Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Pemerintah Segera Luncurkan Pinjaman Untuk Biaya Kuliah, Kerja Baru Cicil

badge-check


					Pemerintah Segera Luncurkan Pinjaman Untuk Biaya Kuliah, Kerja Baru Cicil Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Pemerintah akan meluncurkan skema pinjaman pendidikan (student loan) untuk membantu mahasiswa yang kesulitan membayar kuliah.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menjelaskan bahwa cicilan hanya dibayarkan setelah penerima pinjaman bekerja dan memiliki penghasilan di atas batas tertentu, seperti Rp54 juta per tahun.

“Angsuran hanya akan dibayarkan peminjam setelah gaji per tahun melewati batas penghasilan tertentu, misalnya Rp 54 juta per tahun,” kata Stella, Selasa, 1 April 2025, dikutip dari Tempo.

Pelunasan dilakukan otomatis melalui pemotongan gaji, dan skema ini direncanakan mulai Agustus atau September 2025, melibatkan kerja sama Kementerian, perbankan, dan LPDP.

Bank akan menyalurkan pinjaman seperti kredit usaha rakyat (KUR), LPDP akan membayar bunga tetap dan premi asuransi, sedangkan Kementerian bertindak sebagai pengelola dan penjamin.

Bunga pinjaman dibayarkan LPDP di awal dan disetorkan mahasiswa bersama angsuran ke bank. Saat ini, skema tersebut hampir final dan tinggal menunggu kesepakatan antarlembaga.

Kenaikan UKT di sejumlah PTN memicu kekhawatiran dan membuat student loan menjadi perbincangan publik. Skema ini dinilai dapat membantu mahasiswa melanjutkan kuliah meski terkendala biaya. Namun, muncul kekhawatiran soal risiko utang jangka panjang, terutama jika lulusan belum bekerja atau berpenghasilan rendah.

OJK mendorong bank menawarkan pinjaman dengan bunga rendah dan sistem pembayaran yang adil, dimulai setelah mahasiswa bekerja. Ini juga sebagai alternatif legal dari maraknya pinjaman online ilegal yang diakses mahasiswa.

Meski punya potensi memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas SDM, sistem student loan di Indonesia masih baru dan belum sekuat negara lain seperti AS, Inggris, dan Australia. Tantangannya mencakup risiko gagal bayar, beban bunga, serta perlunya literasi keuangan bagi mahasiswa.

Agar berhasil, pemerintah perlu merancang skema yang adil, edukatif, dan terpantau, sembari belajar dari praktik internasional. Student loan yang terstruktur bisa menjadi solusi jangka panjang untuk pendidikan dan pembangunan nasional.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ferry Irwandi & Ekspedisi KitaBisa Tiba di Flores: Salurkan Donasi Rp4 Miliar untuk Korban Gempa

19 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Rumahmu Bisa Jadi Server Dunia, Pasif Income Rp393 Juta/ Tahun

19 Agustus 2026 - 20:29 WIB

RS Terapung Ksatria Airlangga Galang Dana Bantuan Korban Gempa Flores

19 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Menelisik Akar Terorisme (49): Perang Zuku, Hingga Manusia Terakhir

19 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Sidang Daycare Little Aresha, Jaksa: Bayi Diikat, Makanan Sisa Dibubur Kembali

19 Agustus 2026 - 09:36 WIB

Upacara 17 Agustusan Paling Nyeleneh: Kursi VIP di Gedung Sate untuk Petani, Nelayan, Tukang Sapu dan Rakyat Jelata

18 Agustus 2026 - 21:19 WIB

SignAloud, Sarung Tangan Sakti bagi Tunarungu/Wicara

18 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Mobil Brio Tabrak Truk Angkut Gas Alam di Tol Sumo Terbakar, Satu Anak Tewas

18 Agustus 2026 - 09:26 WIB

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Trending di Headline