Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Jualan via WhatsApp Makin Laris, Ini 5 Tren Bisnis 2026 Versi Meta

badge-check


					Jualan via WA laris Perbesar

Jualan via WA laris

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Di wilayah Asia Pasifik, termasuk di Indonesia, pengaruh tren digital dan sosial terhadap perkembangan bisnis menjadi sangat besar. Data e-Marketer bahkan menempatkan region ini sebagai rajanya pengguna medsos, dengan dominasi Facebook dan Instagram yang diproyeksikan terus meningkat.

Bagi para pelaku bisnis, mengikuti tren bukanlah sekadar pilihan, tapi sebuah keharusan untuk bisa terus tumbuh. Oleh karenanya, Meta pun membagikan bocoran soal lima tren besar yang diprediksi bakal mendominasi lanskap bisnis pada tahun 2026.

“Kami melihat bagaimana tren sosial serta teknologi seperti AI semakin menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dan pelaku bisnis,” ujar Country Director Meta untuk Indonesia, Pieter Lydian.

Berikut rangkuman tren yang harus diantisipasi oleh para pebisnis jelang tahun 2026 yang dibagikan oleh Meta.

Gen AI dan otomatisasi yang ubah cara belanja

Perilaku konsumen dalam mencari produk sedang bergeser. AI kini menjadi penghubung utama bagi orang-orang untuk melakukan pencarian, mendalami referensi yang ditemuinya, hingga akhirnya memutuskan untuk melakukan pembelian.

Jika biasanya kita bertanya pada teman, di tahun 2026 aktivitas ini akan didominasi oleh Gen AI. Bayangkan, saat melihat produk menarik di video yang di unggah di Instagram misalnya, pengguna tinggal bertanya pada AI: “Apakah brand ini cocok untuk saya?”. Dan, AI akan memberikan riset produk, rekomendasi, saran gaya, bahkan harganya secara instan.

Di Indonesia, adopsi teknologi ini sudah sangat nyata. Tercatat 79 persen UKM sudah menggunakan AI untuk pemasaran produk baru dan berkomunikasi dengan pelanggan.

Aplikasi pesan jadi ‘toko utama’

Meta menyebut, aplikasi pesan seperti WhatsApp, DM di Instagram, atau Messenger untuk Facebook, telah berevolusi menjadi ‘toko utama’ dari sebuah bisnis. Hal ini memudahkan pelanggan untuk bisa bertanya dan langsung bertransaksi dalam satu percakapan, tanpa perlu pindah aplikasi.

Untuk menangani ini, peran Agen AI akan sangat krusial dalam menjawab pertanyaan dasar pelanggan.

Salah satu contoh suksesnya adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lewat chatbot WhatsApp untuk layanan info keuangan, produktivitas mereka naik 4 kali lipat dan bot berhasil menyelesaikan 80 persen pertanyaan yang masuk.

Ekosistem kreator yang didukung AI

Kreator bukan lagi sekadar pembuat konten, mereka sekarang menjelma sebagai saluran baru yang dapat memengaruhi keputusan konsumen untuk membeli suatu barang. Mereka membentuk cara orang menemukan, menilai, hingga membeli suatu barang.

Dengan bantuan AI, kreator bisa melokalkan konten lebih cepat dan memprediksi tren apa yang akan hype, sehingga konten mereka lebih relevan.

Bukti nyata tren ini adalah kemitraan afiliasi Facebook dengan Shopee di Asia Tenggara, yang mana kreator bisa menyematkan tautan produk Shopee langsung di konten mereka. Cerita pun berubah menjadi penjualan real-time

Video dan live commerce yang imersif

Video masih menjadi bahasa utama dalam perdagangan digital. Format Live Shopping dan video interaktif menjadi pendorong utama dalam penjualan produk, didukung oleh hampir 2 juta pengiklan yang kini menggunakan Gen AI untuk membuat materi iklan video yang lebih relevan dan variatif bagi audiens yang berbeda.

Meta saat ini tengah menguji fitur baru yang memungkinkan kreator menambahkan tautan produk langsung di Instagram Reels. Jadi, penonton bisa langsung belanja barang yang mereka lihat di video tanpa repot mencari link di bio profil.

Peluang ekonomi halal di pasar global

Asia Pasifik kini menjadi pusat perdagangan lintas negara, dan ini membuka peluang emas bagi ekonomi halal.

Infrastruktur digital yang makin matang memudahkan brand lokal Indonesia—khususnya di sektor fashion, makanan, dan kosmetik halal—untuk mengekspor produk ke pasar muslim global. Sebaliknya, konsumen kita juga makin mudah mendapatkan produk halal bersertifikat dari luar negeri.

Agar tetap unggul di 2026, Meta menyarankan bisnis untuk mulai berinvestasi pada AI, mengintegrasikan messaging sebagai saluran penjualan, serta berkolaborasi lebih erat dengan kreator lewat model afiliasi.

“Meta berkomitmen mendukung bisnis lokal agar dapat memanfaatkan tren digital ini untuk memperluas pasar hingga ke tingkat global,” pungkas Pieter.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BPOM Temukan 12 Obat Bahan Alam Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat

1 Juli 2026 - 20:04 WIB

Pertamax Turbo Turun Harga Per 1 Juli 2026, Simak Daftar Harga

1 Juli 2026 - 19:41 WIB

Operasi Gabungan Satpol PP dan Bea Cukai Gresik Berhasil Amankan Ribuan Batang Rokok Ilegal

30 Juni 2026 - 22:33 WIB

Tarif Listrik Juli-Agustus-September Tak Naik

30 Juni 2026 - 21:23 WIB

Tumpeng Nasi Krawu KWG Berhasil Masuk Rekor Dunia

30 Juni 2026 - 06:05 WIB

Peternak Unjuk Rasa dan Bagi Telur Gratis di Gedung DPRD Jatim

29 Juni 2026 - 20:18 WIB

Modus Baru Judi Online saat Pesta Piala Dunia 2026

29 Juni 2026 - 20:01 WIB

Dr. Lee Woo Guan, Ahli Bedah Ortopedi Bertangan Dewa

29 Juni 2026 - 16:19 WIB

Pemerintah Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Cuma 250

28 Juni 2026 - 21:26 WIB

Trending di Nasional