Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

Pemerintah Kamboja Deportasi 107 WNI Pelaku Online Scam

badge-check


					Pemerintah Kamboja akan mendeportasi 107 WNI yang merupakan pekerja online scam (penipuan online) yang terjaring razia oleh otoritas setempat di sebuah gedung di kawasan Tuol Kork, Phnom Penh (Foto:KBRI Phnom Penh) Perbesar

Pemerintah Kamboja akan mendeportasi 107 WNI yang merupakan pekerja online scam (penipuan online) yang terjaring razia oleh otoritas setempat di sebuah gedung di kawasan Tuol Kork, Phnom Penh (Foto:KBRI Phnom Penh)

Penulis: Jacobus: E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Pemerintah Kamboja akan mendeportasi 107 WNI pekerja online scam (penipuan online) dari negaranya. Ratusan WNI itu terjaring razia oleh otoritas setempat di sebuah gedung di kawasan Tuol Kork, Phnom Penh.

KBRI Phnom Penh mengawal proses deportasi WNI yang terciduk aparat penegak hukum Kamboja pada tanggal 31 Oktober itu. Sementara, 107 WNI tersebut telah dipindahkan ke Detensi Imigrasi Kamboja di Prek Pnov, Phnom Penh.

“Melalui beberapa gelombang, mereka akan dideportasi dari Kamboja secara mandiri. KBRI akan terus pantau dengan dekat dan berikan fasilitasi bagi proses deportasi para WNI,” kata Duta Besar RI untuk Kamboja Santo Darmosumarto dalam keterangannya kepada RRI, Jumat (14/11/2025).

Santo memaparkan, saat mendapatkan info tersebut, KBRI Phnom Penh bergerak cepat untuk meminta akses kekonsuleran. Ia menambahkan, perwakilan KBRI Phnom Penh bertemu para WNI pada 2 November 2025.

“Saat ditemui oleh Staf KBRI, seluruh WNI dalam keadaan sehat dan aman. Hampir seluruhnya memiliki paspor. Terdapat sepasang suami-istri yang mana istrinya sedang hamil 4 bulan, mereka juga dalam keadaan sehat,” ujarnya.

Adapun hingga September 2025 KBRI Phnom Penh telah menangani 4.030 kasus pelindungan dan kekonsuleran. 3.323 kasus diantaranya terkait dengan WNI yang terlibat aktivitas penipuan daring.

“KBRI Phnom Penh terus ingatkan agar masyarakat Indonesia tidak mudah tergiur lowongan pekerjaan yang tawarkan gaji tinggi, kerja gampang, dan minim persyaratan. Bagi yang perlukan fasilitasi KBRI Phnom Penh, dapat melakukan kontak via Hotline KBRI di +855 12 813 282,” kata Dubes Santo menjelaskan.***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kian Liar, AI Gemini Bobol 3 Perusahaan Nyata Saat Uji Coba Keamanan

21 September 2026 - 18:49 WIB

Setiap Ketukan “Prompt” AI Diam-Diam Menguras Listrik Jepang dan Air Afrika

20 September 2026 - 17:38 WIB

“Cium” Asisten Cantik di Lapangan Golf, Trump Gemparkan Netizen

17 September 2026 - 16:00 WIB

Raja Thailand Terbangkan Sendiri Pesawat Boeing 737 -800

15 September 2026 - 17:27 WIB

Resmi Mengaku, Amerika Serikat Kerahkan Senjata Ofensif Aktif di Orbit Bumi

15 September 2026 - 16:48 WIB

Mantan PM Inggris dan Delegasi Barat Nyaris Kena Serangan Drone Rusia

14 September 2026 - 18:51 WIB

Luana Lopes Lara, Mantan Balerina ke Miliarder Paling Tajir, Kalahkan Taylor Swift

6 September 2026 - 18:16 WIB

Google Lakukan Ribuan Perubahan Sistem Setiap Tahun, Siapa Diuntungkan?

3 September 2026 - 19:28 WIB

Bill Gates Peringatkan, AI Dapat Membuat Bencana Ekonomi

28 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Trending di Internasional