Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

300 Warga Uganda Terkena Penyakit Dinga-dinga, Penderita Kejang-kejang Seperti Menari

badge-check


					Tubuh penderita sakit dinga-dinga bergetar-getar, mirip orang sedang menari. Penyakit ini muncul di Uganda, dan diumumkan 20 Desember 20 Desember 2023. Tangkap layar video instagram@baperannews Perbesar

Tubuh penderita sakit dinga-dinga bergetar-getar, mirip orang sedang menari. Penyakit ini muncul di Uganda, dan diumumkan 20 Desember 20 Desember 2023. Tangkap layar video instagram@baperannews

Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, UNGANDA– Penyakit misterius yang dikenal dengan sebutan Dinga-dinga telah muncul di Distrik Bundibugyo, Uganda, dan saat ini sedikitnya sekitar 300 orang terpapar penyakit ini, sebagian besar adalah perempuan dewasa dan remaja.

Penyakit Dinga-dinga, yang juga disebut sebagai virus Dinga-dinga, telah dilaporkan oleh beberapa sumber berita, termasuk petugas kesehatan di Uganda. Penyakit ini dikenal dengan gejala khas berupa getaran tubuh yang tidak terkendali, mirip dengan menari.

Dr. Kiyita Christopher, seorang pejabat kesehatan distrik Bundibugyo, adalah salah satu yang menyebutkan adanya virus ini. Ia menjelaskan bahwa penyakit Dinga-dinga telah menyerang sekitar 300 orang di daerah tersebut, dengan mayoritas penderitanya adalah perempuan dewasa dan remaja.

Penyakit Dinga-dinga pertama kali terdeteksi di Uganda pada tahun 2023, namun penyebarannya baru menjadi perhatian serius pada akhir 2024 ketika jumlah kasus meningkat pesat. Hingga 20 Desember 2024, sekitar 300 orang dilaporkan terinfeksi penyakit ini di Distrik Bundibugyo.

Penyakit ini ditandai dengan gejala getaran tubuh yang tidak terkendali, demam tinggi, kelelahan ekstrem, dan dalam beberapa kasus, sensasi lumpuh yang membuat aktivitas dasar seperti berjalan menjadi sangat sulit.

Gejala utama dari Dinga-dinga adalah: Terjadi getaran tubuh yang menyerupai gerakan menari, demam tinggi, kelelahan luar biasa, Kelelahan luar biasa, beberapa pasien mengalami kelumpuhan, yang mengganggu kemampuan bergerak

Meskipun penyakit ini menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan, hingga saat ini tidak ada laporan kematian terkait Dinga-dinga. Sebagian besar pasien dilaporkan dapat pulih dalam waktu sekitar satu minggu setelah mendapatkan perawatan medis yang tepat, yang saat ini melibatkan penggunaan antibiotik.

Penyebab pasti dari penyakit Dinga-dinga masih belum diketahui. Petugas kesehatan setempat sedang melakukan penyelidikan untuk menentukan apakah penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus atau faktor lingkungan lainnya. Sampel dari pasien telah dikirim ke Kementerian Kesehatan Uganda untuk analisis lebih lanjut.

Penyakit ini menarik perhatian karena gejalanya yang unik dan telah dibandingkan dengan wabah bersejarah yang dikenal sebagai “Penyakit Menari” di Strasbourg, Prancis pada tahun 1518, di mana orang-orang menari tanpa henti selama berhari-hari.

Otoritas kesehatan di Uganda telah mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan, menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi, dan segera melaporkan kasus baru kepada tim kesehatan setempat.

Edukasi tentang pentingnya pengobatan medis daripada bergantung pada pengobatan herbal juga menjadi fokus utama dalam upaya penanganan penyakit ini.

Secara keseluruhan, meskipun Dinga-dinga belum menunjukkan tingkat kematian yang tinggi, penyebarannya yang cepat dan gejala yang parah tetap menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang dan masyarakat setempat.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kartiyono 12 Tahun di Bapemperda Jombang: Pastikan Perda Sesuai Kebutuhan dan Hidup di Masyarakat!

19 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Diduga Bakar Lahan 800 M2, Warga Bareng Tangkap Pengamen dan Diikat di Tiang Listrik

19 Oktober 2026 - 16:50 WIB

Menelisik Akar Terorisme (70): KKK Punya 4 Juta Anggota

19 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Kapolres Jombang Pantau Langsung Ketersediaan BBM di SPBU

19 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Kapolres Jombang, AKBP Yanto Mulyanto saat memantau langsung ketersediaan BBM di salah satu SPBU

Jombang Bersarung Empat Hari 19-22 Oktober, Peringati Hari Santri

19 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Empat Suporter PSS Sleman Tewas Kecelakaan di Tol Madiun

19 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Arab Saudi Umumkan Perpanjangan Penutupan Bandara Riyadh

19 Oktober 2026 - 00:09 WIB

Damkar Bergerak Lagi Atasi Kebakaran Usaha Sol Sepatu Karobelah Mojoagung

18 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Parade Ikonic Baskara RCC 2026, Warsubi Target Masuk KEN Pariwisata

18 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Trending di News