Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Benyamin Netanyahu Keluar Bunker Melihat Negerinya Luluh Lantah Dibombardir Iran, 10 Warga Sipil Tewas

badge-check


					Perdana menteri israel Benyamin Netanyahu mengunggah fotonya di Instagram, diduuga saat ia keluar dari bunker bersama menterinya, pasca hujan bom di Israel serangan balasan Iran, 14 Juni 2025. Instagram@b.netanyahu Perbesar

Perdana menteri israel Benyamin Netanyahu mengunggah fotonya di Instagram, diduuga saat ia keluar dari bunker bersama menterinya, pasca hujan bom di Israel serangan balasan Iran, 14 Juni 2025. [email protected]

Penulis: Jacobus E Lato   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONESW.COM, TEL AVIV- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sempat berlindung di bunker bersama Menteri Pertahanan Israel Yoav Katz dan beberapa pejabat lainnya saat Iran meluncurkan serangan rudal balistik besar-besaran ke Tel Aviv dan wilayah sekitarnya pada 14 Juni 2025.

Hari Minggu, 15 Juni 2025, ia keluar dari bunker, lalu menuliskan pesan lewat akun [email protected], menuliskan DM: Iran akan membayar harga yang sangat tinggi untuk pembunuhan wanita, anak-anak dan warga yang tidak bersalah – dan itu akan segera terjadi.

Aku di sini di tempat kejadian bersama dengan pasukan penyelamat dan Komando Dalam Negeri. Atas nama orang-orang Israel – kami mengirim pelukan kepada keluarga dan sekali lagi memanggil setiap warga negara: dengarkan instruksinya – ini menyelamatkan nyawa.

Kami berada dalam kampanye eksistensi, melawan penghancuran perencanaan musuh yang kejam.

Tentara dan pilot kami bekerja dengan berani – di atas langit Iran. Ini adalah perang keselamatan. Nonaktifkan mereka dengan satu pukulan epik – dan menang.

Mereka menggunakan bunker tersebut untuk melakukan penilaian situasi dan mendiskusikan strategi serangan balasan ke Iran.

Setelah situasi sedikit mereda, Netanyahu keluar dari bunker dan melakukan kunjungan ke lokasi yang terkena serangan rudal Iran di Bat Yam, Israel tengah.

Dalam kunjungannya, Netanyahu menyatakan bahwa Iran akan membayar harga yang sangat tinggi atas pembunuhan warga sipil akibat serangan tersebut. Serangan rudal Iran ini menyebabkan sedikitnya 10 orang tewas dan puluhan lainnya terluka di Israel tengah dan utara.

Serangan balasan Iran ini merupakan respons atas serangan Israel sebelumnya yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi militer Iran.

Dalam serangan tersebut, ratusan rudal balistik diluncurkan oleh Iran ke pusat-pusat militer dan kawasan metropolitan terbesar Israel, termasuk Tel Aviv. Israel berusaha mencegat beberapa rudal, namun banyak yang berhasil mengenai targetnya, menyebabkan kerusakan dan korban luka-luka.

Dengan demikian, Netanyahu keluar dari bunker untuk meninjau langsung kehancuran yang terjadi akibat serangan rudal Iran di Israel, sambil menegaskan kesiapan Israel untuk membalas serangan tersebut.

Setelah menyaksikan kehancuran di Israel akibat serangan rudal Iran, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bereaksi dengan tegas dan keras.

Ia juga menegaskan bahwa Israel tidak akan berhenti hingga Hamas dan sekutunya dihancurkan, meskipun mendapat tekanan internasional untuk menghentikan serangan dan membuka blokade di Gaza.

Netanyahu menolak tekanan tersebut dan menegaskan bahwa perang ini bertujuan melawan kekejaman dan harus berakhir dengan kemenangan total pasukan Israel. Sikap ini mencerminkan ketegasan dan kesiapan Netanyahu dalam menghadapi situasi krisis dan kehancuran yang dialami Israel saat ini. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Elon Musk Pamer Mobil yang Bisa Terbang

16 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Kardinal Pietro Parolin Gantikan sementara Tugas Paus Leo XIV

15 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Dari Matras Kamar Sempit hingga Raksasa Teknologi: Kisah Ren Zhengfei Membangun Huawei Lewat Badai Krisis

10 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Dari Inggris hingga Singapura, Penolakan Gugatan Ijazah Wapres Jadi Perhatian

7 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Christa Pike Dua Kali Diinjeksi Mati, Namun Tetap Hidup

2 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Drama Berdarah di Balik Kokpit Flydubai Tujuan Israel 

1 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Kemenpar- KJRI Dukung Rute Baru Hong Kong-Surabaya

29 September 2026 - 20:48 WIB

Kian Liar, AI Gemini Bobol 3 Perusahaan Nyata Saat Uji Coba Keamanan

21 September 2026 - 18:49 WIB

Setiap Ketukan “Prompt” AI Diam-Diam Menguras Listrik Jepang dan Air Afrika

20 September 2026 - 17:38 WIB

Trending di Internasional