Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Hasil Investigasi Kecelakaan Jeju Air : Kesalahan Pilot Mematikan Mesin

badge-check


					Salah satu penyebab Jeju Air celaka karena pilot error Perbesar

Salah satu penyebab Jeju Air celaka karena pilot error

Penulis: Satwiko Rumekso | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Investigasi terhadap kecelakaan udara paling mematikan di Korea Selatan menemukan bahwa seorang pilot secara keliru mematikan mesin yang salah. Demikian dilaporkan media lokal.

Hampir seluruh penumpang dari 181 orang di dalam pesawat Jeju Air Penerbangan 2216 tewas ketika pesawat menabrak pembatas beton pada Desember 2024, saat mencoba mendarat di Bandara Internasional Muan. Salah satu mesin pesawat disebut terkena serangan burung.

Rilis hasil investigasi yang seharusnya dilakukan akhir pekan lalu ditunda setelah keluarga korban memprotes isi temuan itu. Mereka menuduh para penyelidik menyalahkan pilot sambil mengabaikan faktor-faktor penyebab lainnya.

Pada 29 Desember 2024 pagi, pilot penerbangan 2216 melaporkan adanya serangan burung dan mengirim panggilan darurat (mayday) saat pesawat mendekati landasan pacu. Para pilot kemudian mencoba mendarat dari arah berlawanan. Rekaman video menunjukkan pesawat melakukan pendaratan perut, tanpa roda pendarat, dan meluncur di sepanjang landasan sebelum menabrak pembatas beton.

Dua mesin pesawat tersebut dikirim ke Prancis pada Maret untuk dianalisis. Temuan terbaru dari Dewan Investigasi Kecelakaan Penerbangan dan Kereta Api Korea Selatan menunjukkan pilot telah mematikan mesin kiri, yang tidak mengalami kerusakan, alih-alih mesin kanan yang rusak parah akibat serangan burung.

Namun, keluarga korban menyatakan laporan tersebut tidak menyebutkan keberadaan pembatas beton di ujung landasan pacu. Menurut mereka itu merupakan faktor utama yang membuat kecelakaan itu begitu fatal.

“Para keluarga korban menginginkan investigasi yang adil dan transparan terhadap kecelakaan ini,” kata mereka dalam sebuah pernyataan, sambil mendesak agar jumpa pers hanya dilakukan setelah pemeriksaan yang menyeluruh dan hati-hati selesai dilakukan.

Dalam pernyataan pada Minggu (20/7), serikat pilot Jeju Air juga mengkritik temuan investigasi terbaru karena dinilai terlalu menekankan kesalahan penilaian pilot dan mengabaikan faktor penyebab lainnya. Namun, seorang sumber yang mengetahui isi penyelidikan mengatakan kepada Reuters bahwa para penyelidik tidak akan mengubah temuannya karena mereka memiliki bukti dan data pendukung yang jelas.

Setelah kecelakaan tersebut, Kementerian Transportasi Korea Selatan pada Januari menyatakan akan menghapus pembatas beton di tujuh bandara.

Pada Mei, keluarga korban mengajukan gugatan pidana terhadap CEO Jeju Air, Kim E-bae, dengan tuduhan kelalaian profesional. E-bae ialah satu dari 24 orang yang sedang diselidiki terkait dengan kecelakaan tersebut***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pejabat, Jenderal TNI dan Ulama Dalam Kasus TPPU Rp237 M, Gus Yazid Cabut BAP atas Letjen Widi Prasetijono

22 September 2026 - 14:50 WIB

Menelisik Akar Terorisme (59): Masyarakat Rahasia Tiongkok

21 September 2026 - 22:40 WIB

Jaksa Tuntut 8 Tahun 6 Bulan, Pendukung Sudewo Ngamuk di PN Tipikor Jakarta

21 September 2026 - 22:16 WIB

Valuta Asing Rp2,8 M Disimpan di Plafon Rumah Madyopura Malang, Jejak Gatot Heroe Pejabat Dirjen Bea Cukai

21 September 2026 - 20:46 WIB

5 Kepsek SDN Tebingtinggi Dicopot, Gegara Tolak Serahkan Revitalisasi Rp2,44 M yang Ditunjuk Diknas

21 September 2026 - 18:04 WIB

PT Annisa Ahmada Diduga Pakai Sistem Ponzi: Rekrut 4.000 Pendaftar Umrah, Taksir Kerugian Rp120 M

21 September 2026 - 10:24 WIB

Pidato KH Hasan Abdullah Sahal: Kami Tidak Cari Muka, Pak Presiden Kami Tetap Pilih Pendidikan

20 September 2026 - 23:36 WIB

Rudal Houthi Sasar Bandara Raja Khaled dan Mengenai Fasilitas Perminyakan Aramco

20 September 2026 - 08:57 WIB

Penelisik Akar Terorisme (58): Pemberontak Chang Hsien-chung Hingga Jejak Perang Salib di Tiongkok

20 September 2026 - 08:30 WIB

Trending di News