Menu ✖

Otomatis
Breaking News

News

Poktan Niti Utomo Desa Bolo Madiun Siap Produksi Pupuk Organik Besutan UPPO

badge-check

Melalui program Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) DKPP setempat, sejak 11 Desember 2025, menggelontorkan bantuan berupa ternak kambing sebanyak 143 ekor, termasuk berbagai kebutuhan pendukungnya kepada Poktan "Niti Utomo". Foto: kredonews.com/ bambang tjuk winanro Perbesar

Melalui program Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) DKPP setempat, sejak 11 Desember 2025, menggelontorkan bantuan berupa ternak kambing sebanyak 143 ekor, termasuk berbagai kebutuhan pendukungnya kepada Poktan "Niti Utomo". Foto: kredonews.com/ bambang tjuk winanro

Penulis: Bambang Tjuk Winarno  |   Editor:  Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MADIUN – Kelompok Tani (Poktan) “Niti Utomo” Desa Bolo, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, bertekad mengembangkan penggunaan pupuk organik bagi para petani di wilayahnya. Hal itu dilakukan sebagai kesadaran petani akan pentingnya menjaga ekologi pertanian, dengan berupaya menetralkan unsur hara tanah agar subur guna meningkatkan produksi pertanian.

Potensi itu ditangkap Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun, yang spontan memberikan bantuan paket sarana dan prasarana berupa perlengkapan pengolah pupuk organik. Komponen bantuan berupa pemberian hewan ternak, pembuatan kandang, bangunan pengolah kompos, bak fermentasi serta sarana pendukung lainnya.

Yang perlu digarisbawahi, bantuan tersebut diproyeksikan sebagai pengolahan kotoran ternak, untuk dijadikan pupuk organik yang ramah lingkungan. Sedangkan pengerjaannya dilakukan dengan skema komunal (tanggung jawab bersama-sama), mengingat bantuan tersebut ditujukan kepada kelompok tani, dan untuk kesejahteraan seluruh petani.

Pihak DKPP setempat merasa perlu mendorong kegiatan Poktan, guna memperbaiki struktur tanah agar subur, mengurangi ketergantungan pupuk kimia, mengurangi biaya produksi pertanian juga meningkatkan pendapatan melalui penjualan pupuk.

Melalui program Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) DKPP setempat, sejak 11 Desember 2025, menggelontorkan bantuan berupa ternak kambing sebanyak 143 ekor, termasuk berbagai kebutuhan pendukungnya kepada Poktan “Niti Utomo”. Dari jumlah tersebut, 13 ekor dantaranya pejantan yang dimaksudkan untuk mengembangkan jumlah ternak.

“Kambing bantuan program UPPO sebanyak itu dikelola oleh sekitar 31 orang anggota Poktan. Jadi idealnya setiap petani merawat 6 sampai 7 ekor kambing. Namun, saat ini kami memang belum memproduksi kotoran ternak menjadi pupuk organik. Mulai alhir Februari kami sudah siap menghasilkan produknya,” papar Sunardi, Ketua Poktan Niki Utomo, kepada koresponden di area kandang ternak, Senin (26/01/2026).

Dituturkan Sunardi, setiap petani yang merawat hewan diberikan bertanggungjawab menyangkut pengadaan pakan, kesehatan ternak, melaporkan setiap situasi terkait ternak dan perlengkapannya.

Terkait rencana dimulainya produksi pupuk organik, ucap Sunardi, pada akhir bulan Februari ini Poktan yang dipimpinnya diharapkan sudah mulai memproduksi pupuk. Untuk menjadi pupuk organik, katanya, memerlukan waktu untuk proses fermentasi selama 2 sampai 3 minggu.

Dia memperkirakan, produksi perdana akan menghasilkan sebanyak 5 kuintal pupuk organik berstempel “Poktan Niki Utomo”. Dari hasil produksi itu, bilangnya, dia akan menjual kepada para petani dengan harga Rp. 500 per kilonya. Namun pupuk tersebut akan dijualnya dengan kemasan masing-masing 20 kg.

“Kenapa saya baru memproduksi akhir Februari, karena kan butuh fermentasi selama 2 sampai 3 minggu lamanya. Saya perkirakan akan mampu mencapai 5 kuintal pada produksi pertama nanti. Itu akan kami jual dalam kemasan 20 kg, seharga Rp. 2.000 per bungkus,” ucap Sunardi.

Sunardi berobsesi, produkai pupuk organik buatan Poktannya akan berkembang, hingga meringankan biaya produksi pertanian. Selain itu, juga turut menjaga ekologi pertanian, menormalkan kembali unsur hara pada tanah sehingga meningkatkan produksi pertanian di wilayahnya. **

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Aktivitas TMMD 130, Serda Fajar Lakukan Komsos dengan Petani dan Peternak Klitih Plandaan

7 Nov 2026 - 16:17 WIB

Aktivitas TMMD 130, Serda Fajar Lakukan Komsos dengan Petani dan Peternak Klitih Plandaan

Menelisik Akar Terorisme (74): Klan Bangkit untuk Ketiga Kalinya

7 Nov 2026 - 15:15 WIB

Menelisik Akar Terorisme (74): Klan Bangkit untuk Ketiga Kalinya

Pasca Putusan MA, Sufmi Dasco: DPR RI Belum Ambil Sikap Hak Angket terhadap Wapres Gibran

7 Nov 2026 - 11:53 WIB

Pasca Putusan MA, Sufmi Dasco: DPR RI Belum Ambil Sikap Hak Angket terhadap Wapres Gibran

Haul ke-128 Ponpes Qomaruddin Gresik Wabup Ajak Masyarakat Teladani Perjuangan Ulama

7 Nov 2026 - 10:16 WIB

Haul ke-128 Ponpes Qomaruddin Gresik Wabup Ajak Masyarakat Teladani Perjuangan Ulama

Pasukan Damkar 20 Ngoro Padamkan Kebakaran 1.200 M2 Lahan Tebu di Buluhrejo Diwek

7 Nov 2026 - 09:18 WIB

Pasukan Damkar 20 Ngoro Padamkan Kebakaran 1.200 M2 Lahan Tebu di Buluhrejo Diwek

Smelting Kembali Raih Penghargaan CSR Award 2026 ADINKES, Atas Dedikasi dalam Pencegahan dan Pengendalian Tuberkulosis

6 Nov 2026 - 13:07 WIB

Smelting Kembali Raih Penghargaan CSR Award 2026 ADINKES, Atas Dedikasi dalam Pencegahan dan Pengendalian Tuberkulosis

Status Siaga III, Semeru Erupsi Semburkan Awan Panas 700 Meter

6 Nov 2026 - 12:00 WIB

Status Siaga III, Semeru Erupsi Semburkan Awan Panas 700 Meter

Dua Gempa 5 dan 5.2 Magnetudo Guncang Bali, BPBD: Belum Ada Laporan Dampak

6 Nov 2026 - 11:37 WIB

Dua Gempa 5 dan 5.2 Magnetudo Guncang Bali, BPBD: Belum Ada Laporan Dampak

Wabup Gresik Ingatkan Pengawasan Perubahan Data SIPD dalam Penyusunan APBD 2027

6 Nov 2026 - 08:29 WIB

Wabup Gresik Ingatkan Pengawasan Perubahan Data SIPD dalam Penyusunan APBD 2027
Trending di Nasional