Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Lahar Semeru Terjang Sumberlangsep: 13 Rumah dan Satu Masjid Terendam

badge-check


					Warga menunjukkan sebuah masjid di Dusun Sumberlangsep yang terlihat sebagian atapnya karena diterjang banjir lahar Semeru pada Minggu (7/12/2025). Foto: Antara Perbesar

Warga menunjukkan sebuah masjid di Dusun Sumberlangsep yang terlihat sebagian atapnya karena diterjang banjir lahar Semeru pada Minggu (7/12/2025). Foto: Antara

Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, LUMAJANG-Sabtu sore (6/12/2025), Dusun Sumberlangsep di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, diguncang banjir lahar hujan Gunung Semeru. Material vulkanik bercampur lumpur menerjang permukiman warga, merendam belasan rumah, satu warung, dan sebuah masjid.

“Data awal sebanyak 13 rumah, satu masjid, dan satu warung di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro yang terdampak lahar Semeru,” kata Isnugroho, Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Minggu (7/12/2025), melansir dari Antara.

Rumah-rumah yang terdampak antara lain milik Karmani, Poniman, Arifin, Suhartono, Ajinal Yusuf, Gundut Sugito, Hidayat, KH. Senamin, Budiana, Matsaleh, Dedi, Mayar, dan Jumali. Selain itu, tiga sepeda motor warga juga terpendam lumpur.

Isnugroho menjelaskan, BPBD Lumajang sudah menyalurkan bantuan sejak Sabtu malam. Namun distribusi terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terisolasi.
“Hari ini kami juga mengirimkan bantuan untuk warga di Dusun Sumberlangsep yang terisolasi agar kebutuhan makanan dan lainnya terpenuhi,” ujarnya.

Gelombang Pengungsian
Banjir lahar memaksa warga mengungsi ke perbukitan. Tiga pos pengungsian didirikan untuk menampung ratusan jiwa.

Pos 1: 107 orang, terdiri dari 39 laki-laki, 43 perempuan (satu hamil), 21 anak-anak, dan empat bayi.

Pos 2: 173 orang, terdiri dari 85 laki-laki, 77 perempuan (dua hamil), dan 11 anak-anak.

Pos 3: 115 orang, terdiri dari 49 laki-laki, 48 perempuan (dua hamil), 15 anak-anak, dan tiga bayi.

Secara keseluruhan, Dusun Sumberlangsep dihuni 138 KK atau 512 jiwa. Kini sebagian besar harus bertahan di pengungsian dengan harapan ada perhatian lebih dari pemerintah daerah.

Warga berharap agar pemerintah segera mengambil langkah pencegahan agar banjir lahar Semeru tidak kembali menerjang permukiman mereka. Di tengah ketidakpastian, mereka menanti solusi jangka panjang yang bisa menjamin keselamatan dan keberlangsungan hidup di dusun yang berada di kaki Semeru itu.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Paradoks Durian RI: Menang Berat Buah, Keok Nilai Rupiah

28 September 2026 - 19:08 WIB

Gerbang Ekspor Terbuka, Durian Indonesia Siap Menjadi Kekuatan Baru di Pasar China

28 September 2026 - 18:56 WIB

Subsidi LPG 3 Kg Tahun 2027 Dipangkas Jadi Rp 103,05 Triliun, Volume Penyaluran Turun

28 September 2026 - 18:44 WIB

Kejar Target FLPP, Pemerintah Siapkan Akad Massal 71.000 Rumah Subsidi

27 September 2026 - 19:29 WIB

Beban Kontraktor Bertambah, Harga Semen dan Besi Beton di Jatim Terus Menanjak

27 September 2026 - 18:50 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Beras Masih di Atas HET, Cabai Naik

27 September 2026 - 18:38 WIB

ESDM Tegaskan Isu Pertalite Naik Hoaks, Harga Tak Berubah

25 September 2026 - 21:29 WIB

Surat Pemadaman Internet Nasional 3 Hari Beredar, Komdigi Buka Suara

25 September 2026 - 21:17 WIB

PIHPS: Cabai Rawit Tembus Lebih dari Rp100 ribu Per Kilogram

24 September 2026 - 19:59 WIB

Trending di Nasional