Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Poktan Niti Utomo Desa Bolo Madiun Siap Produksi Pupuk Organik Besutan UPPO

badge-check


					Melalui program Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) DKPP setempat, sejak 11 Desember 2025, menggelontorkan bantuan berupa ternak kambing sebanyak 143 ekor, termasuk berbagai kebutuhan pendukungnya kepada Poktan Perbesar

Melalui program Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) DKPP setempat, sejak 11 Desember 2025, menggelontorkan bantuan berupa ternak kambing sebanyak 143 ekor, termasuk berbagai kebutuhan pendukungnya kepada Poktan "Niti Utomo". Foto: kredonews.com/ bambang tjuk winanro

Penulis: Bambang Tjuk Winarno  |   Editor:  Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MADIUN – Kelompok Tani (Poktan) “Niti Utomo” Desa Bolo, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, bertekad mengembangkan penggunaan pupuk organik bagi para petani di wilayahnya. Hal itu dilakukan sebagai kesadaran petani akan pentingnya menjaga ekologi pertanian, dengan berupaya menetralkan unsur hara tanah agar subur guna meningkatkan produksi pertanian.

Potensi itu ditangkap Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun, yang spontan memberikan bantuan paket sarana dan prasarana berupa perlengkapan pengolah pupuk organik. Komponen bantuan berupa pemberian hewan ternak, pembuatan kandang, bangunan pengolah kompos, bak fermentasi serta sarana pendukung lainnya.

Yang perlu digarisbawahi, bantuan tersebut diproyeksikan sebagai pengolahan kotoran ternak, untuk dijadikan pupuk organik yang ramah lingkungan. Sedangkan pengerjaannya dilakukan dengan skema komunal (tanggung jawab bersama-sama), mengingat bantuan tersebut ditujukan kepada kelompok tani, dan untuk kesejahteraan seluruh petani.

Pihak DKPP setempat merasa perlu mendorong kegiatan Poktan, guna memperbaiki struktur tanah agar subur, mengurangi ketergantungan pupuk kimia, mengurangi biaya produksi pertanian juga meningkatkan pendapatan melalui penjualan pupuk.

Melalui program Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) DKPP setempat, sejak 11 Desember 2025, menggelontorkan bantuan berupa ternak kambing sebanyak 143 ekor, termasuk berbagai kebutuhan pendukungnya kepada Poktan “Niti Utomo”. Dari jumlah tersebut, 13 ekor dantaranya pejantan yang dimaksudkan untuk mengembangkan jumlah ternak.

“Kambing bantuan program UPPO sebanyak itu dikelola oleh sekitar 31 orang anggota Poktan. Jadi idealnya setiap petani merawat 6 sampai 7 ekor kambing. Namun, saat ini kami memang belum memproduksi kotoran ternak menjadi pupuk organik. Mulai alhir Februari kami sudah siap menghasilkan produknya,” papar Sunardi, Ketua Poktan Niki Utomo, kepada koresponden di area kandang ternak, Senin (26/01/2026).

Dituturkan Sunardi, setiap petani yang merawat hewan diberikan bertanggungjawab menyangkut pengadaan pakan, kesehatan ternak, melaporkan setiap situasi terkait ternak dan perlengkapannya.

Terkait rencana dimulainya produksi pupuk organik, ucap Sunardi, pada akhir bulan Februari ini Poktan yang dipimpinnya diharapkan sudah mulai memproduksi pupuk. Untuk menjadi pupuk organik, katanya, memerlukan waktu untuk proses fermentasi selama 2 sampai 3 minggu.

Dia memperkirakan, produksi perdana akan menghasilkan sebanyak 5 kuintal pupuk organik berstempel “Poktan Niki Utomo”. Dari hasil produksi itu, bilangnya, dia akan menjual kepada para petani dengan harga Rp. 500 per kilonya. Namun pupuk tersebut akan dijualnya dengan kemasan masing-masing 20 kg.

“Kenapa saya baru memproduksi akhir Februari, karena kan butuh fermentasi selama 2 sampai 3 minggu lamanya. Saya perkirakan akan mampu mencapai 5 kuintal pada produksi pertama nanti. Itu akan kami jual dalam kemasan 20 kg, seharga Rp. 2.000 per bungkus,” ucap Sunardi.

Sunardi berobsesi, produkai pupuk organik buatan Poktannya akan berkembang, hingga meringankan biaya produksi pertanian. Selain itu, juga turut menjaga ekologi pertanian, menormalkan kembali unsur hara pada tanah sehingga meningkatkan produksi pertanian di wilayahnya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ombak Hantam Lambung Kanan, KM Virgo 8 Tenggelam: 129 Masih Dalam Pencarian

13 September 2026 - 21:18 WIB

Tragis Dua Bocah Kakak Beradik Tewas Terbakar dalam Kamar di Simomulyo Surabaya

13 September 2026 - 20:14 WIB

Kereta Kelinci Angkut 50 Ibu PKK Jatuh Terguling di Lokasi Wisata Rowo Jombor Klaten, 11 Orang Lukaluka

13 September 2026 - 17:44 WIB

KM Virgo 8 Tenggelam: 102 Korban Selamat, 1 Orang Tewas, 140 Dalam Pencarian

13 September 2026 - 14:49 WIB

KM Virgo 8 Angkut 243 Orang dan 54 Kendaraan Tenggelam Hilang di 80 Mil Arah Banjarmasin

13 September 2026 - 10:21 WIB

Menelisik Akar Terorisme (56): Tak Usah Dibunuh, agar Bayar Pajak

13 September 2026 - 03:15 WIB

Empat Pria Bertopeng Bakar Warung Mie Babi Sukoharjo, Jodi Sutanto: Kami Siap Buka Kembali

13 September 2026 - 02:40 WIB

Sopir Mengantuk Tabrak Truk di KM 687 Sumo: 4 Penumpang Tewas, 7 lukaluka

12 September 2026 - 12:54 WIB

Petani Lapor Sulit Mendapat Pupuk Subsidi, Menteri Amran Langsung Copot Manajer Gudang Banggai

11 September 2026 - 19:29 WIB

Trending di News