Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, MALANG– Suasana pagi yang biasanya ramai di kawasan Jalan Ijen, Malang, mendadak berubah geger Jumat lalu. Seorang juru parkir bernama Saiful Anam alias Kancil (46), warga Sawojajar, tewas tragis di area parkir eks Tomoro Coffee atau Happy Boots, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen.
Peristiwa berdarah ini diduga berawal dari perselisihan pribadi antar juru parkir yang memanas jadi pembunuhan.
Menurut keterangan dari Polresta Malang Kota dan saksi mata, peristiwa itu terjadi pukul 07.00 WIB, Jumat (20/3/2026).
Saiful Anam alias Kancil tiba di pos parkir eks Tomoro Coffee untuk memulai shift pagi. Ia sudah bertugas di lokasi ini selama 5 tahun, dikenal ramah tapi tegas soal wilayah parkir.
Muncul ketegangan saat Fendik (46), warga Jalan Muharto 5, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, datang ke lokasi.
Fendik, juru parkir senior di area yang sama, memprotes Saiful atas “perebutan lahan parkir” yang sudah dipicu sejak pekan lalu. Perselisihan ini diduga berakar pada utang piutang pribadi senilai Rp 2 juta yang belum lunas.
Terjadi perang mulut, suasana memanas. Fendik mengeluarkan pisau lipat dari saku celananya, sementara Sulton (24), warga setempat yang diduga kawan Fendik, ikut campur dengan mendorong Saiful. Saksi mata, seorang pedagang warung kopi di dekat lokasi, melihat Saiful berusaha melawan tapi kalah jumlah.
Fendik menusuk Saiful sebanyak 3 kali di bagian perut dan dada. Sulton disebut memegang tangan korban agar tak melawan. Saiful roboh di aspal, darah mengalir deras. Warga sekitar berteriak dan memanggil polisi serta ambulans.
Pukul 08.05 WIB, Tim Patroli Polsek Klojen tiba, amankan TKP. Saiful dilarikan ke RSUD Malang tapi dinyatakan meninggal karena luka tusuk tembus paru-paru. Fendik dan Sulton kabur tapi ditangkap 2 jam kemudian di warung makan Kedungkandang.
“Kami amankan dua tersangka dengan barang bukti pisau berdarah. Motif awal perselisihan wilayah parkir dan utang pribadi. Kasus ini kita kembangkan sebagai pembunuhan berencana. Masyarakat jangan main hakim sendiri,” demikian ungkap petugas kepolisian Polresta Malang yang menangani kasus ini.
Saiful Anam, dikenal sebagai “Kancil” karena lincahnya mengatur parkir, adalah tulang punggung keluarga dengan 3 anak. Fendik punya riwayat tawuran kecil di 2024, sementara Sulton baru bergabung sebagai juru parkir lepas. Polisi gelar autopsi dan periksa 10 saksi. **







