Menu ✖

Otomatis
Breaking News

News

Produksi Uang Palsu, Mahasiswa UIN Makassar Demo Tuntut Rektor Hamdan Juhannis Mundur

badge-check

Mahasiswa melakukan aksi demo menuntut rektor UIN Alauddin, Makassar, mundur dari jabatan, terkait ditemukan bukti uang palsu Rp 446,7 juta di mesing percetakan uang palsu di gedung perpustakaan UIN. tangkap layar video youtube@iNews Perbesar

Mahasiswa melakukan aksi demo menuntut rektor UIN Alauddin, Makassar, mundur dari jabatan, terkait ditemukan bukti uang palsu Rp 446,7 juta di mesing percetakan uang palsu di gedung perpustakaan UIN. tangkap layar video youtube@iNews

KREDONEWS.COM, MAKASSAR– Ratusan mahasiswa berunjuk rasa di gedung rektorat terkait produksi dan pengedaran miliaran rupiah uang palsu di dalam kampus UIN Alauddin Makassar, di Gowa, Sulawesi Selatan, Senin  sore, 16 Desember 2024.

Sekjen Dema UIN Alauddin Makassar, Muhammad Rezky, juga menyampaikan pernyataan serupa, menegaskan bahwa Rektor harus bertanggung jawab atas segala permasalahan di kampus, termasuk dugaan keterlibatan pegawai dalam pencetakan uang palsu.

Mahasiswa yang memberikan pernyataan agar Rektor UIN Alauddin Makassar, Hamdan Juhannis, mundur adalah Muhammad Rizky, sebagai  Koordinator Aksi.

Dalam demonstrasi yang berlangsung pada 16 Desember 2024, Reski menyatakan bahwa tuntutan untuk pengunduran diri rektor didasarkan pada kritik dari salah satu guru besar UIN Alauddin, Prof. Qasim Mathar, yang menekankan bahwa rektor harus bertanggung jawab atas kasus sindikat uang palsu yang terungkap di kampus

Sekjen Dema UIN Alauddin Makassar, Muhammad Rezky, juga menyampaikan pernyataan serupa, menegaskan bahwa Rektor harus bertanggung jawab atas segala permasalahan di kampus, termasuk dugaan keterlibatan pegawai dalam pencetakan uang palsu.

Sejauh ini belum ada respon langsung dari pihak rektorat atas aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa, terkait produksi uang palsu dan ditemukannya mesin cetak uang palsu di gedung perpustakan kampus UNI Alauddin, Makassar.

Para mahasiswa ini menuntut agar rektor mundur dari jabatannya, setelah miliaran rupiah uang palsu diketahui diproduksi di kampus oleh dua orang pegawai perpustakaan. Unjuk rasa berakhir setelah pihak kampus melakukan pertemuan dengan perwakilan mahasiswa dan menegaskan dua pegawainya telah dinonaktifkan. Kedua pegawai tersebut masing-masing Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar dan stafnya.

Kasus pencetakan uang palsu di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar terungkap melalui serangkaian peristiwa yang dimulai pada awal Desember 2024. Berikut adalah kronologisnya:

  1. Penemuan Awal: Kasus ini bermula ketika polisi menemukan uang palsu senilai Rp500 ribu yang digunakan dalam transaksi di sebuah kantor pembiayaan. Uang tersebut tidak terdeteksi dengan normal saat diperiksa menggunakan sinar X-ray, yang memicu kecurigaan pihak pembiayaan
  2. Pengembangan Kasus: Setelah penemuan tersebut, pihak kepolisian melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dari penyelidikan ini, mereka berhasil menemukan total uang palsu yang bernilai mencapai Rp446,7 juta, dengan pecahan yang ditemukan di dalam area kampus
  3. Penggerebekan: Pada tanggal 14 Desember 2024, polisi menggerebek sebuah ruangan di sekitar perpustakaan Kampus II UIN Alauddin Makassar yang diduga digunakan sebagai pabrik uang palsu. Ruangan tersebut telah dipasangi garis polisi dan terletak tersembunyi, sehingga tidak banyak yang mengetahui keberadaannya
  4. Penangkapan Tersangka: Dalam penggerebekan tersebut, polisi menangkap 15 orang, termasuk pegawai kampus, salah satunya adalah Kepala Perpustakaan yang berinisial AI. Dari total tersangka, sembilan orang telah ditahan dan sisanya masih dalam proses pemeriksaan
  5. Pernyataan Rektor: Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, menyatakan bahwa pihak kampus akan menunggu laporan resmi dari kepolisian dan tidak akan melindungi oknum pegawai yang terbukti terlibat dalam kegiatan ilegal ini
  6. Polisi terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan lebih luas yang mungkin terlibat dalam pencetakan uang palsu dan memastikan bahwa semua pelaku akan diadili.

Kasus ini menimbulkan kehebohan di kalangan masyarakat dan mahasiswa karena melibatkan institusi pendidikan tinggi dan pegawai kampus. **

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Diskon Tiket Kereta 30% untuk Perjalanan di 22 Desember-4 Januari

8 Nov 2026 - 18:56 WIB

Diskon Tiket Kereta 30% untuk Perjalanan di 22 Desember-4 Januari

Korban PHK Tembus 72 Ribu Orang, Paling Banyak dari Provinsi Ini

8 Nov 2026 - 17:15 WIB

Korban PHK Tembus 72 Ribu Orang, Paling Banyak dari Provinsi Ini

Antisipasi Banjir Pemkab Gresik Siapkan Rumah Pompa dan Saluran Air

8 Nov 2026 - 13:49 WIB

Antisipasi Banjir Pemkab Gresik Siapkan Rumah Pompa dan Saluran Air

Sarasehan di Plumbon Gambang, Sadar Restuwati Bahas Pertanian dan Kerajinan Rakyat

8 Nov 2026 - 13:27 WIB

Sarasehan di Plumbon Gambang, Sadar Restuwati Bahas Pertanian dan Kerajinan Rakyat

Sejumlah Pejabat Polres Jombang Bergeser Jabatan

7 Nov 2026 - 19:45 WIB

Sejumlah Pejabat Polres Jombang Bergeser Jabatan

Aktivitas TMMD 130, Serda Fajar Lakukan Komsos dengan Petani dan Peternak Klitih Plandaan

7 Nov 2026 - 16:17 WIB

Aktivitas TMMD 130, Serda Fajar Lakukan Komsos dengan Petani dan Peternak Klitih Plandaan

Menelisik Akar Terorisme (74): Klan Bangkit untuk Ketiga Kalinya

7 Nov 2026 - 15:15 WIB

Menelisik Akar Terorisme (74): Klan Bangkit untuk Ketiga Kalinya

Pasca Putusan MA, Sufmi Dasco: DPR RI Belum Ambil Sikap Hak Angket terhadap Wapres Gibran

7 Nov 2026 - 11:53 WIB

Pasca Putusan MA, Sufmi Dasco: DPR RI Belum Ambil Sikap Hak Angket terhadap Wapres Gibran

Haul ke-128 Ponpes Qomaruddin Gresik Wabup Ajak Masyarakat Teladani Perjuangan Ulama

7 Nov 2026 - 10:16 WIB

Haul ke-128 Ponpes Qomaruddin Gresik Wabup Ajak Masyarakat Teladani Perjuangan Ulama
Trending di Nasional