Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Siswa SMP di Jawa Barat Ditemukan oleh KDM Lemah Matematikanya

badge-check


					Siswa SMP di Jawa Barat Ditemukan oleh KDM Lemah Matematikanya Perbesar

Penulis: Jayadi | Efitor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, SUBANG- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menyampaikan temuan yang sangat mengkhawatirkan mengenai tingkat penguasaan keterampilan berhitung siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) wilayah Jalan Cagak.

KDM menemukan bahwa banyak peserta didik mengalami kesulitan yang serius dalam mengerjakan soal matematika yang paling mendasar sekalipun.

Saat berinteraksi dengan salah satu siswa, KDM mengajukan pertanyaan, “1.500 x 5 berapa?” Siswa tersebut gagal menjawab.

Ia lalu mencoba menurunkan tingkat kesulitan hitungan menjadi, “1.000 x 5 berapa?”, namun ternyata siswa tetap tidak mampu menjawab pertanyaan dengan benar.

Dalam interaksi itu, KDM berupaya mengaitkan berhitung dengan kebiasaan merokok siswa, menanyakan jumlah batang rokok yang dihabiskan harian serta harga per batangnya.

Meskipun angka tersebut berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari siswa, perhitungan sederhana ini tetap tidak dapat dijawab dengan tepat. Hal ini menghasilkan jawaban-jawaban yang keliru, termasuk: “Seribu kali lima, tujuh ribu,” dan “Lima ratus kali lima… dua juta lima ratus.”

Melihat kondisi tersebut, KDM menekankan bahwa penguatan kemampuan matematika dasar para siswa harus segera diutamakan.

Menurutnya, tenaga pengajar tidak perlu terfokus mengejar target penyelesaian kurikulum jika fondasi kemampuan berhitung siswa belum terbentuk kuat.

“Jangan ngejar kurikulum dulu. Ajarkan anak-anak berhitung. Siswa SMP kita lemah matematika dasar,” tegasnya.

KDM menambahkan bahwa kurangnya kemampuan berhitung ini sejalan dengan masalah mendasar lain yang ia amati, yaitu masih rendahnya kemahiran membaca dan menulis di kalangan siswa SMP.

Penemuan ini menjadi desakan serius agar sekolah-sekolah memprioritaskan pengembangan literasi dasar (membaca, menulis, dan berhitung) sebagai fokus utama, sebelum melangkah ke pengajaran materi-materi yang lebih kompleks.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur, Polresta Sidoarjo Diancam Didemo

9 Juni 2026 - 19:00 WIB

Kuasa Hukum Dua Rekanan Kirim Surat ke Perumda Delta Tirta Harus Bayar Tagihan Rp 1,4 Miliar Sesuai Perintah Hakim Kasasi MA

6 Juni 2026 - 18:56 WIB

Ketika Rumah Kebudayaan Menjadi Arena Perebutan Panggung

11 Mei 2026 - 18:17 WIB

Bupati Fandi Ahmad Yani Beri Sangu Obat dan Vitamin untuk Ratusan Jamaah Haji Asal Kabupaten Gresik

3 Mei 2026 - 19:26 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Ke Sabah, Merawat Kesehatan Sekaligus Berwisata

19 April 2026 - 16:43 WIB

GAAN Soroti Peredaran dan penyalahgunaan Narkoba Makin Mengkhawatirkan

2 April 2026 - 18:56 WIB

Jadwal Acara Film Televisi Nasional Kamis 2 Maret 2026 ada Hellboy hingga Bioskop Trans TV

2 April 2026 - 10:44 WIB

Trending di Headline