Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

PT Suparma Bagi Dividen Saham Pada 25 November 2025

badge-check


					Paparan Publik PT Suparma TBK Perbesar

Paparan Publik PT Suparma TBK

Penulis: Satwiko Rumekso | Editor: Yobie Wijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Manajemen PT Suparma (SPMA) Tbk segera membagikan dividen saham, menyusul persetujuan dari para pemegang saham produsen kertas dan tissue yang berbasis di Surabaya dalam Rapat Umumm Pemegang Saham Luar Biasa (!RUPSLB) perseroan Kamis (30/10).

Hendro Luhur, Direktur PT Suparma Tbk, mengatakan dengan persetujuan pemegang saham tersebut manajemen akan membagikan dividen saham yang dijadwalkan pada 25 November 2025. “Dividen saham yang dikapitalisasi bersumber dari saldo laba perseroan 2024,” kata Hendro Luhur siang tadi.

Dia menjelaskan jumlah saldo laba yang dikapitalisa atas dividen terbagi atas sebanyak-banyaknya 946.227.663 saham. “Pembagian dividen saham diatur dengan ratio setiap 100 saham lama dengan nominal Rp400 per saham mendapat 30 saham baru dengan nilai Rp400 per saham.”

Hendro menjelaskan, pembagian dividen saham tersebut akan memberikan beberapa manfaat bagi perseroan, a.l meningkatkan modal disetor untuk memperkuat struktur permodalan perseroan, menambah jumlah saham beredar, sehingga likuiditas saham perseroan akan meningkat.

“Dengan peningkatan jumlah saham beredar secara teori dapat menurunkan harga saham, sehingga terbuka peluang bagi investor dengan modal terbatas untuk terlibat dalam transaksi saham perseroan.”

Dalam bagian lain Hendro, menjelaskan pemegang saham juga menyetujui aksi korporasi perseroan untuk mengembangkan usaha baru, yakni pengembangan industri bisnis ke sektor energi terbarukan dan industri kimia dasar.

Buyung Oktaviano, Kepala Divisi PT Suparma Tbk menjelaskan penambahan kegiatan usaha aru tersebut mencakup pengolahan limbah Fly Ash and Bottom Ash (FABA) menjadi batako, produksi bahan kimia dasar seperti soda kostik, serta pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi bisnis sekaligus penerapan prinsip ekonomi sirkular.
Pemanfaatan limbah FABA dari pembangkit listrik internal akan diolah menjadi batako yang lebih kuat dan tahan retak, sementara RDF ditargetkan menjadi substitusi batu bara untuk industri berintensitas energi tinggi seperti pulp dan kertas. Di bidang kimia dasar, Suparma berencana membangun fasilitas produksi natrium hidroksida (NaOH) untuk mendukung proses pemisahan serat selulosa pada pembuatan bubur kertas.

Buyung menyebutkan, untuk pengembangan ketiga usaha baru tersebut perseroan menyiapkan investasi baru sekitar Rp143 miliar, yang terbagi atas investasi untuk proyek batako sekitar Rp4 milia1r, kimi dasar sekitar Rp81 miliar dan RDF sekitar Rp58 miliar.

Kini ketiga jenis tersebut kini sedang on progress. Diharapkan pada tahun depan (2026) untuk RDF fase sudah produksi dengan kapasitas 200 ton per hari, demikian halnya dengan produksi batako. Sedang untuk Kimia Dasar perseroan kini fokus pada penyelesaian beberapa perizinan.(Bambang Sutejo)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tiga Anggota DPRD di Jatim Ditangkap Polrestabes Surabaya karena Narkoba

30 September 2026 - 19:20 WIB

YLKI Dorong Label Peringatan Gula, Garam, Lemak , Usai Putusan MK

30 September 2026 - 18:59 WIB

Penerbangan Singapura Tersebar ke 17 Kota RI, Ekonomi Daerah Luar Jawa Panen Devisa

30 September 2026 - 18:38 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Rp109.000 per Kg, Telur Ayam di Rp29.500 per Kg

29 September 2026 - 21:08 WIB

Urai Macet Ketapang-Gilimanuk, Jatim Revitalisasi Dermaga Bulusan Rp6 Miliar

29 September 2026 - 20:14 WIB

Paradoks Durian RI: Menang Berat Buah, Keok Nilai Rupiah

28 September 2026 - 19:08 WIB

Gerbang Ekspor Terbuka, Durian Indonesia Siap Menjadi Kekuatan Baru di Pasar China

28 September 2026 - 18:56 WIB

Subsidi LPG 3 Kg Tahun 2027 Dipangkas Jadi Rp 103,05 Triliun, Volume Penyaluran Turun

28 September 2026 - 18:44 WIB

Kejar Target FLPP, Pemerintah Siapkan Akad Massal 71.000 Rumah Subsidi

27 September 2026 - 19:29 WIB

Trending di Nasional