Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Kapal Frigate Terbesar se-ASEAN Dibawa dari Italia Menuju Indonesia di Bawah Komando Kol Laut JD Nalasakti Sondakh

badge-check


					KRI Brawijaya-320 baru selesai dibuat oleh perusahaan Fincantieri berangkat dari Italia menuju Indonesia, sejak Selasa 29 Juli 2025.  akan berlayar selama satu bulan penuh dan diperkirakan akan sampai di perairan Indonesia pada awal September 2025.  Foto: Dok/TNI AL
. Perbesar

KRI Brawijaya-320 baru selesai dibuat oleh perusahaan Fincantieri berangkat dari Italia menuju Indonesia, sejak Selasa 29 Juli 2025. akan berlayar selama satu bulan penuh dan diperkirakan akan sampai di perairan Indonesia pada awal September 2025. Foto: Dok/TNI AL .

Penulis: Jacobus E. Lato   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDNEWS.COM, ITALIA- Setelah selesai dibuat KRI Brawijaya 320 yang berlayar dari Italia ke Indonesia dibawah komandan Kolonel Laut (P) John David Nalasakti Sondakh. Berlayar dari l Fincantieri, Muggiano, Italia,  akhir Juli 2025 dan diperkirakan tiba di Indonesia awal September 2025.

Kolonel Laut (P) John David Nalasakti Sondakh lahir pada tahun 1978 dan merupakan seorang perwira tinggi TNI Angkatan Laut. Ia pernah menjabat sebagai Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 dan Komandan KRI Kakap-811.

Ia memiliki latar belakang pendidikan dari Akademi Angkatan Laut angkatan ke-47 serta gelar S.T. dan M.M. yang menunjang karier militernya. John David Nalasakti Sondakh juga dikenal aktif memegang berbagai jabatan strategis di jajaran TNI AL, khususnya di Koarmada II.

KRI Brawijaya-320 kekuatan baru TNI AL

KRI Brawijaya-320 adalah kapal perang fregat terbaru,  milik TNI Angkatan Laut yang merupakan kapal terbesar di Asia Tenggara (ASEAN).

Kapal ini dibuat oleh perusahaan galangan kapal Fincantieri di La Spezia, Italia, dan resmi diserahterimakan kepada TNI AL pada Juli 2025.

Panjang kapal ini mencapai 143 meter dengan kecepatan maksimum 32 knot dan mampu menampung 171 awak kapal. KRI Brawijaya-320 memiliki kemampuan peperangan anti udara (Anti Air Warfare/AAW) dengan desain yang menekankan fleksibilitas, modularitas, dan skalabilitas, serta dilengkapi sistem navigasi modern dan Combat Management System terintegrasi yang mengontrol sensor, senjata, komunikasi, dan navigasi.

.

Kapal ini diberangkatkan dari Italia menuju Indonesia pada 29 Juli 2025 dan dijadwalkan akan singgah terlebih dahulu di Jakarta pada awal September 2025 sebelum melanjutkan ke Komando Armada II di Surabaya.

Perjalanan kapal ini dari Italia ke Indonesia dipersiapkan dengan matang, termasuk kesiapan logistik, mesin, dan personel pengawak kapal.

Dengan berbagai fitur canggih dan ukuran terbesar di ASEAN, KRI Brawijaya-320 menjadi kebanggaan TNI AL sebagai kapal perang yang modern dan sangat mampu mendukung operasi laut Indonesia di kawasan.

Persenjataan

Peluru kendali anti udara yang digunakan oleh KRI Brawijaya-320 adalah bagian dari sistem rudal pertahanan udara SAAM ESD PPA yang berbasis pada keluarga rudal MBDA Aster.

Kapal ini dilengkapi dua grup peluncur vertikal Naval Group A50 yang mampu menampung total 16 rudal Aster, termasuk rudal Aster 15 dan Aster 30 yang efektif untuk pertahanan anti udara jarak menengah hingga jauh.

Selain itu, KRI Brawijaya-320 juga menggunakan sistem persenjataan lain yang mendukung peperangan anti udara, seperti meriam utama Leonardo 127/64 mm LW yang dapat menembakkan amunisi berpemandu jarak jauh Vulcano, dan meriam dek tunggal 76 mm dengan amunisi berpemandu DART untuk menghadapi ancaman rudal anti-kapal dan ancaman asimetris.

Jadi, secara singkat, peluru kendali anti udara pada KRI Brawijaya-320 menggunakan rudal keluarga MBDA Aster dengan peluncur vertikal Naval Group A50.

Spesifikasi

KRI Brawijaya-320 adalah kapal perang tipe fregat patroli lepas pantai (OPV) kelas Thaon di Revel yang dibuat di Italia dan dioperasikan oleh TNI Angkatan Laut. Berikut adalah spesifikasinya:

  • Panjang 143 meter

  • Lebar 16,5 meter

  • Draft (kedalaman kapal) 5,2 meter

  • Kecepatan maksimum 32 knot

  • Kapasitas awak 171 orang

  • Penggerak menggunakan kombinasi mesin diesel dan listrik

  • Dirancang dengan kemampuan peperangan anti-udara (Anti-Air Warfare/AAW) yang mengutamakan fleksibilitas, modularitas, dan skalabilitas

  • Dilengkapi sistem navigasi dan sistem tempur terintegrasi, termasuk Combat Management System (CMS), sensor, senjata, komunikasi, dan sistem navigasi yang terkoneksi melalui jaringan data kecepatan tinggi

  • Merupakan kapal pertama buatan Italia yang dimiliki Indonesia

  • Dibangun oleh galangan kapal Fincantieri di Muggiano, Italia, awalnya bernama Marcantonio Colonna (P433) sebelum kemudian berganti nama menjadi KRI Brawijaya-320

Kapal ini menjadi langkah penting dalam modernisasi alutsista TNI AL, terutama untuk penguatan kemampuan pertahanan laut dan pengawasan wilayah laut Indonesia. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Vonis Judol Jaka Purnama Inkracht, Kejaksaan Serahkan Uang TPPU Rp9,05 M ke Kas Negara

29 Juli 2026 - 11:10 WIB

10 Daftar Saham Atas Nama Febrie Adriansyah, Begini Penjelasan Kejaksaan Agung

29 Juli 2026 - 10:07 WIB

Gempa Mag 7.1 Jepang: Dua Lansia Meninggal, Kerusakan Masif Kerugian Rp15 Triliun

29 Juli 2026 - 09:23 WIB

Petrokimia Gresik Tanam 1.000 Bibit Mangrove di PRPM Mangare Bungah

29 Juli 2026 - 08:46 WIB

Gerombolan Mafia Hibah Pemprov Jatim, KPK Menahan M Mahrus Ali Terima Rp83,4 Miliar

28 Juli 2026 - 22:33 WIB

KPK Tahan Mahrus Ali_Dana Hibah Jatim

IBM Ciptakan Prosesor 0,7 Nano: Jembatan Manusia ke Arah Hidup Abadi

28 Juli 2026 - 21:35 WIB

Tahun Depan Gaji Peserta Magang Nasional Bakal Naik

28 Juli 2026 - 19:45 WIB

Tiga Gempa Besar Beruntun Magnetudo 6.1, 7.1 dan 7.1 Menguncang Guncang Jepang Hari Ini

28 Juli 2026 - 19:27 WIB

Zulhas Bantah Ada Pengadaan Proyek Kipas Angin Kopdes Rp 1,8 T

28 Juli 2026 - 19:15 WIB

Trending di Nasional