Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Korban Meningkat Jadi 261, Emil Dardak Besuk Pasien MBG di RSUD Mojokerto

badge-check


					Wakil Gubernur Emil Dardak membesuk pasien korban dugaan keracunan makanan MBG, di RSUD Mojokerto, Minggu 11 Januari 2026. Foto: Instagram@kabarterdepanmojokerto Perbesar

Wakil Gubernur Emil Dardak membesuk pasien korban dugaan keracunan makanan MBG, di RSUD Mojokerto, Minggu 11 Januari 2026. Foto: Instagram@kabarterdepanmojokerto

Penulis: Gandung Kardiono   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MOJOKERTO- Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak mengunjungi pasien kerban keracunan MBG di RSUD Prof. Dr. Soekandar di Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Minggu siang, pada 11 Januari 2026. Diperoleh informasi korban meningkat dari 152 orang sebelumnya menjadi 261 anak.

Kunjungan utama terdokumentasi hanya di RSUD Prof. Dr. Soekandar, tempat 49 korban dirawat, tanpa detail perjalanan ke lokasi penyelenggaraan MBG seperti Ponpes Mahad AnNur di Desa Singowangi.

Lokasi kejadian di Kutorejo berjarak sekitar 10-15 km dari RSUD Soekandar, tapi tidak ada sumber yang menyebut Emil melanjutkan kunjungan ke sana setelah rumah sakit.

Emil menyoroti bahwa pemerintah daerah bertindak cekatan dalam memberikan pengobatan kepada penerima manfaat MBG yang terdampak. Emil juga meminta RSUD Soekandar tingkatkan fasilitas, khususnya akses toilet untuk pasien dengan gangguan pencernaan.

Menurut Emil, investigasi melibatkan keterangan siswa, santri, dan pengelola SPPG untuk sinkronisasi data dengan Dinas Kesehatan guna perbaikan sistem MBG. Ia mencatat kondisi korban membaik, dengan sebagian sudah bisa makan kembali setelah pengobatan dehidrasi.

Emil Elestianto Dardak menyatakan apresiasi atas respons cepat Pemkab Mojokerto dalam menangani korban keracunan massal MBG.

Ia memastikan proses pengobatan berjalan lancar dan menekankan penelusuran akar penyebab, seperti pola konsumsi ayam atau telur yang memengaruhi korban.

Insiden terjadi setelah siswa dan santri di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, mengonsumsi soto ayam MBG pada Jumat (9/1/2026), menyebabkan gejala mual, muntah, pusing, demam, dan diare pada sekitar 152-261 korban dari berbagai ponpes dan sekolah seperti Ponpes Al Hidayah serta SMPN 2 Kutorejo..

Korban dirawat di puskesmas setempat, RSUD Prof. Dr. Soekandar, dan rumah sakit lain; Dinas Kesehatan mengambil sampel makanan dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 untuk uji lab, dengan hasil diharapkan pekan depan.

Investigasi gabungan melibatkan BGN, Dinkes, TNI, dan Polres Mojokerto untuk ungkap penyebab.

Kasus ini menambah daftar keracunan MBG di berbagai daerah, dengan menu soto ayam dicurigai karena ayam tidak seperti biasa; program nasional ini terus disorot atas risiko higienis. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji Hadiri Doa Bersama Sambut Tahun Baru Hijriah 1448

17 Juni 2026 - 13:46 WIB

Komisi D DPRD Jombang Hearing Rencana PHK 1.000 Orang PT SGS, Karyawan Minta Buka Data

17 Juni 2026 - 12:35 WIB

Harga Rp 1,340 Triliun, Pesawat Pembom Legendaris Boeing B‑52 Stratofortress Jatuh

17 Juni 2026 - 00:01 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap

16 Juni 2026 - 20:50 WIB

Korban PHK Masih Dapat Gaji Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya

16 Juni 2026 - 20:36 WIB

Bukan Cuma Surat, Pencuri Datangi Korban Berdamai di Depan Polisi Polsek Pungging Mojokerto

16 Juni 2026 - 17:59 WIB

Kejadian menari, tersangka pelaku pencurian Pungging Mojokerto, mereka berdamai. Suwandi, memaafkan pelaku, dan ikhlas memaafkan plekai sekaligus mencabut laporan

Gempa Magnetudo 6.7 Guncang Sulawesi Tengah, Lokasi Darat 23 Km dari Palu

16 Juni 2026 - 16:21 WIB

Gempa berkekuatan magnetudo, guncang wilayah Sulawesi Tengah, tidak menimbulkan tsunami. Beberapa laporan rumah roboh, korban berjatuhan. Foto: ist

KA Pandalungan 2 Relasi Gambir-Jember Mulai 18 Juni, Diskon 30 Persen

15 Juni 2026 - 20:32 WIB

Menelisik Akar Terorisme (19): Betapa Kejam dan Kelam Perang Daud

15 Juni 2026 - 20:19 WIB

Trending di News