Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Ramadan di Jogokariyan: 3.800 Takjil, Piring Jadi Simbol Berkah dan Kebersamaan

badge-check


					Ramadan di Jogokariyan: 3.800 Takjil, Piring Jadi Simbol Berkah dan Kebersamaan Perbesar

Penulis: Agung Sedayu | Editor: Gandung Kardiyono

KREDONEWS.COM, YOGYAKARTA – Ramadan di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Tahun ini, tradisi khas yang sudah menjadi ikon tetap dipertahankan: takjil disajikan menggunakan piring, bukan nasi kotak.

Pada Ramadan 2026, panitia menyiapkan 3.800 porsi takjil, meningkat dari tahun sebelumnya yang berjumlah 3.500 porsi. Meski setiap tahun sekitar 1.000–1.500 peralatan makan hilang, pihak masjid tidak bergeming. Bagi mereka, piring bukan sekadar wadah, melainkan simbol keberkahan.

Menurut Humas Kampung Ramadan Jogokariyan, Ahmeda Edo, penyajian dengan piring memberi kesempatan lebih banyak orang untuk merasakan keberkahan.

“Kalau pakai piring, yang mengangkut dapat berkah, yang mencuci piring, yang mengelap piring. Jadi kami mencoba memperbanyak orang yang mendapatkan keberkahan,” jelasnya, Rabu (11/2/2026).

Selain memperluas keberkahan, penggunaan piring juga menjadi langkah nyata dalam mengurangi sampah plastik. Edo menambahkan, “Coba kalau sehari hampir 4.000 boks, maka dalam satu bulan jumlahnya sangat banyak. Sampah sisa makanan bisa untuk pakan ternak, jadi tidak ada sampah.”

Tradisi ini tidak mungkin berjalan tanpa dukungan warga. Masjid Jogokariyan berkolaborasi dengan 28 kelompok Dasawisma, masing-masing beranggotakan 15–20 orang. Mereka diberi amanah memasak lauk sebanyak 2.000 porsi, sementara 1.800 porsi lainnya dimasak oleh takmir masjid.

Untuk nasi, proses menanak dilakukan di masjid dengan bantuan alat cuci beras otomatis berkapasitas 50 kilogram per sekali proses. Dalam sehari, dibutuhkan sekitar 200 kilogram beras yang dimasak menggunakan tiga steamer berkapasitas 40–50 kilogram.

Lebih dari sekadar menyajikan makanan, tradisi piring Jogokariyan adalah tentang merawat kebersamaan, memperluas keberkahan, dan menjaga lingkungan. Ramadan di Jogokariyan bukan hanya soal berbuka, tetapi juga tentang bagaimana sebuah komunitas memilih cara yang sederhana namun penuh makna untuk berbagi.

 

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gunung Anak Krakatau Meletus Lagi: Semburkan Lava Pijar 15 Km

5 September 2026 - 22:22 WIB

Diseminasi 673 Vegetasi dalam Pranata Mangsa Suku Tengger di Candi Kidal Tumpang

5 September 2026 - 20:31 WIB

Menelisik Akar Terorisme (53): Kaum Thug Menganut Dewi Kali

5 September 2026 - 19:58 WIB

Mozza Setahun Hilang Jasadnya Ditanam di Lereng Tol, Pelaku Mahendra Anggara Ditangkap di Blora

5 September 2026 - 19:01 WIB

Gus Alex ‘Gigit’ 24 Anggota DPR: Minta Oleholeh 3.000 Riyal/ Orang Saat Kunker di Makkah

4 September 2026 - 18:00 WIB

William Gunawan Minta Bantuan Presiden Prabowo: Emas 2.2 Kg Senilai Rp6.6 Miliar Hilang di Bank BJB

3 September 2026 - 21:31 WIB

Menelisik Akar Terorisme (52): Potong Tangan dan Hidung

3 September 2026 - 20:57 WIB

Insiden Keracunan MBG di SMPN Kabuh Jombang: 256 Siswa dan 4 Guru Dirawat, Santap Udang Saus Padang

3 September 2026 - 20:24 WIB

Pisang Cavendish Lumajang Siap Ekspor, Hong Kong dan Malaysia Jadi Sasaran

3 September 2026 - 19:03 WIB

Trending di News