Menu

Mode Gelap

News

Ramadan di Jogokariyan: 3.800 Takjil, Piring Jadi Simbol Berkah dan Kebersamaan

badge-check


					Ramadan di Jogokariyan: 3.800 Takjil, Piring Jadi Simbol Berkah dan Kebersamaan Perbesar

Penulis: Agung Sedayu | Editor: Gandung Kardiyono

KREDONEWS.COM, YOGYAKARTA – Ramadan di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Tahun ini, tradisi khas yang sudah menjadi ikon tetap dipertahankan: takjil disajikan menggunakan piring, bukan nasi kotak.

Pada Ramadan 2026, panitia menyiapkan 3.800 porsi takjil, meningkat dari tahun sebelumnya yang berjumlah 3.500 porsi. Meski setiap tahun sekitar 1.000–1.500 peralatan makan hilang, pihak masjid tidak bergeming. Bagi mereka, piring bukan sekadar wadah, melainkan simbol keberkahan.

Menurut Humas Kampung Ramadan Jogokariyan, Ahmeda Edo, penyajian dengan piring memberi kesempatan lebih banyak orang untuk merasakan keberkahan.

“Kalau pakai piring, yang mengangkut dapat berkah, yang mencuci piring, yang mengelap piring. Jadi kami mencoba memperbanyak orang yang mendapatkan keberkahan,” jelasnya, Rabu (11/2/2026).

Selain memperluas keberkahan, penggunaan piring juga menjadi langkah nyata dalam mengurangi sampah plastik. Edo menambahkan, “Coba kalau sehari hampir 4.000 boks, maka dalam satu bulan jumlahnya sangat banyak. Sampah sisa makanan bisa untuk pakan ternak, jadi tidak ada sampah.”

Tradisi ini tidak mungkin berjalan tanpa dukungan warga. Masjid Jogokariyan berkolaborasi dengan 28 kelompok Dasawisma, masing-masing beranggotakan 15–20 orang. Mereka diberi amanah memasak lauk sebanyak 2.000 porsi, sementara 1.800 porsi lainnya dimasak oleh takmir masjid.

Untuk nasi, proses menanak dilakukan di masjid dengan bantuan alat cuci beras otomatis berkapasitas 50 kilogram per sekali proses. Dalam sehari, dibutuhkan sekitar 200 kilogram beras yang dimasak menggunakan tiga steamer berkapasitas 40–50 kilogram.

Lebih dari sekadar menyajikan makanan, tradisi piring Jogokariyan adalah tentang merawat kebersamaan, memperluas keberkahan, dan menjaga lingkungan. Ramadan di Jogokariyan bukan hanya soal berbuka, tetapi juga tentang bagaimana sebuah komunitas memilih cara yang sederhana namun penuh makna untuk berbagi.

 

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Donasi Kemanusiaan Warga Indonesia untuk Iran Rp 9 Miliar Lebih per 14 April 2026

18 April 2026 - 15:33 WIB

BGN Bayar ke Unhan Rp1,52 M secara Swakelola untuk Beli Semir dan Sepatu SPPI

18 April 2026 - 10:38 WIB

Alam Kurniawan Saksi Kebakaran Gudang Peralatan SMPN 2 Sumobito, Kerugian Ditaksir Rp 10 Juta

18 April 2026 - 08:40 WIB

Mafia Izin Pertambangan, Kejati Meringkus Tiga Pejabat Utama ESDM Pemprov Jatim

17 April 2026 - 23:23 WIB

24 Jam Operasi SAR Evakuasi 8 Jenazah, Korban Helikopter Jatuh di Hutan Tapang Tingan Sekadau

17 April 2026 - 22:42 WIB

Jaga Stabilitas dan Ketertiban, FPII Laporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya

17 April 2026 - 18:38 WIB

Membawa Materi Koreksi Rezim, Aktivis GMNI Jombang Unjuk Rasa dan Berdialog dengan Dewan

17 April 2026 - 15:53 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri 8): Kejahatan di Jalur Emas

17 April 2026 - 15:31 WIB

Dua Tim KPK Turun ke Pemkab Jombang, Bicara Gratifikasi dan LHKPN

17 April 2026 - 14:48 WIB

Trending di News