Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Tiktok Akuisisi Tokopedia Rp 26 Triliun, Efeknnya Gelombang Tsunami PHK

badge-check


					Tiktok akuisisi Tokopedia dari Goto senilai Rp 26 triliun, menguasai saham sebesar 75 persen. Akitanya, terjadi PHK massal di Titok Shop, yang operasinya akan diganti dengan Tokopedia. Foto: https://www.globaleyez.net Perbesar

Tiktok akuisisi Tokopedia dari Goto senilai Rp 26 triliun, menguasai saham sebesar 75 persen. Akitanya, terjadi PHK massal di Titok Shop, yang operasinya akan diganti dengan Tokopedia. Foto: https://www.globaleyez.net

Penulis: Tanasyafira L. Tirani   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- TikTok mengakuisisi 75,01% saham Tokopedia dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan nilai sekitar US$1,84 miliar (sekitar Rp 26 triliun), menjadikan TikTok sebagai pemegang saham mayoritas Tokopedia.

Akuisisi ini membawa beberapa efek penting, di antaranya: Tokopedia mendapatkan suntikan dana segar hingga US$1,5 miliar yang dapat digunakan untuk mempercepat profitabilitas dan bersaing lebih agresif di pasar e-commerce Indonesia.

Integrasi antara Tokopedia dan TikTok memungkinkan penggabungan kekuatan marketplace tradisional dengan social commerce TikTok, meningkatkan volume transaksi dan mempercepat proses pembayaran.

TikTok Shop dapat kembali beroperasi di Indonesia dengan dukungan ekosistem Tokopedia, meski tetap menggunakan nama Tokopedia untuk platform e-commerce-nya.

Kampanye promosi seperti “Beli Lokal” akan didorong bersama untuk mendukung merchant lokal dan produk Indonesia.

Dampak Negatif
Akuisisi ini meningkatkan konsentrasi pasar e-commerce Indonesia, dengan entitas gabungan menguasai sekitar 40-45% pangsa pasar, mendekati Shopee yang memimpin dengan sekitar 40%.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengindikasikan potensi praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat, seperti tying dan bundling yang dapat merugikan UMKM dan konsumen.

Risiko praktik self-preferencing, di mana platform bisa lebih memprioritaskan produk miliknya sendiri, sehingga produk UMKM lokal bisa terpinggirkan dan sulit bersaing.

Terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawan Tokopedia, yang berpotensi mengurangi kapasitas dukungan bagi UMKM.

TikTok membantah tudingan monopoli dan menyatakan tetap membuka akses bagi penjual untuk mempromosikan produk di platform lain, serta bekerja sama dengan berbagai penyedia jasa logistik dan pembayaran.

Dominasi pasar yang besar membuat kompetitor e-commerce lain menghadapi tantangan lebih berat untuk bersaing, memperkuat posisi TikTok-Tokopedia sebagai salah satu pemain terbesar di Indonesia.

Struktur pasar menjadi lebih terkonsentrasi, dengan risiko penyalahgunaan posisi dominan seperti penetapan harga sepihak dan diskriminasi produk yang dapat menghambat inovasi dan keberagaman pasar.

Singkatnya, akuisisi Tokopedia oleh TikTok membawa peluang besar untuk pengembangan e-commerce dan social commerce di Indonesia, namun juga menimbulkan kekhawatiran serius terkait potensi monopoli, dampak pada UMKM, dan persaingan usaha yang sehat di pasar e-commerce nasional

TikTok Shop baru saja mengumumkan kabar yang cukup menggemparkan: ratusan karyawan di Indonesia terkena PHK massal. PHK ini terjadi setelah proses merger dengan Tokopedia, dan rencananya akan terus berlanjut di gelombang berikutnya paling cepat Juli 2025.

Divisi yang terdampak pun tak main-main—logistik, operasional, pemasaran, hingga pergudangan.

Tapi mari kita berhenti sejenak, dan melihat ini bukan hanya sebagai berita, tapi peringatan untuk para pemilik bisnis, termasuk pelaku UMKM.

Kalau perusahaan sebesar TikTok Shop saja bisa goyah karena dinamika organisasi, bagaimana dengan bisnis kita yang sumber dayanya terbatas?
Banyak pemilik bisnis mengeluhkan hal yang sama:

“Karyawan saya sering nggak tahu harus ngapain.”

“Baru dilatih, sudah resign.”

“Atau malah direkrut asal-asalan, akhirnya ngerusak tim.”

Padahal, bisnis bisa berkembang jauh lebih cepat kalau kita punya strategi rekrutmen yang tepat, pelatihan yang rutin, dan SOP yang jelas.

Kenapa? Karena tim yang terarah bisa bekerja mandiri, tidak selalu menunggu instruksi, dan tahu bagaimana menyelesaikan masalah dengan sistem yang sudah disepakati bersama.

Beda sekali rasanya punya tim yang berkembang bersama Anda—bukan hanya sekadar kerja, tapi benar-benar mengerti tujuan bisnis dan punya semangat untuk tumbuh.

Dari situ, kami menyusun sebuah panduan praktis berjudul “Strategi Mengelola Bisnis Tanpa Stress”—buku yang membahas cerita lengkap bagaimana CEO of dconsulting group bisa membangun bisnisnya dan tidak ragu untuk buang uang untuk upgrade skill karyawannya hingga bisa bertumbuh bersama.

Karena bisnis yang kuat bukan hanya soal modal, tapi tentang tim yang solid, terarah, dan selalu siap berkembang. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji Hadiri Doa Bersama Sambut Tahun Baru Hijriah 1448

17 Juni 2026 - 13:46 WIB

Komisi D DPRD Jombang Hearing Rencana PHK 1.000 Orang PT SGS, Karyawan Minta Buka Data

17 Juni 2026 - 12:35 WIB

Harga Rp 1,340 Triliun, Pesawat Pembom Legendaris Boeing B‑52 Stratofortress Jatuh

17 Juni 2026 - 00:01 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap

16 Juni 2026 - 20:50 WIB

Korban PHK Masih Dapat Gaji Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya

16 Juni 2026 - 20:36 WIB

Bukan Cuma Surat, Pencuri Datangi Korban Berdamai di Depan Polisi Polsek Pungging Mojokerto

16 Juni 2026 - 17:59 WIB

Kejadian menari, tersangka pelaku pencurian Pungging Mojokerto, mereka berdamai. Suwandi, memaafkan pelaku, dan ikhlas memaafkan plekai sekaligus mencabut laporan

Gempa Magnetudo 6.7 Guncang Sulawesi Tengah, Lokasi Darat 23 Km dari Palu

16 Juni 2026 - 16:21 WIB

Gempa berkekuatan magnetudo, guncang wilayah Sulawesi Tengah, tidak menimbulkan tsunami. Beberapa laporan rumah roboh, korban berjatuhan. Foto: ist

KA Pandalungan 2 Relasi Gambir-Jember Mulai 18 Juni, Diskon 30 Persen

15 Juni 2026 - 20:32 WIB

Menelisik Akar Terorisme (19): Betapa Kejam dan Kelam Perang Daud

15 Juni 2026 - 20:19 WIB

Trending di News