Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Terjadi Lagi Tujuh Korban Jiwa Sekeluarga di Jatim, Tragis Muhammad Aqib Batal Umrah dan Lamaran

badge-check


					Kondisi mobil Panther yang ditumpangi calon jamaah umrah dari Tuhan mengalami kecelakaan melawan bus Rajawali Indah di Gresik, korban jiwa tujuh orang dua lainya luka-luka, Kamis 10 April 2025. Foto: Istimewa Perbesar

Kondisi mobil Panther yang ditumpangi calon jamaah umrah dari Tuhan mengalami kecelakaan melawan bus Rajawali Indah di Gresik, korban jiwa tujuh orang dua lainya luka-luka, Kamis 10 April 2025. Foto: Istimewa

Penulis: Adi Agus Santoso   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, TUBAN– Terjadi kembali kecelakaan membawa korban jiwa satu sekeluarga di wilayah Jawa Timur. Kisah sedih ini  menimpa keluarga besar Muhammad Aqib, 27, bersama enam keluarganya meninggal dunia dalam kecelakaan di jalan raya Duduk Sampeyan, Gresik, pukul 05.45 WIB, Kamis 10 April 2025.

Kecelakaan ini hanya selisih tujuh hari dari musibah tanah longsordi Pacet-Cangar, Mojokerto, 3 April 2025, yang  sepuluh korban Jiawa. Satu keluarga tujuh jiwa melayang menelan dari Kloposepuluh Sukodono Sidoarjo, dan tiga korban sekeluarga warga desa Jatijejer, Trawas, Mojokerto.

Kecelakaan di Gresik, kali ini terjadi ketika keluarga mengiringi kebarangkatan Muhammad Aqib yang akan melaksanakan umrah ke tanah Suci. Mereka berangkat dai dusun Kedungsari, desa Tuwiri Wetan, kecamatan Merakurak, kabupaten Tuban. Akhmad Basuki, 49 tahun, ayah Aqib memegang kemudi.

Saat itu, mobil Panther mengalami selip ban kiri saat berusaha kembali ke jalur setelah mengambil bahu jalan, yang menyebabkan mobil oleng dan masuk ke jalur berlawanan, bertabrakan dengan bus yang melaju dari arah berlawanan.

Muhammad Aqib dan enam korban lainnya dalam kecelakaan di Gresik adalah anggota keluarga. Berikut adalah hubungan keluarga antara Muhammad Aqib dan korban lainnya:

Muhammad Aqib (27 tahun): Anak dari Akhmad Basuki yang berangkat umrah

Akhmad Basuki (49 tahun): Ayah Aqib.

Besar (66 tahun): Kakek Aqib (ayah Akhmad Basuki)

Wiwik Sunarti (43 tahun): bibi Aqib.

Lislikhah (53 tahun): bibi Aqib.

Muhammad Al Fatih (3 tahun): adik Aqib, anak dari Akhmad Basuki.

Hafiz Gandawiharja (17 tahun): sepupu Aqib (anak Wiwik Sunarti).

Sementara sopir mengalami patah tulang dan kernet bus hanya mengalami luka ringan.

Ketujuh korban jiwa dari kecelakaan di Gresik dimakamkan pada Kamis, 10 April 2025. Proses pemakaman dilakukan setelah jenazah disalatkan di masjid setempat. Mereka dimakamkan dalam satu liang lahat di Pemakaman Migit, yang terletak sekitar 300 meter dari rumah duka di Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Pemakaman ini dihadiri oleh banyak warga dan keluarga yang berduka peristiwa tragis itu.

Duka mendalam, kembali Jawa Timut, meminta tumbal korban kecelakaan satu keluarga. Dibalik  itu semua, duka mendalam bagi pribadi Muhammad Aqib selain batal berumrah ke Tanah Suci, dia pun tidak bisa lagi melanjutkan rencan besar untuk melamar kekasihnya, Tasya, warga Surabaya.

Sebelum kecelakaan, Muhammad Aqib berencana melamar kekasihnya, Tasya, setelah pulang dari umrah. Tasya menyatakan bahwa komunikasi terakhir mereka terjadi pada pagi hari sebelum keberangkatan, di mana Aqib mengabarkan bahwa ia sudah berangkat. Tragisnya, rencana tersebut tidak terwujud akibat kecelakaan ini.

Kisah cinta untuk menuju mahligai rumah tangga pun sirna, “Almarhum sempat cerita, pulang Umroh langsung lamaran,” tutur Nur Chozin, tetangga dekat keluarga.

Tasya, kekasih Muhammad Aqib, mengingat komunikasi terakhir mereka sebelum kecelakaan. Dalam percakapan tersebut, Aqib memberitahunya:”Aku sudah berangkat!.” Itulah ucapan terakhirnya. Tasya merasa sangat kehilangan dan sedih, terutama karena mereka telah merencanakan untuk melamar setelah Aqib kembali dari umrah.

Setelah mendengar bahwa Aqib tidak dapat dihubungi lebih lanjut. Tasya mulai merasa khawatir. Ketika ia akhirnya mendapatkan kabar tentang kecelakaan tersebut. Ia sangat terpukul dan tidak menyangka bahwa hubungan mereka yang telah terjalin selama satu tahun akan terputus dengan cara yang tragis ini. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

MBG Dihentikan Sementa saat Libur Sekolah

17 Juni 2026 - 20:06 WIB

PT Pegadaian XII Surabaya Resmikan Jembatan Gantung di Temas Batu dan 100 Mushaf dan Paket Siswa

17 Juni 2026 - 19:42 WIB

Menelisik Akar Teroris (20): Para Penjahat dan Gerilyawan

17 Juni 2026 - 18:59 WIB

2027 Polri Minta Tambah Anggaran Rp61 Triliun Menjadi Rp184 Triliun

17 Juni 2026 - 17:17 WIB

Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji Hadiri Doa Bersama Sambut Tahun Baru Hijriah 1448

17 Juni 2026 - 13:46 WIB

Komisi D DPRD Jombang Hearing Rencana PHK 1.000 Orang PT SGS, Karyawan Minta Buka Data

17 Juni 2026 - 12:35 WIB

Harga Rp 1,340 Triliun, Pesawat Pembom Legendaris Boeing B‑52 Stratofortress Jatuh

17 Juni 2026 - 00:01 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap

16 Juni 2026 - 20:50 WIB

Korban PHK Masih Dapat Gaji Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya

16 Juni 2026 - 20:36 WIB

Trending di Nasional