Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Internasional

Pemerintah Iran Tuding Whatsapp Terlibat Pembunuhan Tokohnya

badge-check


					Aplikasi berbasis lokasi dicurigai Iran Perbesar

Aplikasi berbasis lokasi dicurigai Iran

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Pemerintah Iran yang menyebut platform WhatsApp hingga Telegram digunakan oleh Israel untuk mengidentifikasi dan menargetkan individu. Tuduhan itu disampaikan lewat laporan kantor berita pemerintah Iran, IRIB, pada Selasa (18/6/2025). Layanan pesan milik Meta Platforms Inc ini membantah.

Dalam laporannya, otoritas Iran memperingatkan warganya untuk tidak menggunakan WhatsApp, Telegram, serta aplikasi berbasis lokasi lainnya. Pemerintah menuding aplikasi-aplikasi tersebut sebagai alat pengawasan milik Israel, sebagaimana dikutip dari CNN.

Menanggapi tuduhan tersebut, juru bicara WhatsApp menyatakan keprihatinan atas potensi pemblokiran platform di tengah situasi genting. “Kami khawatir laporan palsu ini akan dijadikan alasan untuk memblokir layanan kami pada saat orang-orang sangat membutuhkannya,” kata perwakilan WhatsApp, mengutip dari Benzinga Newswire, Kamis (19/6/2025).

Platform ini juga menegaskan bahwa mereka tidak melacak lokasi pengguna secara presisi serta menjamin bahwa seluruh komunikasi di WhatsApp diamankan dengan enkripsi end-to-end.

“Semua pesan yang dikirim ke keluarga dan teman melalui WhatsApp terenkripsi end-to-end, artinya hanya pengirim dan penerima yang dapat mengaksesnya — bahkan WhatsApp tidak bisa melihat isinya,” ujar juru bicara itu.

Selain itu, WhatsApp menyatakan tidak memberikan data pengguna secara massal ke pemerintah mana pun. Meta, induk perusahaan WhatsApp, klaim rutin menerbitkan laporan transparansi yang menjabarkan permintaan data dari otoritas secara legal dan terbatas.

Sebelumnya, Meta memang pernah menghadapi pembatasan oleh otoritas Iran, terutama saat terjadi gejolak politik dalam negeri.

Pada tahun 2022, ketika protes besar-besaran meletus akibat kematian Mahsa Amini (22) dalam tahanan polisi moral, pemerintah Iran membatasi akses ke Instagram guna menghambat penyebaran informasi, sebagaimana dilaporkan CBS News.

Sebagaimana diketahui, Israel melancarkan serangan udara pada hari Jumat (23/6/2025) yang ditujukan pada situs-situs nuklir Iran, para ilmuwan utama dan pejabat militer senior. Sebagai balasannya, Iran menembakkan puluhan rudal balistik.

Sejak saat itu, kedua negara telah saling bertukar serangan rudal. Militer Israel melaporkan setidaknya 24 orang tewas dan banyak yang terluka di Israel, sementara Teheran menyatakan bahwa lebih dari 224 orang telah tewas di Iran sejak serangan dimulai, laporan tersebut menambahkan.

Menurut kelompok pengawas internet NetBlocks, penggunaan internet di Iran menurun hingga 75% pada hari Selasa di tengah konflik yang terus meningkat.***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Partai Kecoak Merayap ke Politik India

22 Mei 2026 - 18:17 WIB

Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop

10 Mei 2026 - 19:12 WIB

Naskah Alkitab Perjanjian Baru 42 Halaman yang Hilang Ditemukan

3 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Kabar Baik 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz

19 April 2026 - 19:52 WIB

Ke Sabah, Merawat Kesehatan Sekaligus Berwisata

19 April 2026 - 16:43 WIB

Kutu Pembunuh Menyerang Korea Selatan, 422 Orang Meninggal

15 April 2026 - 19:06 WIB

Trending di Internasional