Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Wali Kota Surabaya Tegas Berantas Premanisme, Ancam Bubarkan Ormas Terlibat

badge-check


					Wali Kota Surabaya Tegas Berantas Premanisme, Ancam Bubarkan Ormas Terlibat Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, SURABAYA– Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan komitmen kuatnya untuk memberantas praktik premanisme di kota tersebut. Ia menyatakan siap merekomendasikan pembubaran organisasi kemasyarakatan (ormas) mana pun yang terbukti melakukan aksi premanisme, termasuk kekerasan dan pemaksaan.

“Ketika tindakan itu dilakukan atas nama organisasi masyarakat, maka proses hukum harus berjalan,” tegas Eri di Balai Kota Surabaya, Senin (29/12/2025).

Respons atas Kasus Nenek Elina
Pernyataan tegas ini disampaikan sebagai respons atas dugaan kasus pengusiran dan pembongkaran paksa rumah yang dihuni Nenek Elina Widjajanti(80). Eri menegaskan Pemkot tidak akan mentolerir aksi semena-mena yang meresahkan warga.

Ia menjelaskan, kasus Nenek Elina bermula dari sengketa status tanah yang belum memiliki putusan pengadilan. “Penyelesaian sengketa harus melalui pengadilan, bukan tindakan sepihak,” ujarnya. Saat ini, kasus tersebut telah ditangani Polda Jatim dan telah ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Langkah Konkret dan Pencegahan
Sebagai upaya pencegahan,Pemkot akan mengumpulkan seluruh ormas dan perwakilan suku pada 31 Desember 2025 untuk bersinergi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Premanisme. Langkah ini bagian dari konsolidasi seluruh elemen masyarakat.

Eri juga mengajak warga Surabaya berperan aktif. “Laporkan setiap tindakan kekerasan atau pemaksaan. Supaya bisa kita tindak lanjuti dan hilangkan premanisme hingga ke akar,” imbaunya.

Pendirian atas Nilai Pancasila
Wali Kota menegaskan Surabaya dibangun di atas nilai agama dan Pancasila.”Maka tindakan kekerasan dan premanisme hukumnya haram di Kota Surabaya,” tegasnya.

Pemkot berkomitmen mendampingi dan mendorong proses hukum agar berjalan tegas dan transparan, sehingga menimbulkan efek jera serta rasa aman bagi masyarakat.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tabrakan Lawan KA Ijen Ekspres di Jember, Fortuner Terseret 750 Meter KA Ijen Sopir 22 Tahun Tewas

17 September 2026 - 20:38 WIB

Menelisik Akar Terorisme (57): Topeng Alis Mata Merah Sang Penyingkir Raja

17 September 2026 - 20:00 WIB

9 Siswa SDN 3 Kampungdalem Kediri Dibawa ke Puskesnas dan RS Gambiran

17 September 2026 - 17:07 WIB

200 Siswa dan Guru SMKN 1 Boyolangu Tulungagung Keracunan MBG

17 September 2026 - 17:03 WIB

77 Siswa dan Guru di Trenggalek Keracunan MBG, Dapur SPPG Disuspend 30 Hari

17 September 2026 - 16:40 WIB

KPK Geledah Kantor Pusat Dirjen ATR/BPN, Ini Daftar 8 Tersangka OTT Bogor

17 September 2026 - 15:36 WIB

Wali Murid Tolak Sumbangan SMAN 1 Jombang, Wibisono: Hapuskan Seluruh Pungutan di Sekolah!

16 September 2026 - 15:05 WIB

Polres Jombang Perkuat Literasi dan Etika Penggunaan AI bagi Pelajar SMA Negeri Jogoroto

16 September 2026 - 13:48 WIB

Respon Keresahan Warga, Polisi Jombang Sita Ratusan Botol Miras 

16 September 2026 - 13:28 WIB

Trending di News