Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Borong 50 Pesawat Boeing AS Sebagai Kesepakatan Tarif, untuk Apa?

badge-check


					Boeing 777 yang bakal diborong Indonesia Perbesar

Boeing 777 yang bakal diborong Indonesia

Penulis: Satwiko Rumekso | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Pemerintah Indonesia menyatakan komitmennya untuk membeli 50 unit pesawat Boeing, mayoritas tipe Boeing 777, sebagai bagian dari negosiasi tarif perdagangan dengan Amerika Serikat (AS).

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembelian tersebut tidak memberatkan, sebab memang sejalan dengan kebutuhan strategis nasional untuk membesarkan kembali Garuda Indonesia sebagai maskapai pembawa nama bangsa.

“Ya memang kan perlu untuk membesarkan Garuda,” ujar Prabowo saat ditemui di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (16/7), dikutip dari CNBC Indonesia.

Menurut Prabowo, Garuda Indonesia memiliki makna lebih dari sekadar maskapai. Ia menyebut Garuda lahir dari perjuangan kemerdekaan dan harus kembali menjadi lambang kejayaan Indonesia di mata dunia.

“Garuda harus menjadi lambang Indonesia. Kita bertekad, saya bertekad untuk membesarkan Garuda. Untuk itu, kita butuh pesawat-pesawat baru,” tegasnya.

Pembelian Boeing, kata Prabowo, tidak berarti memutus kerja sama dengan Airbus, produsen pesawat asal Prancis. Menurutnya, Indonesia tetap menjalin relasi dengan kedua belah pihak.

“Saya kira nggak ada masalah. Karena kita butuh, mereka ingin jual, Boeing cukup bagus, dan kita juga tetap ambil dari Airbus. Jadi akhirnya terjadi pertemuan dua kepentingan,” jelasnya.

Presiden Prabowo juga menyebut bahwa dalam kesepakatan perdagangan dengan AS, Indonesia masih membutuhkan berbagai produk impor lain seperti bahan bakar minyak (BBM), gas, gandum, dan kedelai. Menurutnya, transaksi dua arah ini memberikan titik pertemuan kepentingan ekonomi bagi kedua negara.

“Jadi akhirnya kita bisa dapat suatu titik pertemuan,” kata kepala negara.

Harga Boeing 777

Pesawat Boeing 777 dikenal sebagai jet berbadan lebar paling sukses dalam sejarah penerbangan dengan lebih dari 1.300 unit telah beroperasi global.

Boeing menyebut seri 777 memiliki jangkauan superior, efisiensi bahan bakar tinggi, dan kenyamanan kabin penumpang yang menjadi standar baru di kelasnya.

Merujuk data dari Paramount Business Jets, berikut estimasi harga varian Boeing 777:

Boeing 777-300 baru: US$375,5 juta (sekitar Rp6 triliun)
Boeing 777-300 bekas: US$90 juta (sekitar Rp1,4 triliun)
Boeing 777-200 baru: US$261 juta (sekitar Rp4,1 triliun)
Boeing 777-200 bekas: US$8,25 juta (sekitar Rp132 miliar)
Boeing 777-200LR baru: US$285 juta (sekitar Rp4,5 triliun)

Boeing juga tengah mengembangkan varian terbaru Boeing 777X yang diklaim akan membawa teknologi sayap lipat, mesin lebih hemat bahan bakar, dan akan mulai mengudara dalam beberapa tahun mendatang.

Boeing 777 dan Keselamatan Penerbangan
Boeing 777 adalah salah satu pesawat paling populer di industri penerbangan, tetapi catatan keselamatannya telah menimbulkan beberapa pertanyaan. Boeing 777 terkenal dengan jangkauan panjang, kapasitas tinggi, dan efisiensi bahan bakar, tetapi insiden keselamatan telah terjadi, termasuk hilangnya mesin selama penerbangan Southwest Airlines pada 2018.

Untuk mengurangi risiko yang terkait dengan menerbangkan Boeing 777, pilot harus memahami protokol keselamatan dan persyaratan pemeliharaan pesawat. Pilot harus meninjau manual penerbangan pesawat dan melakukan inspeksi pra-penerbangan menyeluruh untuk memastikan bahwa pesawat berada dalam kondisi kerja yang tepat.

Selain itu, pilot harus mematuhi semua peraturan yang berlaku dan memastikan bahwa semua peralatan keselamatan yang diperlukan berada di atas kapal dan berfungsi dengan benar. Akhirnya, pilot harus memastikan untuk meninjau rute penerbangan, kondisi cuaca, dan potensi bahaya sebelum lepas landas. Dengan mengikuti protokol keselamatan ini, pilot dapat membantu memastikan penerbangan yang aman dan sukses.***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pejabat, Jenderal TNI dan Ulama Dalam Kasus TPPU Rp237 M, Gus Yazid Cabut BAP atas Letjen Widi Prasetijono

22 September 2026 - 14:50 WIB

Menelisik Akar Terorisme (59): Masyarakat Rahasia Tiongkok

21 September 2026 - 22:40 WIB

Jaksa Tuntut 8 Tahun 6 Bulan, Pendukung Sudewo Ngamuk di PN Tipikor Jakarta

21 September 2026 - 22:16 WIB

Valuta Asing Rp2,8 M Disimpan di Plafon Rumah Madyopura Malang, Jejak Gatot Heroe Pejabat Dirjen Bea Cukai

21 September 2026 - 20:46 WIB

5 Kepsek SDN Tebingtinggi Dicopot, Gegara Tolak Serahkan Revitalisasi Rp2,44 M yang Ditunjuk Diknas

21 September 2026 - 18:04 WIB

PT Annisa Ahmada Diduga Pakai Sistem Ponzi: Rekrut 4.000 Pendaftar Umrah, Taksir Kerugian Rp120 M

21 September 2026 - 10:24 WIB

Pidato KH Hasan Abdullah Sahal: Kami Tidak Cari Muka, Pak Presiden Kami Tetap Pilih Pendidikan

20 September 2026 - 23:36 WIB

Rudal Houthi Sasar Bandara Raja Khaled dan Mengenai Fasilitas Perminyakan Aramco

20 September 2026 - 08:57 WIB

Penelisik Akar Terorisme (58): Pemberontak Chang Hsien-chung Hingga Jejak Perang Salib di Tiongkok

20 September 2026 - 08:30 WIB

Trending di News