Menu

Mode Gelap

News

Prabowo Perintah ke Kapolri: Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

badge-check


					Presiden Prabowo Subianto, Presiden RI. Foto: Instagram@presidenrepublikindonesia Perbesar

Presiden Prabowo Subianto, Presiden RI. Foto: Instagram@presidenrepublikindonesia

Penulis: Yusran Hakim  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA–  Presiden Prabowo Subianto turun tangan,  memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Presiden  meminta kasus ini ditangani secara profesional, transparan, dan dengan mengedepankan metode scientific crime investigation.

Kapolri menyampaikan bahwa perintah itu ia terima langsung dari Presiden dan akan ditindaklanjuti oleh jajaran Polri.

Langkah Polri

Sejauh ini polri mengumpulkan dan mendalami berbagai informasi serta bukti terkait penyiraman terhadap Andrie Yunus.

Disampaikan pula bahwa penanganan perkara ini dilakukan dengan pendekatan scientific crime investigation, termasuk olah TKP dan penelusuran pelaku.

Di tingkat kewilayahan, Polres Metro Jakarta Pusat telah menaikkan status kasus menjadi penyidikan.

Kondisi Andrie Yunus (singkat)Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada tangan, wajah, dada, dan area mata, dan masih menjalani perawatan intensif di RSCM.

Jika Anda butuh, saya bisa bantu rangkum kronologi kejadian dan respons KontraS atau kelompok masyarakat sipil atas kasus ini.

Hingga 16 Maret 2026, Polri belum mengidentifikasi atau menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.

Polisi menduga ada dua pelaku laki-laki yang mengendarai sepeda motor (diduga Honda Beat 2016-2021):Pelaku 1 (pengemudi): Kaus kombinasi putih-biru, celana gelap (diduga jeans), helm hitam.

Pelaku 2 (penyiram): Masker/buff hitam menutupi setengah wajah, kaos biru tua, celana biru jeans dilipat pendek.

Aksi terekam CCTV di Jalan Salemba I-Talang, Senen, Jakarta Pusat, saat mereka mendekati korban dari arah berlawanan pada 12 Maret 2026 malam.

Kasus telah naik ke tahap penyidikan oleh Polres Metro Jakarta Pusat, tapi belum ada tersangka.

Foto wajah pelaku yang viral di media sosial dinyatakan buatan AI oleh polisi, karena mengganggu proses identifikasi asli.

Polri terus menelusuri identitas via CCTV, saksi, dan scientific investigation perintah Presiden Prabowo.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Peringatan Hari Buruh Internasional, Polres Jombang Berikan Pelayanan Maksimal dan Humanis

1 Mei 2026 - 18:34 WIB

Nekad Oplos Elpiji Bersubsidi, Dua Pria Dibekuk Satreskrim Polres Jombang

1 Mei 2026 - 18:16 WIB

Antar Rombongan Haji, KA Argo Bromo Hantam Avanza 4 Orang Tewas 5 Lukaluka

1 Mei 2026 - 14:51 WIB

May Day di Monas bukan Demo di DPR, Usai Said Iqbal Bertemu Prabowo

1 Mei 2026 - 09:44 WIB

Petro Oxo Beri 8 Beasiswa Paket B/C Pelajar Tlogopojok Gresik

1 Mei 2026 - 08:37 WIB

Seminggu Polisi Belum Tangkap Pelaku Teror Bom Molotov, Kades Hoho: Hayo kalau Berani Datang Lagi!

30 April 2026 - 22:26 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (11): Prostitusi Batavia, Sari yang Dihapus

30 April 2026 - 21:05 WIB

Perkuat Kamtibmas, Polres Jombang Gelar Apel Akbar

30 April 2026 - 21:03 WIB

Sidang Perdana Peradilan Militer Kasus Penyiraman Air Keras, Korban Andrie Yunus dari KontraS Tidak Hadir

30 April 2026 - 14:40 WIB

Trending di News