Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

76.000 HP China Tanpa Dokumen Masuk Sidoarjo, Brigjen Ade Safri Bidik Keterlibatan Bea Cukai

badge-check


					Kepala Dittipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Ade Safri Simanjuntak meminpin langsung penggeledahan 76.000 HP Spek tinggi ilegal dari China, masuk ke gudang Sidoarjo. Foto: Ist Perbesar

Kepala Dittipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Ade Safri Simanjuntak meminpin langsung penggeledahan 76.000 HP Spek tinggi ilegal dari China, masuk ke gudang Sidoarjo. Foto: Ist

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SURABAYA–– Direktorat Tindak Pidana Khusus (Ditipideksus) Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) mulai menyelidiki sejumlah petugas Bea Cukai terkait dugaan penyelundupan ribuan ponsel pintar (HP) asal China senilai miliaran rupiah ke wilayah Sidoarjo, Jawa Timur.

Kepala Dittipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Ade Safri Simanjuntak mengatakan: “Ini merupakan penegasan atas komitmen Polri dalam mendukung program Astacita Presiden RI Bapak Prabowo Subianto, khususnya program ke-7 yang berfokus pada penguatan reformasi hukum dan pemberantasan penyelundupan.”

“Penggeledahan ini adalah tindak lanjut dari pengungkapan sebelumnya terkait importasi handphone ilegal berbagai merek dari China.”

“Kami akan menelusuri bagaimana barang-barang tersebut bisa lolos dari pemeriksaan di pintu masuk bandara.”

“Hal ini termasuk mendalami keterlibatan atau kelalaian dari pihak Bea Cukai.”

Kasus ini terungkap setelah Tim Ditipideksus melakukan penggerebekan di sebuah gudang rahasia di Perumahan Permata Juanda, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu malam, 23 April 2026.

Petugas mengamankan sekitar 76.000 unit HP berbagai merek China yang diduga masuk tanpa dokumen kepabeanan resmi, seperti Pemberitahuan Impor Barang (PIB) atau Surat Persetujuan Bea Masuk.

Kepala Ditipideksus Mabes Polri, Kombes Pol mengonfirmasi penyelidikan melalui keterangan resminya di Jakarta, Kamis (23/4).

“Kami sedang membidik peran oknum Bea Cukai yang diduga memfasilitasi masuknya barang ilegal ini. Bukti awal menunjukkan ada kolusi dengan importir gelap,” ujarnya.

Sumber internal kepolisian mengatakan, barang bukti tersebut bernilai sekitar Rp235 miliar dan sebagian besar merupakan HP spek tinggi yang dijual murah di pasar gelap Jawa Timur.

Penggerebekan melibatkan tim gabungan Polri dan Bea Cukai, dengan penyitaan truk kontainer dan dokumen palsu.

Respon Bea Cukai

Belum ada komentar resmi dari Kanwil Bea Cukai Jawa Timur. Namun, Direktur Penegakan Hukum Bea Cukai Khusus Jatim, Slamet Rahardjo, menyatakan siap bekerja sama penuh.

“Kami komitmen bersihkan oknum pelaku,” katanya singkat.

Kasus ini menambah daftar penyelundupan gadget ilegal di wilayah timur Pulau Jawa, yang sering kali lolos melalui jalur darat dari pelabuhan Tanjung Perak.

Ditipideksus menargetkan pemanggilan 10 saksi dalam 48 jam ke depan, termasuk dua oknum petugas Bea Cukai berinisial HS dan RT.

Penyidik juga menduga jaringan ini terkait sindikat internasional dari Guangzhou, China. Penangkapan tersangka pertama, berinisial A (40), dilakukan di lokasi kejadian.

Kronologi

  • Awal pengungkapan kasus.
    Tim Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri mulai mengendus adanya masuknya ponsel ilegal asal China ke Indonesia dalam jumlah besar.
  • Pengembangan penyidikan.
    Dari hasil penelusuran, penyidik menemukan dugaan keterkaitan jaringan distribusi di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur.
  • Penggeledahan lokasi di Sidoarjo.
    Pada Selasa, 21 April 2026, Bareskrim menggeledah kantor PT Tepat Sukses Logistik (TSL) di Kompleks Ruko Surya Inti Permata, Jalan Raya Juanda, Gedangan, Sidoarjo.
  • Lokasi diduga jadi titik transit.
    Tempat itu diduga menjadi lokasi transit dan penyimpanan ponsel bekas ilegal asal China sebelum diedarkan ke sejumlah daerah, termasuk Jakarta.
  • Barang bukti yang ditemukan.
    Polisi menyita puluhan ribu unit ponsel ilegal, dengan nilai kerugian negara dan nilai barang yang disebut mencapai sekitar Rp235 miliar.
  • Penetapan tersangka.
    Dalam pengembangan perkara, Polri menetapkan dua tersangka berinisial DCP alias P dan SJ.
  • Peran para tersangka.
    DCP alias P diduga berperan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas proses mendatangkan barang impor ilegal dari China, sedangkan SJ diduga berperan sebagai pembeli sekaligus distributor di dalam negeri.
  • Dugaan modus.
    Penyidik menduga jaringan ini memakai perusahaan cangkang, manipulasi dokumen, dan praktik under invoice untuk meloloskan barang.
  • Pemeriksaan lanjutan.
    Bareskrim menyatakan akan menelusuri bagaimana barang-barang tersebut bisa lolos dari pemeriksaan di pintu masuk, termasuk kemungkinan keterlibatan atau kelalaian pihak Bea Cukai.
  • Pengembangan kasus.
    Penyidik juga membuka peluang ada tersangka baru jika dari alat bukti ditemukan peran pihak lain dalam jaringan ini.**

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Saat Diringkus KPK, Gus Arif: Bukan Milik Saya, Uang Ini Milik Menteri Yusron Wahid

16 September 2026 - 09:18 WIB

4 Tersangka OTT BPN Bogor adalah Orang Kepercayaan Menteri Nusron Wahid

16 September 2026 - 06:55 WIB

Update KM Virgo 8: 107 Selamat, 6 Meninggal, 130 Dalam Pencarian

16 September 2026 - 05:11 WIB

Warga Bali Ledo Usung Jenazah Jowa Tana, Demo ke Polres Sumba Barat Polisi Keluarkan Tembakan

15 September 2026 - 22:05 WIB

Konpres KPK OTT di ATR/BTN Bogor: Tetapkan 3 Tersangka, Sita Uang Tunai Rp106,3 Miliar

15 September 2026 - 20:39 WIB

OTT di ATR/BPN Bogor, KPK Sita 20 Koper Berisi Rupiah dan Valas Medsos Sebut Milik Nusron Wahid

15 September 2026 - 19:59 WIB

Golkar Sarang Koruptor, KPK Ringkus Fahd El Fouz Kasus Suap HGB PT Summarecon

15 September 2026 - 19:29 WIB

Hanya 2 dari 27 Merk Beras Fortifikasi Lolos Uji, Kandungan Gizi tidak Sesuai SNI Ditarik dari Pasaran

15 September 2026 - 18:51 WIB

Dihantam Gelombang Laut Bawean, Tugboat BMT 20 Tenggelam 8 Awak Selamat

15 September 2026 - 17:46 WIB

Trending di News