Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Presiden Manduro Maklumkan Darurat Perang, Pasca Terjadi 7 Ledakan Besar

badge-check


					Video amatir telah berada di medsos merekam serangan dan ledakan di sejumlah daerah ibu kota Venezuela, Caracas. Sedikitnya tujuh ledakan besar, terjadi pukul 02.00 dihihari waktu setempat (13.00 WIB), Sabtu 3 Januari 2026. Foto: tangkap layar video Instagram@hitamputih01 Perbesar

Video amatir telah berada di medsos merekam serangan dan ledakan di sejumlah daerah ibu kota Venezuela, Caracas. Sedikitnya tujuh ledakan besar, terjadi pukul 02.00 dihihari waktu setempat (13.00 WIB), Sabtu 3 Januari 2026. Foto: tangkap layar video Instagram@hitamputih01

Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, CARACAS – Presiden Venezuela Nicolas Maduro menetapkan keadaan darurat nasional usai ibu kota Caracas diserang pada Sabtu (3/1).

Kantor berita Venezuela AVN melaporkan, penetapan dilakukan setelah pemerintah mengeklaim Amerika Serikat (AS) telah menyerang wilayah Venezuela.

“Republik Venezuela menolak, menyangkal, dan mengecam di hadapan komunitas internasional atas agresi militer berat yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah Venezuela dan penduduknya di Caracas,” demikian pernyataan pemerintahan Maduro.

Warga ibukota Vamezulea, Caraca, berlarian panik ke jalan akibat suara pesawat rendah, kepulan asap hitam pekat, bola api, sirene peringatan udara, dan pemadaman listrik luas di kawasan strategis.

Hal itu disebabkan, terjadi tujuh ledakan dahsyat mengguncang wilayah selatan Caracas, ibu kota Venezuela, tepat pukul 02.00 waktu setempat (13.00 WIB) pada Sabtu, 3 Januari 2026, dekat pangkalan militer Fortuna.

Video amatir yang beredar menunjukkan getaran hebat dari ledakan pertama, diikuti enam dentuman lagi yang mengguncang area sekitar pangkalan militer utama. Belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan signifikan hingga informasi terakhir.

Kejadian ini terjadi di tengah eskalasi antara rezim Presiden Nicolas Maduro dan Amerika Serikat, termasuk tuduhan perubahan rezim serta isu perdagangan narkoba.

Maduro baru saja menyatakan kesiapan berdialog dengan AS, meski tekanan militer dari pemerintahan Presiden Donald Trump terus meningkat, termasuk ancaman operasi darat di Venezuela.

Spekulasi Penyebab

Pemerintah Venezuela belum merilis pernyataan resmi soal penyebab ledakan. Spekulasi utama mencakup:

  • Keterlibatan AS: Suara pesawat rendah dan bola api memicu dugaan serangan udara atau operasi CIA dekat Fortuna, sejalan dengan retorika Trump.

  • Tuduhan eksternal: Presiden Kolombia Gustavo Petro mengklaim via X bahwa “mereka sedang membombardir Caracas”, meski tanpa bukti konkret.

  • Sabotase internal: Analis menduga faksi oposisi atau elemen militer Venezuela yang anti-Maduro, memanfaatkan ketegangan domestik.

Belum ada pihak yang mengklaim tanggung jawab atau konfirmasi dari AS. Situasi terus dipantau. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (39): Frankenstein dari Gunung Liar Swiss

23 Juli 2026 - 05:37 WIB

Polres Jombang Berikan Beasiswa Putra-Putri Pegawai Negeri Pada Polri Berprestasi

22 Juli 2026 - 15:01 WIB

Bidpropam Polda Jatim Mitigasi Personil Polres Jombang

22 Juli 2026 - 13:43 WIB

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Fokus Berobat Sakit Jantung ke Luar Negeri

22 Juli 2026 - 08:58 WIB

Menelisik Akar Terorisme (38): Kasus Pemimpin Teroris Mati Saat Mandi

21 Juli 2026 - 21:02 WIB

Sambut Muktamar 35 NU, PUPR Jombang Kebut Perbaikan Infrastruktur ke Area Tambakberas

21 Juli 2026 - 20:26 WIB

Bareskrim Ringkus 12 Orang Sindikat Pencuri 600 Modul BTS, Kerugian Rp60 Miliar

21 Juli 2026 - 19:39 WIB

Indonesia Punya Bullion, Prabowo: Simpan 231 Ton Emas Senilai Rp231 Triliun

21 Juli 2026 - 08:15 WIB

5 Badai Persoalan Timpa Hotman Paris: Dua Kali Minta Maaf, Kematian Rocky dan Angpao dari Prayogo Pangestu

21 Juli 2026 - 07:07 WIB

Trending di News