Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

CCTV Bisa Kenali Dua Wajah Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras kepada Andrie Yunus

badge-check


					Hasil tangkapan CCTV bisa mengenali wajah terduga pelaku penyiram air keras kepada Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Foto: ist Perbesar

Hasil tangkapan CCTV bisa mengenali wajah terduga pelaku penyiram air keras kepada Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Foto: ist

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Rekaman CCTV menangkap detik-detik dua orang berboncengan motor memutar arah, berpapasan dengan korban, lalu menyiramkan cairan kimia yang menyebabkan luka bakar 24% tubuh Andrie, termasuk muka, dada, tangan, dan mata.

Pada rekaman itu,  tampak jelas dua wajah pria yang diduga sebagai pelaku tindakan teror yang mencekam terhadap aktivis denokrasi dan HAM itu.

Menteri HAM Natalius Pigai telah mengeluarkan pernyataan tegas terkait kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dari KontraS.

Pigai mengecam keras tindakan kekerasan tersebut sebagai bentuk premanisme dan teror terhadap aktivis HAM, Jumat 13 Maret 2026.

Ia mendesak polisi untuk mengusut tuntas pelaku, motif, serta otak di balik serangan pada 12 Maret 2026 di Jakarta Pusat.

Kementerian HAM berjanji memberikan pendampingan korban, pengawasan proses hukum, serta rencana kunjungan langsung ke Andrie Yunus untuk memastikan pemulihan.

Pernyataan ini disampaikan pada 13-14 Maret 2026 melalui berbagai media.

Sikap Kapolri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi khusus terhadap kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dari KontraS.

Isi PernyataanIa memerintahkan seluruh personel Polri, termasuk dari Polres Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, dan Mabes Polri, untuk bekerja serius mengungkap dan menangkap pelaku, siapapun itu.

Penyelidikan dilakukan secara profesional berbasis ilmiah, termasuk pemeriksaan dua saksi dan analisis CCTV.

Progres PenangananPolri menyatakan tidak akan pandang bulu dalam mengejar pelaku, dengan proses hukum berdasarkan Pasal 467 dan/atau 468 UU KUHP tentang penganiayaan berat.

Pernyataan ini disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir pada 13 Maret 2

Statemen Walhi

WALHI telah membuat pernyataan mengutuk keras tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, aktivis KontraS.Kronologi KejadianInsiden terjadi pada malam 12 Maret 2026 di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, menyebabkan Andrie Yunus mengalami luka bakar serius hingga memerlukan operasi.

Pernyataan ini secara tegas mengecam aksi tersebut sebagai bentuk teror terhadap pembela HAM, sambil menyatakan solidaritas penuh kepada korban, keluarga, dan KontraS. Pernyataan ini disampaikan melalui akun Instagram dan X resmi WALHI Nasional, melibatkan 30 kantor wilayah mereka.

Organisasi seperti YLBHI, PDI Perjuangan, dan koalisi masyarakat sipil juga mengutuk keras kejadian ini serta mendesak polisi usut tuntas pelaku dan otak di baliknya

WALHI telah membuat pernyataan mengutuk keras tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, aktivis KontraS.**

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga Rp 1,340 Triliun, Pesawat Pembom Legendaris Boeing B‑52 Stratofortress Jatuh

17 Juni 2026 - 00:01 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap

16 Juni 2026 - 20:50 WIB

Bukan Cuma Surat, Pencuri Datangi Korban Berdamai di Depan Polisi Polsek Pungging Mojokerto

16 Juni 2026 - 17:59 WIB

Kejadian menari, tersangka pelaku pencurian Pungging Mojokerto, mereka berdamai. Suwandi, memaafkan pelaku, dan ikhlas memaafkan plekai sekaligus mencabut laporan

Gempa Magnetudo 6.7 Guncang Sulawesi Tengah, Lokasi Darat 23 Km dari Palu

16 Juni 2026 - 16:21 WIB

Gempa berkekuatan magnetudo, guncang wilayah Sulawesi Tengah, tidak menimbulkan tsunami. Beberapa laporan rumah roboh, korban berjatuhan. Foto: ist

Menelisik Akar Terorisme (19): Betapa Kejam dan Kelam Perang Daud

15 Juni 2026 - 20:19 WIB

Nekad Maling Motor, Dua Remaja Diringkus Polisi

15 Juni 2026 - 12:52 WIB

Tim Kejaksaan Pekanbaru Tangkap Kembali 3 dari 6 Tahanan Kabur, Gegara Pintu Kendaraan Dibuka

14 Juni 2026 - 18:06 WIB

Tim pengaman Kejaksaan Pekanbaru

Johor Bahru Gempar, 4 Orang Sekeluarga Siksa Wanita Buruh Indonesia

14 Juni 2026 - 16:23 WIB

Perempuan buruh asal Indonesia menjadi korban penganiayaan dua pria dan wanita satu keluarga di Johor Bahru, Malaysia.

Menelisik Akar Terorisme (18): Binatang Jadi Senjata Biologis Masal

14 Juni 2026 - 15:21 WIB

Trending di News