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji Hadiri Doa Bersama Sambut Tahun Baru Hijriah 1448

17 Juni 2026 - 13:46 WIB

Komisi D DPRD Jombang Hearing Rencana PHK 1.000 Orang PT SGS, Karyawan Minta Buka Data

17 Juni 2026 - 12:35 WIB

Harga Rp 1,340 Triliun, Pesawat Pembom Legendaris Boeing B‑52 Stratofortress Jatuh

17 Juni 2026 - 00:01 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap

16 Juni 2026 - 20:50 WIB

Bukan Cuma Surat, Pencuri Datangi Korban Berdamai di Depan Polisi Polsek Pungging Mojokerto

16 Juni 2026 - 17:59 WIB

Kejadian menari, tersangka pelaku pencurian Pungging Mojokerto, mereka berdamai. Suwandi, memaafkan pelaku, dan ikhlas memaafkan plekai sekaligus mencabut laporan

Gempa Magnetudo 6.7 Guncang Sulawesi Tengah, Lokasi Darat 23 Km dari Palu

16 Juni 2026 - 16:21 WIB

Gempa berkekuatan magnetudo, guncang wilayah Sulawesi Tengah, tidak menimbulkan tsunami. Beberapa laporan rumah roboh, korban berjatuhan. Foto: ist

Menelisik Akar Terorisme (19): Betapa Kejam dan Kelam Perang Daud

15 Juni 2026 - 20:19 WIB

Nekad Maling Motor, Dua Remaja Diringkus Polisi

15 Juni 2026 - 12:52 WIB

Tim Kejaksaan Pekanbaru Tangkap Kembali 3 dari 6 Tahanan Kabur, Gegara Pintu Kendaraan Dibuka

14 Juni 2026 - 18:06 WIB

Tim pengaman Kejaksaan Pekanbaru
Trending di News