Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Harga Ayam Hidup Tertekan Usai Lebaran, Ini Upaya Pemerintah

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Tekanan harga ayam hidup (livebird) kembali terjadi pasca Lebaran di sejumlah sentra produksi. Kondisi ini terutama dirasakan peternak di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat akibat turunnya konsumsi setelah periode puncak permintaan.

Pemerintah menjelaskan, kondisi tersebut tidak lepas dari pola konsumsi dan produksi yang bersifat musiman. Permintaan ayam biasanya meningkat tajam sekitar satu minggu sebelum Lebaran hingga hari H, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan arus mudik.

Menjelang momen tersebut, banyak peternak meningkatkan chick in untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Namun, setelah Lebaran, terjadi penurunan konsumsi dan serapan pasar bersamaan dengan arus balik. Di saat yang sama, stok ayam hidup masih tersedia di kandang. Kombinasi kondisi tersebut menyebabkan tekanan terhadap harga di tingkat peternak.

“Beberapa faktor yang menyebabkan menurunnya harga livebird, khususnya di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, tidak terlepas dari dinamika pola konsumsi dan produksi yang bersifat musiman,” ujar Hary Suhada, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak kepada Kontan, Minggu (12/4/2026).

Fenomena ini, menurut pemerintah, merupakan pola berulang setiap tahun. Karena itu, pelaku usaha diharapkan dapat mengantisipasi dengan perencanaan produksi yang lebih terukur dan sejalan dengan dinamika permintaan.

Untuk menahan tekanan harga dalam jangka pendek, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan melakukan sejumlah langkah stabilisasi.

Upaya itu meliputi penguatan koordinasi dengan pelaku usaha pembibitan dan budidaya, penyesuaian produksi di hulu melalui pengendalian setting dan chick in, serta optimalisasi penyerapan pasar melalui pemanfaatan cold storage dan distribusi ke wilayah yang membutuhkan.

“Berdasarkan pemantauan di lapangan, harga livebird mulai menunjukkan perbaikan, dengan harapan dalam waktu dekat dapat bergerak menuju kisaran minimal Rp19.000/kg pada ukuran 2 kg up,” jelasnya.

Pemerintah juga mencatat stok di cold storage mulai berkurang dan serapan pasar kembali berjalan, yang diharapkan dapat membantu penyerapan livebird di tingkat peternak.

Ke depan, pemerintah mendorong perbaikan tata kelola produksi perunggasan, antara lain melalui pengaturan pola replacement bibit (GPS dan PS) oleh perusahaan pembibitan agar distribusi lebih merata sepanjang tahun.

Selain itu, perencanaan produksi akan lebih diarahkan berdasarkan pola konsumsi, khususnya pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Pemerintah juga meminta pelaku usaha meningkatkan disiplin produksi agar tidak terjadi ekspansi berlebihan yang tidak mempertimbangkan kondisi pasar.

“Kami mengimbau seluruh pelaku usaha untuk menjalankan budidaya secara lebih terukur dan rasional, menyesuaikan dengan dinamika permintaan pasar, sehingga keseimbangan supply demand dapat terjaga dan harga tetap stabil,” tegasnya. ****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jatim Siapkan Progam Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Mulai 1-31 Agustus 2026

31 Juli 2026 - 18:39 WIB

PLN Tambah Stasiun Pengisian Daya Mobil Listrik di Tol Solo-Ngawi

31 Juli 2026 - 17:11 WIB

Daftar Lengkap Harga Emas Tiga Jenama Pegadaian pada Kamis

30 Juli 2026 - 19:07 WIB

BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi di Selat Bali

30 Juli 2026 - 18:54 WIB

Harga Komoditas Pangan Berisiko Naik karena El Nino

30 Juli 2026 - 18:33 WIB

Misi Dagang Jatim di Hong Kong Bukukan Kesepakatan Transaksi Rp12 Triliun

29 Juli 2026 - 19:38 WIB

BRI Tunjukkan Peran Motor Utama Pembiayaan Sektor Perumahan Nasional

29 Juli 2026 - 19:24 WIB

Tahun Depan Gaji Peserta Magang Nasional Bakal Naik

28 Juli 2026 - 19:45 WIB

Zulhas Bantah Ada Pengadaan Proyek Kipas Angin Kopdes Rp 1,8 T

28 Juli 2026 - 19:15 WIB

Trending di Nasional