Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Asal-usul Onde-onde: Identik dengan Mojokerto Oleh-oleh dari Cheng Ho

badge-check


					Jajanan khas Mojokerto dari zaman Majapahit Perbesar

Jajanan khas Mojokerto dari zaman Majapahit

Penulis: Satwiko Rumekso | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Mojokerto identik dengan Onde-onde camilan makanan khas berbentuk bulat dengan isian kacang hijau di dalamnya juga taburan wijen di kulitnya menambah kesan menarik. Selain itu, rasanya yang gurih pada bagian kulit luarnya, di tambah rasa manis di dalamnya membuat onde-onde ini banyak di gemari berbagai kalangan dari anak-anak hingga dewasa.

Mengenai asal-usulnya, ada teori yang menyatakan bahwa jajanan ini telah ada sejak era Majapahit dan dibawa oleh bangsa China ke Indonesia. Pada catatan Sejarah, ditunjukkan jika onde-onde ini dibuat pada masa kekuasaan Dinasti Zhou di Tiongkok kurang lebih sekitar tahun 1045 SM sampai dengan tahun 256 SM.

Cerita lain, onde-Onde pertama kali dibawa oleh pedagang Tiongkok ke Nusantara pada tahun 1300 – 1500 M. Dibawa oleh Laksamana Cheng Ho dari Dinasti Ming. Awalnya Onde-Onde hanya berisi pasta gula merah saja dan rasanya manis. Namun di Indonesia sendiri Onde-onde ini kemudian dimodifikasi dengan penambahan kacang hijau sehingga memiliki rasa yang sedikit gurih dan cocok dengan lidah orang Indonesia.

Pada mulanya, sajian jajanan ini hanya disajikan kepada para tukang kayu dan tukang batu yang sedang bekerja untuk membuat dan membangun istana kekaisaran.

Jajanan onde-onde yang dilapisi biji wijen di atasnya punya filosofi melambangkan sebuah keselamatan dan juga kebersamaan. Lalu bentuk bulat pada onde-onde yang khas memiliki makna keberuntungan dan juga harapan untuk kehidupan yang diharapkan akan menjadi lebih baik dan semakin baik.

Pada era dinasti Tang, dikisahkan terdapat seorang sastrawan yang memiliki nama Wang Fanzhi, ia menuliskan jika pada sajian ini adalah salah satu makanan yang tergolong kategori makanan istimewa di istana kekaisaran Chan’an dan dikenal pula dengan istilah Ludeui

Sebagian besar masyarakat mengenal onde-onde dengan istilah nama “matuan” dan ada pula yang memanggilnya dengan sebutan ma yuan dan ada pula yang menyebutnya jen dai.

Onde-onde ke masuk Nusantara, pertama kali dibawa oleh para pedagang dari Tiongkok pada sekitar tahun 1300 sampai dengan 1500 Masehi. Pada mulanya makanan ini memiliki isi sejenis pasta gula yang berwarna merah dan memiliki rasa yang manis.

Namun karena seiring berkembangnya zaman dan penyesuaian lidah orang-orang di Indonesia, maka lambat laun isian dari onde-onde ini pun berubah menjadi kacang hijau yang sudah digiling dan dibentuk bulat-bulat kecil. Seiring waktu pun kini semakin bervariasi dengan banyak pilihan rasa.

Lalu mengapa kemudian identik dengan Mojokerto? Hal ini diciptakan dari sisi sejarahnya yang telah ada sejak zaman Majapahit. Sehingga Kota Mojokerto dianggap menjadi asal muasal makanan onde-onde hadir di Indonesia. Kota Mojokerto sendiri merupakan sebuah kota kecil yang berada di provinsi Jawa Timur.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tour de Mawil-4, 50 Aktivis Lingkungan Bersihkan Pesisir Taman Penyu Tatar Sepang Sumbawa Barat

18 Juni 2026 - 21:01 WIB

Siapkan Saldo Segini, Jakarta Surabaya Tanpa Diskon Libur Sekolah

18 Juni 2026 - 19:30 WIB

Wamenperin Ungkap Industri Kecil Belum Siap Ikut Wajib Halal Oktober

18 Juni 2026 - 19:23 WIB

Dinsos Jombang Sosialisasi Pembinaan: Hadirkan Narasumber dari Kejaksaan Pendamping Hukum LKS/LKSA

18 Juni 2026 - 18:35 WIB

PT Pegadaian XII Surabaya Resmikan Jembatan Gantung di Temas Batu dan 100 Mushaf dan Paket Siswa

17 Juni 2026 - 19:42 WIB

Menelisik Akar Teroris (20): Para Penjahat dan Gerilyawan

17 Juni 2026 - 18:59 WIB

2027 Polri Minta Tambah Anggaran Rp61 Triliun Menjadi Rp184 Triliun

17 Juni 2026 - 17:17 WIB

Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji Hadiri Doa Bersama Sambut Tahun Baru Hijriah 1448

17 Juni 2026 - 13:46 WIB

Komisi D DPRD Jombang Hearing Rencana PHK 1.000 Orang PT SGS, Karyawan Minta Buka Data

17 Juni 2026 - 12:35 WIB

Trending di News