Menu

Mode Gelap

News

300 Warga Uganda Terkena Penyakit Dinga-dinga, Penderita Kejang-kejang Seperti Menari

badge-check


					Tubuh penderita sakit dinga-dinga bergetar-getar, mirip orang sedang menari. Penyakit ini muncul di Uganda, dan diumumkan 20 Desember 20 Desember 2023. Tangkap layar video instagram@baperannews Perbesar

Tubuh penderita sakit dinga-dinga bergetar-getar, mirip orang sedang menari. Penyakit ini muncul di Uganda, dan diumumkan 20 Desember 20 Desember 2023. Tangkap layar video instagram@baperannews

Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, UNGANDA– Penyakit misterius yang dikenal dengan sebutan Dinga-dinga telah muncul di Distrik Bundibugyo, Uganda, dan saat ini sedikitnya sekitar 300 orang terpapar penyakit ini, sebagian besar adalah perempuan dewasa dan remaja.

Penyakit Dinga-dinga, yang juga disebut sebagai virus Dinga-dinga, telah dilaporkan oleh beberapa sumber berita, termasuk petugas kesehatan di Uganda. Penyakit ini dikenal dengan gejala khas berupa getaran tubuh yang tidak terkendali, mirip dengan menari.

Dr. Kiyita Christopher, seorang pejabat kesehatan distrik Bundibugyo, adalah salah satu yang menyebutkan adanya virus ini. Ia menjelaskan bahwa penyakit Dinga-dinga telah menyerang sekitar 300 orang di daerah tersebut, dengan mayoritas penderitanya adalah perempuan dewasa dan remaja.

Penyakit Dinga-dinga pertama kali terdeteksi di Uganda pada tahun 2023, namun penyebarannya baru menjadi perhatian serius pada akhir 2024 ketika jumlah kasus meningkat pesat. Hingga 20 Desember 2024, sekitar 300 orang dilaporkan terinfeksi penyakit ini di Distrik Bundibugyo.

Penyakit ini ditandai dengan gejala getaran tubuh yang tidak terkendali, demam tinggi, kelelahan ekstrem, dan dalam beberapa kasus, sensasi lumpuh yang membuat aktivitas dasar seperti berjalan menjadi sangat sulit.

Gejala utama dari Dinga-dinga adalah: Terjadi getaran tubuh yang menyerupai gerakan menari, demam tinggi, kelelahan luar biasa, Kelelahan luar biasa, beberapa pasien mengalami kelumpuhan, yang mengganggu kemampuan bergerak

Meskipun penyakit ini menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan, hingga saat ini tidak ada laporan kematian terkait Dinga-dinga. Sebagian besar pasien dilaporkan dapat pulih dalam waktu sekitar satu minggu setelah mendapatkan perawatan medis yang tepat, yang saat ini melibatkan penggunaan antibiotik.

Penyebab pasti dari penyakit Dinga-dinga masih belum diketahui. Petugas kesehatan setempat sedang melakukan penyelidikan untuk menentukan apakah penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus atau faktor lingkungan lainnya. Sampel dari pasien telah dikirim ke Kementerian Kesehatan Uganda untuk analisis lebih lanjut.

Penyakit ini menarik perhatian karena gejalanya yang unik dan telah dibandingkan dengan wabah bersejarah yang dikenal sebagai “Penyakit Menari” di Strasbourg, Prancis pada tahun 1518, di mana orang-orang menari tanpa henti selama berhari-hari.

Otoritas kesehatan di Uganda telah mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan, menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi, dan segera melaporkan kasus baru kepada tim kesehatan setempat.

Edukasi tentang pentingnya pengobatan medis daripada bergantung pada pengobatan herbal juga menjadi fokus utama dalam upaya penanganan penyakit ini.

Secara keseluruhan, meskipun Dinga-dinga belum menunjukkan tingkat kematian yang tinggi, penyebarannya yang cepat dan gejala yang parah tetap menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang dan masyarakat setempat.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Narkoba Tak Ada Matinya, Polisi Ungkap Ban Serep Pajero Diangkut Towing Berisi 26,7 Kg Sabu di Cleungsi

21 Maret 2026 - 11:54 WIB

Simpan Bahan Mercon di Bawah Rice Cooker, Bocah 9 Tahun Tewas Dua Lainnya Luka-luka di Semarang

21 Maret 2026 - 11:18 WIB

Satu Rumah Rata Tanah Akibat Ledakan Mercon Jumbo di Pekalongan, 9 Remaja Diangkut ke Rumah Sakit

21 Maret 2026 - 10:57 WIB

Empat Jam Macet Toral, Akibat Gapura Selamat Datang Purwodari Ambruk Diterjang Hujan dan Angun Kencang

20 Maret 2026 - 22:39 WIB

Demi Keselamatan, Dedi Mulyadi Liburkan 159 ‘Sapu Koin’ dengan Kompensasi Rp 600.000/Orang

20 Maret 2026 - 20:20 WIB

Menara Telekomunikasi Milik PT DMT di Masjid Al-Jabbar Bandung Roboh Diterpa Angin Kencang

20 Maret 2026 - 18:43 WIB

Semula akan Diedarkan Saat Lebaran, Polisi Cirebon Ringkus Pencetak Uang Palsu Rp 12 Miliar

20 Maret 2026 - 13:48 WIB

Suami Istri Warga Siwalankerto Mudik ke Ngawi Tertemper KA di Baron Nganjuk, Istri Meninggal Dunia

20 Maret 2026 - 12:21 WIB

Maung Mobil Dinas Presiden Prabowo Anti Peluru Rp 1 M, Mobil Dinas Gubernur Kaltim Rp 8,5 Miliar

20 Maret 2026 - 11:34 WIB

Trending di News