Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Tol Kediri–Tulungagung Dikuasai Gudang Garam Lewat SSAT

badge-check


					Ilustrasi Ilustrasi Jalan Tol Kediri-Tulungagung
© Surya.co.id/Ahmad Zaimul Haq Perbesar

Ilustrasi Ilustrasi Jalan Tol Kediri-Tulungagung © Surya.co.id/Ahmad Zaimul Haq

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Pembangunan tol Kediri-Tulungagung, Jawa Timur kini tengah berlangsung.

Membentang sepanjang 44,17 kilometer dan terbagi menjadi dua bagian, yakni Main Road Tol Kediri-Tulungagung 37,35 kilometer dan Akses Bandara Dhoho Kediri 6,82 kilometer.

Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), jalan tol ini merupakan ruas lanjutan dari Jalan Tol Kertosono-Kediri.

Selama 50 tahun ke depan, pengelolaan akan tunduk dalam kuasa PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

Karena pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung ini diprakarsai oleh Gudang Garam dengan nilai investasi sebesar Rp 9,92 triliun dengan masa konsesi selama 50 tahun.

Pelaksanaan proyek jalan tol ini telah ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), Perjanjian Regres, dan Perjanjian Penjaminan Jalan Tol Kediri-Tulungagung pada 27 Februari 2024.

Tol Kediri-Tulungagung menjadi penghubung dari dan ke Bandara Dhoho Kediri yang juga akan mempermudah akses masyarakat ke kawasan Jawa Timur bagian selatan.

Tol Kediri-Tulungagung juga diharapkan bisa mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah, hingga sektor pariwisata.

Pembangunan Tol Kediri-Tulungagung membuka akses dan mempercepat pembangunan di kawasan Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan, kawasan Bromo-Tengger-Semeru, serta lingkar Wilis dan lintas selatan.

Tol Kediri-Tulungagung merupakan salah satu proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) prioritas pemerintah tahun 2026.

Proyek ini digarap oleh emiten rokok raksasa di Kediri, yaitu PT Gudang Garam Tbk (GGRM) lewat anak usahanya, PT Surya Sapta Agung Tol (SSAT).

SSAT merupakan anak usaha Gudang Garam yang didirikan sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Jalan Tol Kediri-Tulungagung.

Melansir Kompas.com, rincian progres proyeknya, bagian Akses Bandara Dhoho Kediri terbagi menjadi dua seksi, yakni:

– Seksi 1: Sta 3+400 – STA 6+820 sepanjang 3,42 kilometer dengan progres konstruksi 57,25 persen.

– Seksi 2: Sta 0+000 – Sta 3+400 sepanjang 3,4 kilometer dengan progres konstruksi 42,62 persen.Melansir Kompas.com, rincian progres proyeknya, bagian Akses Bandara Dhoho Kediri terbagi menjadi dua seksi, yakni:

– Seksi 1: Sta 3+400 – STA 6+820 sepanjang 3,42 kilometer dengan progres konstruksi 57,25 persen.

– Seksi 2: Sta 0+000 – Sta 3+400 sepanjang 3,4 kilometer dengan progres konstruksi 42,62 persen.

Sementara bagian Main Road Tol Kediri-Tulungagung juga terbagi menjadi dua seksi, yakni:

– Seksi 1: Sta 0+000 – Sta 16+500 sepanjang 16,5 kilometer.

– Seksi 2: Sta 16+500 – Sta 37+350 sepanjang 20,85 kilometer.

Kedua seksi tersebut saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan.

Gudang Garam menyuntikkan tambahan modal kepada SSAT sebesar Rp 1,5 triliun melalui transaksi afiliasi.

Peningkatan modal SSAT itu dalam rangka pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung.

Direktur Gudang Garam, Istata T Siddharta menjelaskan, transaksi afiliasi itu berupa pengambilan saham-saham baru yang dikeluarkan oleh SSAT sebanyak 1.500.000 saham, dengan penyetoran tambahan modal oleh Perseroan sebesar Rp 1,5 triliun.

Sehingga, modal ditempatkan dan disetor ke SSAT yang semula sebesar Rp 2 triliun kini telah bertambah menjadi sebesar Rp 3,5 triliun.

Dengan begitu, kepemilikan Gudang Garam sebanyak 3.499.999 saham atau sebesar Rp 3,49 triliun, dan kepemilikan PT Suryaduta Investama sejumlah satu saham atau sebesar Rp 1 juta.

Perubahan jumlah modal ditempatkan dan disetor ke SSAT tersebut ditetapkan dalam Keputusan Pemegang Saham Di luar Rapat Umum Pemegang Saham (Keputusan Sirkuler) SSAT tertanggal 15 Mei 2025 sebagaimana tertuang dalam Akta Pernyataan Keputusan Sirkuler Pemegang Saham SSAT No. 03, tanggal 15 Mei 2025.

“Transaksi afiliasi yang bertujuan untuk meningkatkan modal SSAT tersebut, dilakukan untuk mendukung kelanjutan proses pembangunan proyek Jalan Tol Kediri-Tulungagung, Jawa Timur, yang dibangun oleh Perseroan melalui SSAT,” tukas Istata dikutip dari laman Keterbukaan Informasi BEI.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

ESDM Tegaskan Isu Pertalite Naik Hoaks, Harga Tak Berubah

25 September 2026 - 21:29 WIB

Surat Pemadaman Internet Nasional 3 Hari Beredar, Komdigi Buka Suara

25 September 2026 - 21:17 WIB

PIHPS: Cabai Rawit Tembus Lebih dari Rp100 ribu Per Kilogram

24 September 2026 - 19:59 WIB

Pengusaha Kapal Akui Tak Semua Operator Berani Angkut Kendaraan Listrik

24 September 2026 - 19:48 WIB

Sekolah Negeri Bakal Digratiskan, Mendikdasmen: Dimulai dari TK hingga Kuliah

23 September 2026 - 20:43 WIB

Warga RI Usia 17 Tahun Bakal Dapat Rp 50 Ribu, Pemerintah Siapkan Rp 3,8 T

23 September 2026 - 19:59 WIB

Pastikan Sesuai Spek, LSM Seven Gab Bersama Dinas PU Sidoarjo Pantau Proyek Jalan Bluru

23 September 2026 - 10:27 WIB

PHK Massal Bayangi Industri Keramik Jatim Imbas Pasokan Gas Terbatas

22 September 2026 - 20:36 WIB

Pemprov Jatim Amankan 411 Aset Idle dari Ancaman Mafia Tanah

22 September 2026 - 20:07 WIB

Trending di Nasional