Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Malang: Polri Minta Maaf atas Insiden Kekerasan Terhadap Peserta Aksi Tolak RUU TNI

badge-check


					Malang: Polri Minta Maaf atas Insiden Kekerasan Terhadap Peserta Aksi Tolak RUU TNI Perbesar

Penulis : Jayadi | Editor : Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM-MALANG; “Kami memohon maaf atas insiden yang telah terjadi,” tulis akun resmi Divpropam Polri melalui platform X. Pernyataan permintaan maaf ini disampaikan menyusul viralnya dugaan tindakan kekerasan berlebihan oleh aparat terhadap seorang pengunjuk rasa di Malang.

Dalam pernyataan resminya, Polri menyatakan telah mengambil langkah konkret. “Kabid Propam Polda Jatim telah mengambil langkah tegas untuk turun melakukan penyelidikan langsung di lapangan serta memberikan sanksi tegas terhadap petugas yang terbukti melanggar,” bunyi pernyataan tersebut.

Sebelumnya Maria Magdalena @toketriot yang mengunggah foto seorang pria terluka butuh penanganan medis namun tangan terborgol, dan keterangan pedas: “Seharusnya dapat penanganan medis, malah diperlakukan kayak kriminal. Situasi ini ga cuma pelanggaran prosedur kemanusiaan, tapi bukti terang-terangan gimana negara memperlakukan rakyatnya yang bersuara sebagai ancaman yang harus dibungkam, bahkan ketika tubuh mereka udah ga berdaya.”

Baca :

Bukan Hanya Ormas, Oknum Polisi Juga Diduga Edarkan Surat Permintaan THR

Skenario Clickfix Membobol Data dan Menguras Saldo Anda, Ada Cara Mencegahnya

SBY: TNI Netral dan Tak Kembali ke Dwifungsi ABRI, SBY/AHY Beri Contoh Mundur dari Militer

Unggahan inipun viral mendapat banyak tanggapan dari netizen, “Mereka mahasiswa yang sedang memperjuangkan aspirasi. Bukan maling atau koruptor. Kok bisa di luar nalar begini perlakuan aparat? Benci dan bengis pada rakyat? Padahal kalau perjuangan mereka berhasil, semua menikmati.” ujar salah satu netizen, “beraninya sama yg lemah.” timpal yang lain, Ini udah pelanggaran prosedur kemanusiaan.” imbuh yang lainnya.

Polri menyatakan menghargai hak menyampaikan pendapat. “Kami sangat menghargai dan mendukung hak teman-teman dalam menyampaikan aspirasi,” tulis mereka.

Namun sekaligus mengimbau: “Kami juga memohon bantuan dan kerjasama teman-teman agar dapat mendengarkan dan mengikuti arahan yang diberikan oleh petugas untuk menjaga situasi tetap kondusif, tertib dan aman.”

Janji perbaikan juga disampaikan institusi berseragam ini. “Polri berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengamanan dalam setiap kegiatan unras agar kejadian serupa tak terulang lagi. Sekali lagi, kami memohon maaf atas kejadian ini.”

Insiden ini kembali memantik perdebatan tentang keseimbangan antara penegakan hukum dan perlindungan hak dasar warga negara.

Sebemumnya, Demonstrasi menolak UU TNI di Malang, Minggu (23/3) malam, berujung ricuh. Awalnya berlangsung damai sejak pukul 15.45 WIB di depan DPRD Kota Malang, situasi memanas saat massa menerobos masuk sekitar pukul 18.20 WIB. Aparat TNI-Polri mulai menyisir dan membubarkan massa di beberapa ruas jalan.

LBH Pos Malang melaporkan enam pedemo ditangkap, beberapa mengalami pemukulan, termasuk tim medis, pers, dan pendamping hukum. Selain itu, 8-10 orang hilang kontak, dan 6-7 pedemo dilarikan ke rumah sakit akibat luka bentrokan.

Puluhan orang, termasuk pedemo, tim medis, dan jurnalis, juga mengalami luka. LBH Pos Malang terus menginventarisir data korban dan membantu evakuasi mereka yang terluka.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Jombang Hearing Rencana PHK 1.000 Orang PT SGS, Karyawan Minta Buka Data

17 Juni 2026 - 12:35 WIB

Harga Rp 1,340 Triliun, Pesawat Pembom Legendaris Boeing B‑52 Stratofortress Jatuh

17 Juni 2026 - 00:01 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap

16 Juni 2026 - 20:50 WIB

Bukan Cuma Surat, Pencuri Datangi Korban Berdamai di Depan Polisi Polsek Pungging Mojokerto

16 Juni 2026 - 17:59 WIB

Kejadian menari, tersangka pelaku pencurian Pungging Mojokerto, mereka berdamai. Suwandi, memaafkan pelaku, dan ikhlas memaafkan plekai sekaligus mencabut laporan

Gempa Magnetudo 6.7 Guncang Sulawesi Tengah, Lokasi Darat 23 Km dari Palu

16 Juni 2026 - 16:21 WIB

Gempa berkekuatan magnetudo, guncang wilayah Sulawesi Tengah, tidak menimbulkan tsunami. Beberapa laporan rumah roboh, korban berjatuhan. Foto: ist

Menelisik Akar Terorisme (19): Betapa Kejam dan Kelam Perang Daud

15 Juni 2026 - 20:19 WIB

Nekad Maling Motor, Dua Remaja Diringkus Polisi

15 Juni 2026 - 12:52 WIB

Tim Kejaksaan Pekanbaru Tangkap Kembali 3 dari 6 Tahanan Kabur, Gegara Pintu Kendaraan Dibuka

14 Juni 2026 - 18:06 WIB

Tim pengaman Kejaksaan Pekanbaru

Johor Bahru Gempar, 4 Orang Sekeluarga Siksa Wanita Buruh Indonesia

14 Juni 2026 - 16:23 WIB

Perempuan buruh asal Indonesia menjadi korban penganiayaan dua pria dan wanita satu keluarga di Johor Bahru, Malaysia.
Trending di News