Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

TNI AD Rekrut 24 Ribu Tamtama untuk Tugas Sipil, Dikritik Koalisi Sipil

badge-check


					TNI AD Rekrut 24 Ribu Tamtama untuk Tugas Sipil, Dikritik Koalisi Sipil Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, JAKARTA– TNI Angkatan Darat (TNI AD) membuka rekrutmen besar-besaran sebanyak 24.000 tamtama pada tahun 2025 untuk membentuk Batalyon Teritorial Pembangunan di 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Rekrutmen ini bertujuan memperkuat fungsi teritorial TNI AD yang fokus pada pembinaan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam mendukung pertahanan negara, terutama dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Tamtama yang direkrut akan berperan tidak hanya dalam tugas tempur, tetapi juga dalam mendukung sektor-sektor seperti pertanian, kesehatan, hingga dukungan untuk Makan Bergizi Gratis (MBG).

Meskipun demikian, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menjelaskan, fungsi tempur TNI AD tetap berjalan tanpa berkurang, sehingga profesionalisme prajurit tetap dijaga.

Masing-masing batalyon akan menempati lahan seluas 30 hektar dan dilengkapi empat kompi yang fungsional:

– Kompi Pertanian, mendukung ketahanan pangan nasional
– Kompi Peternakan, memperkuat penyediaan protein hewani
– Kompi Medis, melayani kesehatan masyarakat dan tanggap bencana
– Kompi Zeni, membangun infrastruktur di daerah tertinggal

Kritik Koalisi

Rekrutmen prajurit TNI baru-baru ini mendapat sorotan dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan. Koalisi menilai kebijakan tersebut menyimpang dari tugas pokok TNI sebagai alat pertahanan negara.

Dalam rencana tersebut, prajurit tidak disiapkan untuk bertempur, melainkan untuk mendukung ketahanan pangan serta layanan kesehatan. Koalisi menyatakan hal ini tidak sesuai dengan fungsi dasar TNI yang seharusnya direkrut, dilatih, dan dididik untuk menghadapi perang, bukan menangani urusan sipil seperti pertanian, perkebunan, peternakan, atau layanan medis.

“Dengan demikian, kebijakan rekrutmen ini telah menyalahi tugas utama TNI sebagaimana diatur dalam konstitusi dan UU TNI,” tegas Koalisi kepada wartawan, Rabu (11/6/2025).

Koalisi juga menilai, dalam situasi geopolitik yang makin kompleks, TNI justru harus fokus pada peningkatan keahlian tempur. Pelibatan TNI dalam bidang nonmiliter dianggap berpotensi melemahkan profesionalisme dan konsentrasinya dalam menghadapi ancaman perang, yang pada akhirnya bisa mengancam kedaulatan negara.

Lebih lanjut, Koalisi menyatakan bahwa pelibatan TNI dalam urusan sipil merupakan kegagalan dalam menjaga batas yang jelas antara ranah sipil dan militer. Mereka mengingatkan bahwa konstitusi UUD 1945 dan UU TNI telah mengatur secara tegas batasan peran militer, dan tidak mencakup urusan di luar bidang pertahanan.

“Hal ini tentu mencederai semangat Reformasi TNI yang menginginkan TNI profesional dan tidak mencampuri urusan sipil,” ujar mereka.

Atas dasar itu, Koalisi mendesak pemerintah untuk mengawasi kebijakan rekrutmen dan pelibatan TNI agar tidak keluar dari fungsi utamanya. Presiden dan DPR juga didorong untuk mengevaluasi kebijakan tersebut agar TNI tetap pada jati dirinya sebagai alat pertahanan negara.

Anggota Koalisi Masyarakat Sipil yang menyuarakan kritik ini meliputi Imparsial, YLBHI, KontraS, PBHI, Amnesty International Indonesia, ELSAM, HRWG, WALHI, SETARA Institute, Centra Initiative, LBH Jakarta, LBH Pers, LBH Masyarakat, LBH Surabaya Pos Malang, ALDP, Public Virtue, ICJR, AJI Jakarta, PPMA

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

10 Menit Standing Applause untuk Papermoon Puppet Theatre dari Yogya yang Mengguncang Jerman

25 Juni 2026 - 15:02 WIB

Temuan Jasad Wanita di Parkiran Juanda, Risang: Korban Janji Pulang Sabtu 20 Juni 2026

25 Juni 2026 - 09:10 WIB

Sudah Tiga Orang Meninggal Saat Mengikuti Larsarmil Calon Manajer KDMP di Tiga Lokasi Berbeda

25 Juni 2026 - 08:35 WIB

Menelisik Akar Terorisme (25): Sepak Terjang Templar dan Freemanson

24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Sopir Mengantuk, Truk Muatan Pakan Ayam Tabrak Pembatas Jembatan

24 Juni 2026 - 19:55 WIB

Dua Peserta Latsarmil KDMP Meninggal Dunia, Akibat Heat Stroke dan Cardiac Arrest

24 Juni 2026 - 19:21 WIB

Sekretaris PRKP Bangkalan Ditemukan Tewas dalam Mobil Terparkir di Bandara Juanda

24 Juni 2026 - 18:14 WIB

Massa Karyawan PT SGS Demo Lagi: PHK 1.000 Karyawan, tapi Rekrutmen Karyawan Baru!

23 Juni 2026 - 20:04 WIB

Teror di Balik Pintu Yupita Alami Siksaan 1.095 Hari, Poliri Ringkus Taufik Hidayat DPO 23 Hari di Cibiru Bandung

23 Juni 2026 - 14:34 WIB

Trending di News