Menu

Mode Gelap

Headline

Presiden Manduro Maklumkan Darurat Perang, Pasca Terjadi 7 Ledakan Besar

badge-check


					Video amatir telah berada di medsos merekam serangan dan ledakan di sejumlah daerah ibu kota Venezuela, Caracas. Sedikitnya tujuh ledakan besar, terjadi pukul 02.00 dihihari waktu setempat (13.00 WIB), Sabtu 3 Januari 2026. Foto: tangkap layar video Instagram@hitamputih01 Perbesar

Video amatir telah berada di medsos merekam serangan dan ledakan di sejumlah daerah ibu kota Venezuela, Caracas. Sedikitnya tujuh ledakan besar, terjadi pukul 02.00 dihihari waktu setempat (13.00 WIB), Sabtu 3 Januari 2026. Foto: tangkap layar video Instagram@hitamputih01

Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, CARACAS – Presiden Venezuela Nicolas Maduro menetapkan keadaan darurat nasional usai ibu kota Caracas diserang pada Sabtu (3/1).

Kantor berita Venezuela AVN melaporkan, penetapan dilakukan setelah pemerintah mengeklaim Amerika Serikat (AS) telah menyerang wilayah Venezuela.

“Republik Venezuela menolak, menyangkal, dan mengecam di hadapan komunitas internasional atas agresi militer berat yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah Venezuela dan penduduknya di Caracas,” demikian pernyataan pemerintahan Maduro.

Warga ibukota Vamezulea, Caraca, berlarian panik ke jalan akibat suara pesawat rendah, kepulan asap hitam pekat, bola api, sirene peringatan udara, dan pemadaman listrik luas di kawasan strategis.

Hal itu disebabkan, terjadi tujuh ledakan dahsyat mengguncang wilayah selatan Caracas, ibu kota Venezuela, tepat pukul 02.00 waktu setempat (13.00 WIB) pada Sabtu, 3 Januari 2026, dekat pangkalan militer Fortuna.

Video amatir yang beredar menunjukkan getaran hebat dari ledakan pertama, diikuti enam dentuman lagi yang mengguncang area sekitar pangkalan militer utama. Belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan signifikan hingga informasi terakhir.

Kejadian ini terjadi di tengah eskalasi antara rezim Presiden Nicolas Maduro dan Amerika Serikat, termasuk tuduhan perubahan rezim serta isu perdagangan narkoba.

Maduro baru saja menyatakan kesiapan berdialog dengan AS, meski tekanan militer dari pemerintahan Presiden Donald Trump terus meningkat, termasuk ancaman operasi darat di Venezuela.

Spekulasi Penyebab

Pemerintah Venezuela belum merilis pernyataan resmi soal penyebab ledakan. Spekulasi utama mencakup:

  • Keterlibatan AS: Suara pesawat rendah dan bola api memicu dugaan serangan udara atau operasi CIA dekat Fortuna, sejalan dengan retorika Trump.

  • Tuduhan eksternal: Presiden Kolombia Gustavo Petro mengklaim via X bahwa “mereka sedang membombardir Caracas”, meski tanpa bukti konkret.

  • Sabotase internal: Analis menduga faksi oposisi atau elemen militer Venezuela yang anti-Maduro, memanfaatkan ketegangan domestik.

Belum ada pihak yang mengklaim tanggung jawab atau konfirmasi dari AS. Situasi terus dipantau. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Grand Max, Pikup dan Truk Jatuh ke Jurang 50 M, Longsor di Ngadiwono Bromo

2 Maret 2026 - 23:19 WIB

Tak Bisa Bedakan Lawan dan Kawan, Rudal Kuwait Rontokkan Tiga Pesawat F-15 E Milik Amerika

2 Maret 2026 - 23:03 WIB

Drone Iran Terjang Kilang Ras Tanura Arab Saudi Terbakar, Harga Minyak Naik 10 %

2 Maret 2026 - 22:32 WIB

3 Maret 2026, Bangsa Indonesia Bisa Nonton Gerhana Blood Moon Paling Indah

2 Maret 2026 - 22:14 WIB

Gondola Terombang-ambing Angin Saat Hujan Deras, Dua Pekerja Apartemen Ascott Surabaya Tewas dan Luka-luka

2 Maret 2026 - 20:41 WIB

Ramadhan Bareng Tring! Tiga Hari Ajang Transaksi Halal di Pegadaian Penuh Hadiah

2 Maret 2026 - 19:39 WIB

Pemkab Jombang Mulai Menyegel 297 Tower BTS tanpa Dilengkapi Sertipikat Laik Fungsi

2 Maret 2026 - 18:06 WIB

Sinergi Pemkot dan BPN: Sertifikasi Aset Mojokerto Capai 51 Bidang

2 Maret 2026 - 17:05 WIB

Polisi Australia Pelaku Pelecehan Anak Dihukum 20 Tahun Penjara di Timor-Leste

2 Maret 2026 - 16:26 WIB

Trending di Internasional